Data Corona Indonesia

Terkonfirmasi
3,127,826
Meninggal
82,013
Sembuh
2,471,678
Active
574,135
Last updated: 25 Juli 2021 - 1:23 pm (+07:00)

Data Corona Selengkapnya Klik di Sini

Indonesia
Terkonfirmasi 3,127,826 Meninggal 82,013 Sembuh 2,471,678 Active: 574,135 Last updated: 25 Juli 2021 - 1:23 pm (+07:00)
Link 

Banner
46

Terkait Penggalian Tanah, Kades Sirnajaya Tanggapi Keluhan Masyarakat, Begini Katanya

  • Bagikan
Kegiatan Cut and Fill dan pembuangan tanah di Kampung Legok Kondang RT01 RW22 Desa Sirnajaya, yang meresahkan warga. (foto: Bima).
Kegiatan Cut and Fill dan pembuangan tanah di Kampung Legok Kondang RT01 RW22 Desa Sirnajaya, yang meresahkan warga. (foto: Bima).

Gununghalu, BANGBARA.COM. – Suhardi, Kepala Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengungkapkan bahwa belum ada warga yang menemui dirinya atau Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk menyampaikan keluhan terkait adanya kegiatan Cut and Fill (galian tanah) dan pembuangan tanah di lokasi Kampung Legok Kondang RT01 RW22 Desa Sirnajaya.

Hal ini diungkapkannya untuk menanggapi kehebohan yang terjadi di masyarakat seperti yang dberitakan oleh Bangbara beberapa waktu lalu bahwa banyak masyarakat yang menjadi resah terkait kegiatan Cut and Fill tersebut.

Seperti diberitakan Bangbara sebelumnya, warga merasa mobilitas Dump Truck yang dalam sehari bisa 28 rit membuat arus lalu lintas jalan yang sempit menjadi terganggu. Lalu sisa tanah yang berceceran di jalan saat hujan membuat jalan menjadi licin dan beberapa kali membuat warga pengguna jalan menjadi jatuh, dan disat panas debu yang berasal dari tanah yang diangkut Dump truck beterbangan menyebabkan polusi.

“Jadi awalnya waktu itu dikatakan ada pengerjaan 3 hari, lalu saya tanyakan kepada perangkat Desa apakah sudah ada persetujuan dari warga setempat, RT/RW? Saat itu dia bilang sudah lengkap dan tidak ada masalah”, terang Suhardi saat ditemui, Rabu (09/06/2021).

Dilanjutkannya, beberapa hari kemudian ada pemberitaan tentang pencemaran lingkungan dan segala macam, hingga ada pengaduan dari warga masyarakat melalui BPD, hingga akhirnya membuat kehebohan.

“Saya langsung telusuri dan tanyakan kepada Ketua BPD apakah benar ada masyarakat yang mengadu tentang kegiatan penggalian tanah tersebut? Nah, Ketua BPD bilang tidak ada warga yang melapor”, lanjut Suhardi.

Suhardi kemudian mempertanyakan adanya Surat Pemberitahuan yang dimuat di Media tentang pengaduan masyarakat yang dikeluarkan oleh BPD, namun tidak ada keterangan dan tanda tangan dari Ketua BPD.

“Saya lalu bilang jika memang ada warga yang tidak setuju dan merasa kegiatan tersebut meresahkan, silahkan datang kepada saya untuk bisa dilakukan mediasi. Namun sampai detik ini tidak ada pihak masyarakat yang datang untuk minta mediasi”, terangnya.

Suhardi lalu mengatakan sudah meminta kepada Ketua BPD untuk segera menindaklanjuti agar permasalahan cepat selesai dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Ketua BPD bilang akan mengklarifikasi kalau ada masyarakat yang melapor, lalu akan bermusyawarah dan hasilnya akan dilaporkan kepada saya selaku Kades”, ucap Suhardi lebih lanjut.

Saat dikonfirmasi kembali apakah benar bahwa warga protes terkait kegiatan yang dianggap berdampak buruk terhadap lingkungan, Suhardi kembali menegaskan belum menerima laporan tersebut.

“Justru saya bingung karena banyak katanya nara sumber di masyarakat berbicara seperti itu, padahal selama ini warga masyarakat baik-baik saja. Namun sekali lagi jika memang benar ada permasalahan dan masyarakat merasa dirugikan, silahkan datang dan berbicara dengan saya biar semua jelas dan clear”, pungkasnya.

Saat tim Bangbara mengunjungi lokasi penggalian tanah tersebut, nampak masih adanya aktivitas penggalian itu, yang saat ini belum ada perwakilan masyarakat yang mengeluh, dan datang ke Kantor Desa. (Bima)

banner 728x90
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *