oleh

Tanpa Bantuan Pemda, Wisata Stone Garden Segera Manjakan Pengunjung Dengan Kampung Hijau

Link Banner

Cipatat, BANGBARA.COM. – Obyek Wisata Stone Garden, sebagai salah satu Destinasi Wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus berbenah mempercantik diri.

Yang terkini akan direncanakan adalah membuat Kampung Hijau Berseri yang melibatkan warga di 2 RW yang tinggal di Sekitar Stone Garden, tepatnya di Kampung Girimulya, Desa Gunung Mas, Kecamatan Cipatat.

Link Banner
Salah satu spot Objek Wisata stone Garden, Kecamatan Cipatat, KBB. (foto: Addien/Bangbara)
Salah satu spot Objek Wisata Stone Garden, Kecamatan Cipatat, KBB. (foto: Addien/Bangbara)

“Tujan Kampung Hijau Berseri ini adalah dimana warga menanam menggunakan media limbah sampah seperti botol air mineral, lalu lahan kosong ditanami sayuran”, terang Sukmayadi, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Stone Garden-Pasir Pawon saat redaksi Bangbara.com berkunjung ke lokasi, Sabtu, (11/07/2020).

Lebih menariknya, pihaknya sebagai pengelola langsung Stone Garden ini bertekad penuh untuk memajukan wisata ini tanpa menunggu-menunggu bantuan apapun dari Pemda KBB.

Salah satu spot Objek Wisata Stone Garden, Kecamatan Cipatat, KBB. (foto: Addien/Bangbara)
Salah satu spot Objek Wisata Stone Garden, Kecamatan Cipatat, KBB. (foto: Addien/Bangbara)

“Sejak 2014 kami tidak lagi mendapatkan bantuan apa-apa dari Pemda KBB. Meskipun kami mendapatkan pembinaan, namun itu bentuknya hanya seremonial saja. Lalu setelah acara selesai, yang sudah begitu saja dan tidak berbentuk fisik maupun apapun untuk fasilitas di lokasi wisata” jelasnya.

Menurutnya, selama ini semua kebutuhan fasilitas yang ada di Stone Garden dibantu oleh CSR beberapa Perusahaan. Sehingga tekad Yadi bersama para pengurus yang lainnya tidak akan lagi menunggu bantuan Pemkab.

“Kami selalu mandiri. Meski sudah berbagai proposal, namun tetap saja belum pernah sekalipun ada bantuan. Sehingga untuk maju kenapa kita harus menunggu bantuan. Kita akan terus berjuang sendiri secara mandiri saja”, paparnya.

Pria yang juga merupakan Wakil Ketua Forum Komunikasi Pokdarwis KBB ini menambahkan, nantinya tiap warga juga diminta menanam tanaman atau bunga serta membuat warung kecil di depan rumah agar bisa menarik dan membuat pengunjung yang datang menjadi betah.

Baca Juga,  Komoditas Pertanian Anjlok Lebih 50%, Anggota DPRD Jabar Ini Kritisi Pemprov
Salah satu spot Objek Wisata Stone Garden, Kecamatan Cipatat, KBB. (foto: Addien/Bangbara)
Salah satu spot Objek Wisata Stone Garden, Kecamatan Cipatat, KBB. (foto: Addien/Bangbara)

“Kita akan berupaya penuh, agar tahun ini bisa terwujud. Karena kita ingin memanfaatkan wisatawan yang biasa berkunjung hanya beberapa jam lalu pulang, namun dengan adanya kampung hijau ini harapan agar menjadi betah dan lebih lama”, ujar pria yg juga akrab disapa Yadi ini.

Dilanjutkan Yadi panggilan akrabnya, selain menata lingkungan, hal lain yang ingin dilakukan adalah memberdayakan para pemuda agar belajar kesenian dan kebudayaan, karena nantinya akan menjadi daya tarik bagi wisatawan.

“Jika banyak wisatawan betah, otomatis akan menjadi pemasukan bagi warga dan juga mengisi kas RW yang mana nantinya warga tidak harus bergantung pada bantuan Pemerintah untuk kehidupan mereka”, lanjut Yadi.

Hal menarik lain diungkapkan Yadi, bahwa di Stone Garden tidak ada pekerja atau karyawan khusus dari luar, karena ternyata warga sekitar wisata sendiri yang terlibat sangat kompak dalam memeliha dan menjaga Stone Garden.

Salah satu spot Objek Wisata Stone Garden, Kecamatan Cipatat, KBB. (foto: Addien/Bangbara)
Salah satu spot Objek Wisata Stone Garden, Kecamatan Cipatat, KBB. (foto: Addien/Bangbara)

“Warga sudah tau masing-masing tugasnya. Untuk gaji mereka digunakan sistem pembagian. Saat Weekday 90-10, dan Weekend 70-30. Maksudnya dari total pemasukan, 10% (weekday) dan 30% (weekend) untuk Stone Gaeden, sisanya 90% (weekday) dan 70% (weekend) dibagikan untuk seluruh warga yang bekerja”, jelasnya.

Lebih lanjut Yadi juga menerangkan untuk fasilitas di Stone Garden sendiri sebenarnya sudah ada rencana dari pihak Masjid Salman ITB untuk membuat Mushalla, namun karena terbentur pandemi-Covid 19, rencana tersebut menjadi tertunda.

“Ke depan direncanakan akan dibuat Pendopo yang nantinya bisa disewa untuk digunakan sebagai tempat acara seperti rapat, dan lainnya. Tinggal menunggu Investor yang tertarik untuk ikut bergabung”, pungkasnya sambil tersenyum.

Baca Juga,  Menkeu Pastikan Gaji ke-13 PNS Cair Hari Ini

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed