oleh

Tak Punya Biaya Berobat, Euis Warga Cikalongwetan Ini Pasrah dengan Tumor di Rahimnya

Cikalongwetan, BANGBARA.COM. – Euis Kartini (50), warga Kampung Lapang RT002 RW005 Desa Cipada, Kecamatan cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hanya bisa pasrah menahan sakit akibat Tumor yang bersarang selama 2 tahun di rahimnya.

Penyakit yang dialami wanita kelahiran Bandung, 5 Juni 1970 ini, terjadi sekitar dua tahun yang lalu dengan di awali dari keguguran kehamilannya hingga proses pembersihan rahim yang tidak tuntas hingga akhirnya tumbuhlah Tumor jinak dalam perutnya.

“Dokter bilang katanya sakit Tumor Rahim. Sampai sekarang belum pernah dirawat karena keadaan ekonomi. Kasihan Dia Janda, tidak punya anak dan suami lagi”, terang Susi salah seorang keponakan Euis saat dihubungi, Selasa (20/10/2020).

Menurut Susi, Euis adalah anak ke 3 dari 4 bersaudara, dimana kedua orang tuanya sudah meninggal, sementara saudara lainnya tinggal berjauhan.

KTP milik Euis Kartini.
KTP milik Euis Kartini.

“Bibi saya sudah menikah 3 kali, saat dengan suami pertama pernah hamil namun keguguran. Dengan suami kedua dan ketiga tidak pernah hamil. Kayanya gara-gara keguguran yang pertama itu akhirnya tumbuh Tumor,” jelas Susi.

Akibat Tumor yang dideritanya ini, kondisi perut Euis kini menjadi bengkak seperti layaknya orang yang sedang hamil besar.

“Mau ngajuin bikin BPJS katanya jangankan yang gratis, yang bayar aja susah dengan alasan lagi Corona”, ucap Susi kembali.

Kondisi Euis semakin diperparah dengan situasi dimana dirinya kini tidak punya tempat tinggal dan hanya ikut menumpang hidup di rumah Pamannya.

“Bibi saya sekarang hidupnya ikut sama Pamannya, karena rumahnya yang dulu pernah ambruk dan sampai saat ini belum mendapatkan bantuan untuk perbaikan rumah. Pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah melalui ketua RW sebanyak 3 kali sebesar Rp150 Ribu. Untuk bantuan dari Gubernur, Bi Euis ga dapet, yang dapet kakaknya”, tutur Susi lebih lanjut.

Baca Juga,  Wah, Si Covid Belum Pergi, Kini KBB Dilanda Flu Burung
Lokasi bekas rumah Euis Kartini yang ambruk dan belum mendapatkan bantuan.
Lokasi bekas rumah Euis Kartini yang ambruk dan belum mendapatkan bantuan.

Apa yang diungkapkan Susi ini senada dengan apa yang diungkapkan Heri, salah seorang tetangga Euis yang mendatangi langsung rumah Euis dan menjenguknya.

“Kejadiannya sekitar dua tahun lalu, di awali dari keguguran dan proses pembersihan tidak bersih hingga tumbuhlah tumor jinak”, ungkap Heri.

Menurut Heri, Euis pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga selama 5 tahun sampai 28 Agustus 2020. Dalam keadaan sudah sakit dan perut sudah membesar, Euis pun masih berusaha bekerja.

“Walau sudah sakit dan perutnya membengkak, Bu Euis tetap kerja karena untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Selama sakit dia berobat sendiri dari hasil kerjanya itu karena tidak memiliki BPJS, KIS atau lainnya”, terang Heri.

Ditambahkan Heri, baru 3 bulan terakhir ini Euis pulang ke rumah karena sakitnya sudah semakin terasa sakit.

“Itu juga pulang ke rumah kakaknya, Bapak Asep Saepudin, karena rumah Bu Euis mengalami roboh di karenakan sudah lapuk dan belum diperbaiki karena sampai saat ini tidak ada bantuan”, ucap Heri.

Dihubungi secara terpisah, Ukin Sudaryana selaku Kades Cipada hanya memberikan penjelasan singkat bahwa pihaknya sudah memberikan bantuan dari BLTD sebanyak 3 kali, dan saat ini akan diberikan bantuan Gubernur.

 

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed