oleh

Ternyata Tugas UPT Kebersihan KBB Tidak Sederhana dengan Segala Keterbatasan, Begini Ceritanya

Link Banner

Padalarang, BANGBARA.COM. – Menurut Tupoksi (tugas pokok dan fungsi), UPT Kebersihan adalah Unit Pelaksana Teknis dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat tentang pengangkutan sampah, pengelola dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala UPT Kebersihan Kabupaten Bandung Barat (KBB) Nurjaman menceritakan beberapa permasalahan dan kendala yang dihadapi oleh pihaknya selama ini, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (17/09/2020).

Link Banner

Nurjaman menyebutkan bahwa Kantor UPT Kebersihan yang ada saat ini selain sebagai kantor juga berfungsi sebagai pull kendaraan Dipo, yang mana maksudnya adalah sebagai tempat transit para truk.

Dimana sampah yang di angkut menggunakan mobil kecil, kemudian di angkut kembali ke mobil bak besar, lalu transit dulu di pull Dipo yang nantinya akan dibuang ke TPA.

Nur panggilan akrab pria ini menyebutkan bahwa pihaknya bekerjasama dengan Balai Penanganan Sampah Regional (BPSR) Provinsi Jawa Barat (Jabar), dalam sehari bisa membuang 150-200 ton sampah ke TPA.

“Selain soal jumlah sampah, ada juga kendala yang (UPT) hadapi yakni masalah fasilitas sarana dan prasarana, dimana kita disiapkan 34 Dumb Truk dari KBB, 12 kendaraan kondisinya sudah tidak layak dan sering mogok di jalan, hingga akhirnya sering terjadi keterlambatan dalam pengangkutan sampah”, terang Nur.

Pihaknya berharap agar masyarakat dapat memaklumi kondisi yang dihadapi oleh UPT Kebersihan KBB ini, karena dari 16 Kecamatan di KBB yang harus dilayani, baru bisa 10 Kecamatan saja yang terlayani.

“Untuk pelayanan 10 Kecamatan, berdasarkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD), ada sekitar 290 titik pelayanan, baik RW, Perumahan, Industri dan Hotel, dan lainnya. Meski saat pandemi Covid-19 sebanyak 50 titik yakni Hotel, Penginapan, atau Restoran yang tutup, namun ternyata volume sampah yang harus diangkut tetap 150-200 ton /hari”, ungkapnya.

Baca Juga,  Puluhan Photographer Bandung Raya Kumpul di Cafe Duarupa, Intip Jepret 5 Model Cantik

Dilanjutkan Nur, untuk bisa melayani 10 Kecamatan, pihaknya hanya mempunyai 30 kendaraan, dengan kondisi 4 kendaraan yang siap, sedangkan normalnya harusnya 20-23 kendaraan yang siap.

“Bandingkan dengan Kota Cimahi yang mempunyai 53 Kendaraan untuk melayani 3 Kecamatan”, ujarnya lebih lanjut.

Menurut catatannya, Nur menyebutkan dengan kajian volume sampah dari 16 Kecamatan adalah 650 ton, yang artinya butuh sekitar 120 kendaraan. Terkait masalah sarana kendaraan ini jugalah yang menurut Nur menjadi kendala untuk menjangkau 16 kecamatan yang harus dilayani.

“Untuk wilayah selatan baru Cililin, Batujajar dan Cihampelas yang bisa terlayani. Wilayah utara baru Cikole, Cisarua, Lembang dan Parompong. Sedangkan wilayah tengah baru Ngamprah, Padalarang, Cikalong Wetan yang terlayani”, katanya.

Selain permasalahan mengenai kendaraan, pihaknya berharap agar Pemerintah KBB mau memikirkan untuk menyediakan tempat/kantor sendiri bagi UPT Kebersihan, karena selama bertahun- tahun berdirinya UPT Kebersihan sampai saat ini belum mempunyai kantor dan tempat pull kendaraan sendiri.

“Saat ini kantor kita berdampingan dengan pemukiman penduduk, yang mana akan menjadi masalah bagi penduduk karena harus menghirup aroma tidak sedap dari sampah yang menumpuk di UPT yang menunggu diangkut, yang otomatis juga akan menjadi polusi”, ucapnya.

Dengan segala permasalahan dan keterbatasan yang dihadapi saat ini, pihaknya tetap akan melakukan sesuai tupoksinya UPT Kebersihan akan tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat untuk pelayanan, pengangkutan, dan pengelolaan sampah di KBB.

Berharap juga dukungan dari masyarakat perihal sampah ini dengan tidak lagi membuang sampah sembarangan karena kini sudah ada Ketepatan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang sanksi bagi pelaku pembuang sampah sembarangan.

“Masyarakat yang ketahuan membuang sampah sembarangan akan dikenakan denda berupa materi Rp500 ribu, namun bilamana keseringan akan di kenakan tindak pidana ringan berupa kurungan 3-6 bulan guna memberikan efek jera” pungkasnya.

Baca Juga,  Puting Beliung Hantam Cililin KBB, 17 Rumah Porak Poranda, Ini dia Datanya

Ditambahkan bahwa untuk pembuangan sampah sembarangan di aliran sungai, akan dikenakan pasal berbeda dengan denda dan sanksi yang lebih besar karena berdampak pada lingkungan yang akan menyebabkan banjir dan merugikan orang lain.

 

Reporter: Mohammad Addien / Abdul Kholilulloh
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner

Komentar

News Feed