oleh

Tren Data Perceraian di Bandung Barat Menurun Sejak Adanya Covid-19, Berikut Ini Datanya

Link Banner

Padalarang, BANGBARA.COM. – Selama masa pandemi Covid-19, angka gugatan perceraian di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menunjukkan tren penururan yang tinggi pada setiap bulannya.

“Dari bulan Januari s.d April 2020 terlihat penurunan cukup signifikan”, ujar Ridwan Cahyadi Banyuaji, SHI. MM Panitra Muda Gugatan Pengadilan Agama KBB saat di konfirmasi oleh Bangbara.com, Sabtu (09/05/2020).

Link Banner

Menurut Ridwan, berdasarkan data pada Januari, perkara yang di terima 522 perkara, Februari 347 perkara, Maret 261 perkara, sedangkan di bulan April 101 perkara.

Ditambahkannya, sejak bulan Maret dan efektif nya bulan April, Pengadilan Agama Ngamprah menerima perkara melalui Aplikasi E-Court, artinya masyarakat bisa mendaftarkan dari rumah tidak perlu berhubungan langsung dengan petugas pendaftaran.

“Syaratnya para pihak yang mau mendaftar mempunyai Email pribadi yang nanti akan dibuatkan nomor akun oleh petugas kami yang dinamakan Pojok E-Court”, terang Ridwan kembali.

Menurutnya, mungkin ini juga bisa menjadi salah satu penyebab faktor menurunnya angka perceraian di KBB. Namun tidak menutup kemungkinan juga ada faktor-faktor lainnya.

“Bisa seperti kondisi keluarga semakin sejahtera, bisa juga masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya keluarga Sakinah Mawaddah dan Rohmah. Itu semua kan harus ada penelitian berdasarkan data”, ujarnya lebih lanjut.

Ridwan Cahyadi Banyuaji, SHI. MM Panitra Muda Gugatan Pengadilan Agama Ngamprah, KBB.
Ridwan Cahyadi Banyuaji, SHI. MM Panitra Muda Gugatan Pengadilan Agama Ngamprah, KBB.

Namun Ridwan juga tidak menutup kemungkinan karena terkait diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), karena saat PSBB diberlakukan ternyata ada masyarakat yang mendaftar untuk gugatan perceraian walaupun sudah diberitahu pendaftaran harus melalui online (Aplikasi E-Court).

“Pernah saya tanya kepada yang mendaftar saat membuat akun E-Court, katanya saat PSBB Covid-19 ini emosinya sudah memuncak dengan pasangannya karena sudah tidak tahan kemelut rumah tangganya akibat tekanan ekonomi, dan pendaftar tersebut akan puas kalo sudah mendaftarkan gugatannya ini”, tuturnya lebih lanjut.

Baca Juga,  Pertama Kali Bupati KBB Melantik 127 Pejabat Secara Virtual Online, Ini Dia Daftar Nama Yang Dilantik

Saat disinggung apakah menurunnya data itu karena pelayanan melalui aplikasi yang kurang familiar kepada para warga, Ridwan tidak bisa memastikan hal tersebut, walaupun menurutnya pendaftaran melalui Aplikasi lebih mudah karena pemanggilan sidang pun tinggal menunggu Email dari petugas pengadilan.

Menurutnya, bisa jadi karena adanya pembatasan oleh aparat di kampung-kampungnya terkait peraturan PSBB, bisa juga karena enggan mendaftar gugatan karena memakai Aplikasi dimana tidak semua masyarakat mempunyai Email sebagai syarat utama pendaftaran, atau bisa juga menunda terlebih dahulu menunggu sampai habis Lebaran

“Tetapi dugaan yang saya yakini yaitu menunda pendaftaran gugatan sampai menunggu masalah Covid-19 yang melanda bumi Indonesia dinyatakan selesai oleh Pemerintah”, pungkasnya.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Link Banner
Link Banner

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed