oleh

Tahun 2019, Pemerintahan Akur Janjikan Jalan KBB ‘Mulus’

Ngamprah, BANGBARA.COM – Untuk proyek pembangunan jalan di Kabupaten Bandung Barat (KBB), tidak melulu harus mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja. Namun hal itu bisa dilakukan dengan cara meminjam ke bank infrastruktur pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan keterbatasan anggaran.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan, Selasa (6/11/18) di Ngamprah. Menurutnya, selama ini Pemerintah KBB dihadapkan dengan persoalan jalan rusak di sejumlah titik. Sementara anggaran yang tersedia, bukan hanya mengurusi persoalan jalan saja. Melainkan masih banyak kebutuhan anggaran lainnya, yang tidak boleh diabaikan begitu saja.

“Kita mencari solusi bagaimana seluruh jalan di KBB bisa leucir (mulus) tanpa terlalu membebankan APBD. Ya, salah satu solusinya kita bisa pinjam ke bank infrastruktur pusat yang pengembaliannya bisa dicicil per tahun,” ucap Hengki.

Dijelaskan Hengki, total panjang jalan di KBB saat ini 518.07 km dengan kondisi jalan baik 308.05 km, kondisi rusak berat 123.57 km, kondisi rusak sedang 21.18 km dan kondisi rusak ringan 65.27 km. Untuk menjadikan seluruh jalan di KBB leucir, dibutuhkan anggaran yang jumlahnya mencapai trilyun-an rupiah.

Tentunya, jika pembangunan jalan tersebut dilaksanakan dengan menggunakan APBD, dipastikan tidak bisa diselesaikan dalam tempo waktu lima tahun saja. Namun melalui pinjaman ke bank infrastruktur pusat, hal itu bisa diatasi dengan waktu yang tidak terlalu lama. “Insha Allah, tahun 2019 jalan di KBB bisa leucir dengan anggaran pinjaman ke bank,” ucapnya.

Hengki memaparkan, untuk membuat jalan leucir bisa dilakukan dengan cara dibeton atau dihotmix. Hasil oret-oretannya, anggaran yang dibutuhkan untuk proses pembangunan dengan dibeton Rp2 miliar/km. Sedangkan untuk hotmix Rp1 miliar/km. Keduanya ditambah dengan anggaran bangunan pelengkap (TPT) Rp500 juta/km.

Jadi untuk menyelesaikan seluruh jalan kabupaten, dibutuhkan anggaran untuk beton Rp525.05 miliar dan untuk hotmix sebesar Rp315.03 miliar, masing-masing plus TPT sebesar Rp500 juta. Rinciannya sambung Hengki, untuk beton 210.02 km x Rp2,5 miliar=Rp525,05 miliar. Sedangkan untuk hotmix, 210.02 x Rp1,5 miliar = Rp315,03 miliar.

“Kita fokuskan saja untuk pembangunan yang rusak berat dan sedang jumlahnya 144.75 km. Kalau kita kalikan dengan Rp2,5 miliar, maka anggaran yang dibutuhkan Rp361,875 miliar per tahun,” ucapnya.

Dikatakannya, untuk penyelesaian seluruh jalan di KBB, tiap tahunnya dibutuhkan anggaran sebesar Rp97,3 miliar, ditambah dana pemeliharaannya sebesar Rp20 miliar. Dengan demikian total anggaran yang dibutuhkan untuk jalan KBB supaya leucir sebesar Rp110 miliar/ tahun.

Anggaran tersebut, kata Hengki bisa diback-up dengan pinjaman dari bank infrastruktur dengan bunga relatif terjangkau. Pembangunan jalan dengan skema pinjaman dari bank, dinilainya cukup realistis.

Hengki meyakini, dengan skema pinjaman daerah ke bank seperti itu cukup realistis. Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna-Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan yang memiliki jargon lumpat (lari) tersebut, bisa mewujudkan janji politiknya terhadap masyarakat, jalan KBB leucir tahun 2019. “Insha Allah Akur (Aa Umbara Sutisna-Hengki Kurniawan), menjadi solusi untuk KBB yang lebih baik,” pungkasnya. (Advetorial)

1431total visits,2visits today

Komentar

News Feed