oleh

TNI dan Polri Lakukan Shalat Ghaib Atas Wafatnya Almarhum KH Maimun Zubair

Kota Bandung, BANGBARA.COM-
Ratusan personel Polda dan prajurit TNI, serta segenap masyarakat yang hadir melaksanakan shalat ghaib untuk almarhum KH Maimun Zubair (Mbah Moen). Selain melakukan shalat ghaib, Polda Jabar juga menggelar tabligh akbar dan istighosah sebagai peringatan puncak perayaan hari Bhayangkara ke 73, bertempat di Masjid Al-Amman Polda Jabar. Rabu (07/08/19).

KH Maimun Zubair (Mbah Moen) adalah seorang ulama dan politikus Indonesia. Ia adalah pengasuh pondok pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang dan menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hingga ia wafat. Ia pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Rembang selama 7 tahun. Setelah berakhirnya masa tugas, ia mulai berkonsentrasi mengurus pondok pesantrennya.

Link Banner

Almarhum Mbah Moen wafat setelah melaksanakan salat subuh, pada pukul 04.30 waktu setempat di rumah sakit An-Nur Mekkah, Saudi Arabia.

Almarhum dimakamkan di Ma’la, Mekkah. Makamnya berdekatan dengan makam guru beliau, Sayid Alawi al-Maliki Al-Hasani dan makam istri Rasulullah SAW, Sayyidah Khadijah.

Selain melaksanakan shalat ghaib, Polda Jabar menggelar istighosah dan tabligh akbar dalam rangka menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah yang aman, damai dan kondusif.

Bertindak selaku penceramah, Habib Jidan Bin Novel Bin Salim dan istighosah dipimpin oleh Habib Rifki Bin Indrus Al Hamid.
Pada kesempatan tersebut, Habib Jidan Bin Novel Bin Salim memimpin doa untuk para tokoh masyarakat, tokoh agama, Kapolda Jabar, Pangdam III/Siliwangi, Gubernur Jabar, Jajaran TNI-Polri, Serta Ketua MUI.
Pada tausiyahnya, Habib Jindan Bin Novel Bin Salim pada intinya mengatakan bahwa persatuan merupakan kunci dari kedamaian hidup.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Drs. Rudy Sufahfiadi, dalam sambutannya mengatakan bela sungkawa atas wafatnya almarhum Mbah Moen.

Baca Juga,  Ditlantas Polda Jabar Laksanakan Kegiatan Operasi Keselamatan Lodaya 2019

“Kami atas nama keluarga besar Polda Jabar turut berbela sungkawa, semoga beliau diterima iman dan Islamnya dan bagi keluarga yang ditinggalkan, agar diberi kekuatan dan ketabahan,” ungkap Kapolda.

Kapolda juga mengungkapkan bahwa kegiatan istighosah kali ini merupakan rasa syukur kepada Allah SWT, bahwa sampai hari ini dalam rangkaian mengamankan Jawa Barat dan sekitarnya masih dalam keadaan aman.

“Kita bersyukur solidatas TNI-Polri tetap terpelihara, mari sama-sama membangun dan mengamankan Jawa Barat. Semoga Allah SWT selalu melindungi personel TNI-Polri dan masyarakat Jabar,” pintanya.

Masih menurut Kapolda Jabar, bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam bingkai NKRI. Namun perlu disikapi dengan baik, sebagai khasanah kekayaan potensi dan budaya bangsa.

Menyadari beragam perbedaan tersebut, para pendahulu bangsa sejak awal telah bersepakat untuk melebur perbedaan itu menjadi kesatuan, yang diikat oleh semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.

(ITN)

Link Banner

Komentar

News Feed