Data Corona Indonesia

Terkonfirmasi
3,127,826
Meninggal
82,013
Sembuh
2,471,678
Active
574,135
Last updated: 25 Juli 2021 - 12:38 pm (+07:00)

Data Corona Selengkapnya Klik di Sini

Indonesia
Terkonfirmasi 3,127,826 Meninggal 82,013 Sembuh 2,471,678 Active: 574,135 Last updated: 25 Juli 2021 - 12:38 pm (+07:00)
Link 

Banner
15

Warga Pagar Tembok Pintu Masuk Indomart, Jadi Tontonan Pengguna Jalan

  • Bagikan

LEMBANG, BBPOS – Sebuah minimarket di Jalan Raya Tangkuban Parahu Lembang, Kabupaten Bandung Barat mendadak jadi perhatian pengguna kendaraan yang melintas. Pasalnya, depan minimarket itu dipagari tembok.

Tembok batu bata itu dibangun setinggi 1,6 meter dan lebar 6 meter. Di bagian samping kirinya, ada celah kecil yang hanya bisa dilewati satu orang untuk keluar masuk minimarket.

Usut punya usut, aksi penembokan itu ternyata dilakukan sengaja karena pengelola minimarket telah menggunakan lahan warga untuk dipakai sebagai fasilitas parkirnya.

Sementara itu, Kepala dinas perindustrian dan perdagangan, Weti Lembanawati, saat di dikonfirmasi melalui pesan singkat, mengenai pembangunan minimarket tersebut, apakah dikaji terlebih dahulu atau belum, akan tetapi tidak banyak jawaban, dan hanya menyarankan untuk bertanya pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kabupaten Bandung Barat untuk menanyakan perijinanya.

“Tarosken ka perijinan tos ngajuin belum (tanyain ke bagian perijinan sudah mengajukan ijin atau belum)” jelas Weti, Senin (4/12).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ade Zakir baru mengetahui adanya Indomaret yang tengah bersengketa lahan parkirnya.

“Saya Baru tau, Kalo gitu ijinnya harus cek dulu. Apakah itu sudah ada ijinnya atau belum, Ya, kalo sudah kita lihat berkasnya. Kalo belum akan di tindak lanjuti oleh tim teknis”ujar Ade saat dihubungi melalui sambungan telpon.

Kepala Desa Cikole, Jajang Ruhiat menyatakan, pendirian minimarket sudah menempuh prosedur perizinan dari tetangga, pihak RT/RW, desa hingga kecamatan. Dirinya menyesal dengan tindakan pemilik lahan yang membangun benteng di depan minimarket.

“Kalau mau dibenteng, bukannya dari dulu. Saya sudah berusaha memediasi kedua belah pihak yang bersengketa, tapi belum menemui titik temu,” ujar Jajang.

Toni Maryadi, pemilik lahan mengaku aksinya dilakukan spontan pada hari Jumat (29/11) lalu karena dirinya tidak terima lahannya digunakan sebagai tempat parkir pengunjung minimarket.

“Pengelola hanya membeli lahan yang sekarang sudah dibangun minimarket. Jadi otomatis, kami keberatan kalau lahan keluarga digunakan untuk tempat parkir pengunjung,” katanya,

Dia menyatakan, pembangunan minimarket yang menghadap lahannya juga telah menyalahi aturan. Sebab dalam rencana awal, bagian depan minimarket itu akan menghadap ke Jalan Tangkuban Parahu.

Lagi pula, sampai proses pembangunan minimarket selesai dan dibuka pekan lalu, pihak pengelola tidak pernah meminta izin menggunakan lahannya sebagai tempat parkir.

“Kami sudah protes tapi pengelola tidak pernah merespon. Tapi setelah kami nekat bangun tembok, sudah ada perwakilan minimarket yang datang menemui. Katanya mau memberi kompensasi, tapi kami tolak karena nilainya tidak sesuai,” tuturnya.

Dirinya bersikukuh tidak akan membongkar tembok pembatas itu sebelum pengelola minimarket membayar kompensasi sesuai dengan yang diminta. Kendati demikian, Toni menegaskan, bukan soal uang yang diharapkan, tapi komitmen pengelola minimarket yang tidak pernah menepati janji.

“Ini sudah nyangkut harga diri, karena sebelumnya kita sudah meminta minimarket ditutup sementara, dan kita juga akan menghentikan pendirian benteng. Tapi komitmen itu dilanggar, soalnya minimarket itu tetap beroperasi sampai hari ini,” bebernya. (Adn)

 

banner 728x90
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *