oleh

Warga KBB Yang Beli Hewan Kurban, Cukup Cek Lebel Sehat Dulu Dijamin Aman, Begini Keterangannya

Link Banner

Ngamprah, BANGBARA.COM. – Petugas Kesehatan dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan pemeriksaan kesehatan dan kelayakan terhadap 8.000 ekor domba dan 3.000 sapi.

Hal ini dilakukan terkait akan datangnya hari Raya Idul Adha 1441 H, yang kemungkinan akan jatuh di akhir bulan Juli 2020 ini, serta untuk memastikan hewan yang beredar di pasaran berkualitas baik, sehat, dan layak konsumsi.

Link Banner

“Pemeriksaan ini wajib kami (Disnakan) lakukan karena hewan kurban yang dijual harus dalam kondisi sehat dan sesuai syariat agama dan untuk memberian jaminan keamanan bagi masyarakat yang membeli dan nanti mengkonsumsinya”, ujar Undang Husni Tamrin selaku Kepala Disnakan yang ditemui, Senin (13/07/2020).

Ia menyebut, usai dilakukan pemeriksaan, hewan kurban yang dinyatakan sehat nantinya akan diberikan label sehat yang dikeluarkan Disnakan KBB.

“Kita menyiapkan 11.000 label sehat sama seperti jumlah tahun lalu untuk domba 8.000 dan sapi 3.000 dengan melibatkan 56 petugas,” tuturnya.

Petugas Kesehatan dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan pemeriksaan kesehatan dan kelayakan terhadap hewan kurban di KBB, Senin (13/07/2020).
Petugas Kesehatan dari Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan pemeriksaan kesehatan dan kelayakan terhadap hewan kurban di KBB, Senin (13/07/2020).

Dilanjutkannya, hewan kurban seperti sapi dan domba yang layak dijual harus memiliki kondisi sempurna dari buah zakar yang seimbang, mata jernih, cuping hidung basah, bulu bersih, dan segar.

“Kalau yang cacingan bisa dilihat dari bulu rontok saat diusap. Kalau yang sakit itu tidak layak dijual. Karena kadang ada saja penjual nakal yang menjual hewan kurban yang cacat, tidak sehat, dan masih muda. Jika hewan tidak terdapat masalah, akan diberi label sehat”, lanjutnya.

Undang menambahkan, jika ditemukan hewan kurban dalam kondisi sakit maka tidak akan diberikan dulu label sehat dan akan diobati terlebih dahulu, jika sudah sehat dan layak dijual baru akan diberi label sehat.

Baca Juga,  Ridwan Kamil Tunggu Giliran Jadi Relawan Yang Akan Disuntik Vaksin Covid-19

Dalam pelaksanaan pembagian hewan kurban nanti, Undang juga menghimbau agar tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19, lalu meminimalisir penggunaan plastik, serta petugas langsung mengantarkan ke rumah warga, agar menghindari terjadinya kerumunan.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed