oleh

Warga Manyeti Subang Protes, Keluhkan Bau Kotoran Sapi PT GDA

Link Banner

Subang, BANGBARA. – Keberadaan pabrik susu sapi PT. Global Dairi Alami (GDA), di Desa Manyeti, Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang, diduga tidak mengkaji dampak lingkungan.

Pasalnya pabrik sekaligus tempat ternak sapi perah itu, saat ini bau dari kotoran hewan (kohe) terasa oleh warga sekitar.

Link Banner

Tokoh pemuda kampung Karang Sugih Suryanto, mengatakan, tiap hari bau dari kandang sapi GDA sampai terasa hingga rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter.

“Betul setiap hari bau sekali, kami bangun pagi sudah disuguhi udara yang tercemar” kata Yanto. Minggu (10/11).

PT GDA Subang
Salah satu warga menunjukan proyek pembangunan pabrik susu dan kandang sapi PT GDA yang berjarak beberapa meter ke pemukiman

Ketidaknyamanan yang disebabkan bau kohe tersebut, Yanto mengkhawatirkan adanya penyakit gangguan pernapasan akibat polusi udara dan virus yang terbawa udara.

“Saya mendengar informasi, dikampung babakan Asem ada warga yang sudah mengalami penyakit gangguan pernapasan,”ujarnya.

Seperti diketahui, PT GDA dibangun diatas tanah seluas 47 hektar, yang berdekatan dengan pemukiman warga, berdasrkan pantauan PT GDA hanya beberapa meter ke pemukiman warga Babakan Asem, berdasarkan informasi yang dihimpun. Saat ini populasi hewan ternak (sapi perah) sudah berjumlah 1300 ekor indukan dan anaknya sekitar 1000 ekor.

“Bayangkan, jika per ekor membuang kotoran sebanyak 2 kg , jika 1000 ekor saja sudah membuang kotoran 2000 kg (2 Ton) per hari, bagaimana jika sebulan, setahun? belum anaknya, belum air kencingnya kemana itu?, saya sebagai warga belum mendapat penjelasan, hanya bau yang dirasa, bagaimana nanti kalo sudah banyak populasinya,” kata Yanto.

Yanto berharap, ada upaya pemerintah untuk mengkaji ulang analisa dampak lingkungan pembangunan PT GDA itu.

“Kami bukannya tidak setuju ada kandang sapi dengan populasi besar, namun berikan solusi bagi kami, bagaimana warga merasa nyaman dan tidak alami kerugian imateril ( polusi udara) yang akan berdampak buruk pada kesehatan.” Kata Yanto.

Baca Juga,  Peringatan Hari Jadi Sarimukti ke 36, Menjadi Desa Pertama di KBB yang Merayakan di Suasana AKB

Sementara itu, berdasarkan informasi yang di himpun Setelah dilakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke perusahaan pabrik susu sapi PT.GDA oleh DPRD Subang bulan lalu, ditemukan sejumlah fakta terkait sejumlah pelanggaran yang dilakukan pihak PT.GDA diantaranya Izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kepada dinas terkait, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dan Lalu Lintas (Amdal lalin) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Hingga sampai kabar ini di terbitkan, pihak perusahaan belum dapat dikonfirmasi terkait hal ini. (***)

Link Banner
Link Banner

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed