oleh

Terbang ke Negeri Kangguru, Ini Dia Oleh-oleh Kadis LH KBB Untuk Citarum

Link Banner

Ngamprah, BANGBARA.COM. – Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Apung Hadiat Purwoko, bersama Kadis LH se-Bandung Raya dan Jawa Barat, serta perwakilan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Padjajaran (Unpad) dan Universitas Indonesia (UI), pekan lalu berkesempatan untuk berkunjung ke Kota Melbourne, Australia.

Kunjungan selama 2 (dua) hari ini, untuk memenuhi undangan dari pihak Monas University untuk menghadiri workshop seputar pemeliharaan dan penanganan lingkungan Sungai Yarra yang berada di Benua Kangguru tersebut.

Link Banner

“Ternyata masalah penangan Sungai Yarra di Melbourne berangkat dari kesadaran masyarakat setempat yang berkaitan dengan kearifan lokal hingga Pemerintah bisa menangani permasalahan Sungai Yarra”, jelas Apung saat ditemui Redaksi Bangbara.com, Kamis (12/03/2020).

Menurut Apung, Suku asli di Australia yaitu Suku Aborigin masih di hargai dan menjadi panutan masyarakat sekitar. Jika ada ‘fatwa’ dari Kepala Suku yang membawahi 16 Suku yang ada, maka masyarakat akan menghargai dan mematuhinya.

Berkaitan dengan Sungai Yarra, ternyata Suku Aborigin telah membangun komitmen bersama Pemerintah untuk menjaga Sungai Yarra.

“Cara yang dilakukan Suku Aborigin dan Pemerintah setempat inilah yang menjadi salah satu dasar bagi Monas University jika memang metodenya dianggap cocok untuk coba di terapkan dalam penanganan Citarum Harum”, terang Apung kembali.

Jika memang bisa diterapkan, pihak Monas University akan membantu baik dari sisi tehnologi ataupun budaya untuk Program Citarum Harum.

“Secara tehnologi, nantinya dengan alat khusus akan di coba membuat air sungai bisa langsung di minum, seperti di Sungai Yarra. Dengan syarat tidak ada limbah berbahaya baik rumah tangga maupun industri. Sedangkan secara budaya akan dicoba bagaimana membangun komunikasi antara masyarakat setempat dengan pemerintah”, tutur Apung.

Baca Juga,  Setelah Viral, Desa di Atas Awan di Cianjur Ini Jadi Buruan Wisatawan

Menurut Apung, kunci utama mengapa masyarakat disana bisa melakukannya adalah budaya kepatutan dan disiplin turun temurun untuk menjaga alam dan lingkungan. Hal ini merupakan oleh-oleh bagi Apung saat kepergiannya ke Negeri Kangguru tersebut.

Berharap apa yang nampak sungai bersih di Australia dapat diterapkan baik untuk masyarakat maupun Pemerintah dalam membuat Program Citarum Harum menjadi berhasil.

Penulis: Guntur Priyo
Editor: Mohammad Addien

Link Banner
Link Banner

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed