oleh

Tenaga Medis VS Derita Korona

Link Banner

Opini, BANGBARA.COM. – Ada hal yang baru terjadi di dunia, hal ini membuat seluruh aspek menjadi lumpuh. Seluruh Dunia membuka mata pada satu titik tumpu melampaui dari segala lini sektor yang lain.

Ini Dia Wabah Virus Korona yang menyebabkan ribuan orang di seluruh dunia menderita Covid-19, sehingga Meninggakan cerita tragis dan kesedihan yang mendalam pada  setiap peristiwa nya.

Link Banner

Apa sih Korona Itu? Kenapa Ini Terjadi? Benarkah sekejam itu? Bertanya pada rumput bergoyang, bertanya pada angin yang berhembus, sepertinya percuma saja, karena semua ini hanya Tuhan yang tau maksud dan tujuanya.

Sehingga, meskipun segala macam daya dan upaya di lakukan, namun semua ini hanya Tuhan yang tau. Semua sudah terjadi mungkin ini adalah teguran dari Tuhan yang perlu dicermati dan dihayati untuk seluruh umat manusia.

Tapi taukah? Kejadian demi kejadian di seluruh pelosok dunia, tetap saja dari wabah korona ini, semua lini sektor bertumpu pada akses kesehatan di seluruh dunia.

Mendadak sakit, mendadak panik, semua menjadi sibuk, semua tergesa-gesa, kesadaran diri hilang, darah emosi mengalir, salahkan orang lain, salahkan keadaan, hingga tenaga medis menjadi bulan-bulanan kesalahan yang menumpuk.

Caci maki, tuntutan cepat tanggap, bergulir dalam waktu yang singkat, keterbatasan anggaran menjadi faktor utamanya karena semua menjadi hal dadakan yang dituntut agar dapat menyelesaikan dalam waktu singkat.

Taukah? Kondisi ini belum pernah dialami oleh para tenaga medis Sebelumnya, begitupun kita semua, bahkan semua seluruh lini sektorpun baru mengalaminya.

Bisa dibayangkan bagaimana para dokter bekerja, bagaimana para perawat bekerja? Bagaimana para bidang kesehatan lainya bekerja? Dalam waktu yang bersamaan, semua Alat Pelindung Diri tampil dengan harga meroket, mafia APD bermunculan, sehingga inilah yang disebut derita diatas derita.

Baca Juga,  Pelaksana Pembangunan Pasar Tagog¬†Pastikan 1 Tahun Selesai, dan Tidak Merugikan Pedagang

Garda terdepan, inilah resiko para tenaga medis, merekalah orang yang pertama mengalami resiko tertinggi penularannya korona. Siapa yang mau tau? Karena semua membela diri.

Tak ada waktu bagi mereka para tenaga medis untuk santai lagi bersama para keluarga nya, tak ada lagi waktu bagi mereka untuk shopping, atau melakukan kebahagiaan untuk dirinya sendiri.

Ini merupakan derita mereka para Dokter yang bertugas, para perawat, petugas puskesmas, ataupun para tenaga kesehatan lainya. Belum ada penghargaan bagi mereka dalam mengatasi wabah ini, namun mereka tetap menjalankan tugasnya.

Ternyata untuk menghadapi wabah ini tidak hanya tenaga medis saja yang harus menjadi bulan-bulanan beban tanggung jawab, tapi kitalah yang harus memulainya. dari diri kita, keluarga, lingkungan, bahkan semua lini sektorpun bekerja untuk hal ini.

Kini saatnya tak perlu saling menyalahkan, hilangkan kecemasan yang tinggi, bergegaslah sadarkan diri dan lakukan dengan segenap kemampuan, Tak ada waktu lagi untuk diperdebatkan, tak ada waktu lagi untuk di dendangkan.

Yakinlah, pada saatnya akan tiba kita semua terlepas dari derita misteri ini, hanya ada satu jalan untuk terhindar dari semua ini, yaitu mengingat Tuhan, serta serentak melawan virus ini dengan kekuatan diri sendiri.

Semangat untuk para Dokterku, para tenaga medisku, semoga tuhan melindungi kalian, sebagai penghargaan, ungkapan Ini disampaikan untuk seluruh tenaga medis di Dunia

Saya Mohammad Addien
(Sabtu, 4 April 2020)

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed