oleh

Team Kereta Cepat Adakan Sosialisasi Pengukuran Lahan, di Bojongkoneng KBB

 

NGAMPRAH, BBPOS – Kegiatan Sosialisasi Oleh PSBI (Pilar Sinergi Bumi Indonesia) gabungan dengan PT Jasamarga, PT KAI, PT Wika, PT Perkebunan Nusantara yang diadakan di Kampung Parakan Rt 02 Rw 08 Desa Bojongkoneng Kecamatan Ngamprah Bandung Barat.

Sosialisasi ini adalah seputar informasi kepada masyarakat tentang akan adanya pengukuran terhadap lahan masyarakat yang terkena dampak Kereta Cepat Jakarta Bandung. Acara sarasehan yang di adakan di Rumah Kediaman Kades Bojongkoneng Tedy Heriyadi, dihadiri oleh beberapa unsur masyarakat yang terdiri dari 100 orang perwakilan dari warga yang akan terkena jalur KCIC, Kades Bojongkoneng, Babinsa, Binmas perwakilan dari BPN KBB, yang diwakili oleh Agus Wikarya (Ketua B), Agus Sudarsono (Ketua Satgas), dan Heri pujiyanto. Dari perwakilan PT PSBI dihadiri oleh Janung, Imas, Nanang. Acara dimulai sejak pagi dan berakhir pada pukul 10.30 wib. Kamis (16/11/2017).

Kepala Desa Bojongkoneng menjelaskan, “acara yang diadakan ini hanya seputar informasi dan sosialisasi kepada masyarakat dalam hal perencanaan pengukuran pada Hari senin yang akan datang, dan memberitahukan kepada masyarakat yang terkena jalur kereta cepat agar mempersiapkan data yang dibutuhkan oleh petugas” tutur Tedy.

Jumlah Pemilik bidang tanah terdiri dari 94 pemilik bidang , dengan total 155 bidang dengan luas bidang tanah  89.570 M2. Acara dibuka oleh Kepala Desa Bojongkoneng Tedy Heriyadi, lalu dilanjutkan oleh perwakilan BPN dan PSBI yang menjelaskan Bahwa dalam Pembebasan dibentuk Satgas untuk melakukan pendataan, pengukuran, dan menggambarkan setiap bidang. Dilengkapi dengan status kepemilikan tanah agar supaya masyarakat  mempersiapkanya.

Mengenai bentuk lahan lain yang terkena pembebasan seperti kebon, akan didata lagi oleh Dinas terkait. Pengukuran akan dilakukan pada hari senin mendatang tanggal 20 november 2017 dengan  tanda patok warna merah yang harus dilakukan oleh pemilik, berikut  dengan adanya kesepakatan dari para tetangganya.

Dalam hal ini Masyarakat diberikan waktu selama 30 hari waktu kerja dengan inventaris dan indentifikasi  Waktu selama 9 ( sembilan ) bulan,  sedangkan Mengenai Makam nanti akan ada perhitungannya  tersendiri. Berikut mengenai tanah sisa akan ada team penilai tergantung tanahnya sedangkan untuk mengenai  status tanah ,harus mengacu pada aturan pertanahan .

(Adn/Dri)

 

115total visits,3visits today

Komentar

News Feed