oleh

Tujuh Puluh Persen Perangkat Pemadam Kebakaran KBB, ‘Rusak’

 

Foto dari Beberapa data Peralatan Kerja Pemadam Kebakaran yang rusak, dan ada beberapa lagi yang tidak masuk dalam Foto

PADALARANG, BBPOS – Kebutuhan akan darurat saat penyelamatan nyawa manusia sangat dibutuhkan, apalagi kondisi saat ini cuaca yang tidak memungkinkan yang harus selalu baik, kadang pun terjadi hujan lebat yang mengakibatkan Banjir, Kebakaran karena konsleting listrik, ataupun permasalahan sosial lainya.

Pada prinsipnya masyarakat hanya memahami bahwa Damkar (Pemadam Kebakaran) hanya membantu masyarakat dalam hal kebakaran saja mungkin karena julukan namanya sehingga identik dengan kebakaran saja, padahal pada ketentuanya tugas bidang Damkar itu multi fungsi dalam hal kejadian bencana apa saja yang terjadi di masyarakat, atau kecelakaan apa saja yang membutuhkan bantuan petugas Damkar ini, dari mulai rumah roboh, Banjir, Longsor, Gempa Bumi, ataupun masalah sosial lainya, maka personil kesatuan Damkar ini bisa menjadi garda depan untuk membantu kebutuhan masyarakat dan bukan hanya kebakaran saja.

Rabu siang (22/11/2017), Tim BBPOS saat berkunjung di kantor markas Damkar Kotabaru Padalarang Bandung Barat, melihat beberapa persolil Damkar, yang di sibukan dengan memperbaiki perangkat yang rusak, diantaranya ada yang sedang menambal selang penyemprot air yang bocor, da nada juga yang sedang memperbaiki Motor Tempel (Mesin Perahu Scoci).

Saat akan di mintai keteranganya Kepala Bidang Damkar Dadang Dahyar sedang tugas di luar kantor, dan Tim BBPOS di temui oleh Nurkalamsah Danton (Komandan Pleton), dirinya menyampaikan bahwasanya kebutuhan akan darurat pada Bidang Pemadam Kebakaran ini sangat darurat dikarenakan banyak perangkat yang rusak sehingga sudah tidak dapat lagi digunakan. terdata dalam catatan BBPOS bahwa perangkat yang rusak diantaranya Alat pengisi Oksigen BA (Breating Aparatus), Motor temple mesin perahu skoci, Shimso ( Alat pemotong pohon) terdiri ada dua yang rusak, Fire Jakect (Jaket pengaman Api) banyak yang robek dan tidak layak pakai, Selang Air banyak yang sudah bocor, dan masih banyak yang lainya yang rusak dan tidak berfungsi lagi. “Kami tetap konsisten untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat meskipun dengan kondisi ini” Ucap Nur.

Nur pun menambahkan, bahwa selain dari beberapa yang rusak itu, Damkar membutuhkan peralatan yang sampai saat ini belum pernah dimiliki yaitu Alat penanganan Selam, lalu alat penanganan B3 (Bahan Berbahaya Beracun) juga belum ada, Juga Mobil Fire Truck juga kurang karena yang ada di Damkar Kotabaru hanya 2 Truk dan 1 water supply.

“Selama penanganan kita menggunakan keberanian kita semua saat terjadi bencana seperti menyelam tanpa alat sama skali, harapan kedepanya ada pembaharuan pelaratan kami ini dengan secepatnya, sehingga mempercepat gerak kebutuhan masyarakat, dan tidak membahayakan personil yang ada” tambah Nur kepada BBPOS. (Adn)

 

63total visits,1visits today

Komentar

News Feed