Data Corona Indonesia

Terkonfirmasi
4,181,309
+3,145
Meninggal
139,919
+237
Sembuh
3,968,152
Active
73,238
Last updated: 17 September 2021 - 3:53 am (+07:00)

Data Corona Selengkapnya Klik di Sini

Indonesia
Terkonfirmasi 4,181,309 +3,145 new today Meninggal 139,919 +237 new today Sembuh 3,968,152 Active: 73,238 Last updated: 17 September 2021 - 3:53 am (+07:00)
Link 

Banner
258

Sibuk Membangun Opini, Tapi Lupa akan Pentingnya Pelaksanaan Pilkades

  • Bagikan
Ilustrasi Pilkades Serentak 2021. (foto: panrita).
Ilustrasi Pilkades Serentak 2021. (foto: panrita).

Cihampelas, BANGBARA.COM. – Rencana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2021 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang melibatkan 41 Desa, menjadi iklim yang sangat tidak menarik.

Dimana sebelumnya setiap Pilkades bergulir selalu menjadi pesta menarik bagi masyarakat diberbagai daerah, namun kali ini iklimnya membawa pada suasana yang hampa.

Berbagai forum diskusi, dari mulai warung kopi hingga media sosial pembahasannya selalu merujuk pada konstalasi ketidak puasan terhadap Pemerintah, yang dibangun opininya untuk menjadi buruk di mata masyarakat.

Perkiraannya hal ini terjadi diduga dilakukan oleh salah satunya oknum yang merasa keinginannya dan harapannya belum terakomodir saat bersama Bupati sebelumnya yang terjerat kasus hukum di KPK.

Sehingga hal ini berdampak kepada Plt Bupati Hengki Kurniawan yang menjadi bulan-bulanan kritikan tajam dari berbagai sisi dari mulai program jalan selatan KBB yang sudah akan dibangun, maupun isu lain yang dibangun untuk merusak tatanan di masyarakat.

Gunawan Rasyid (foto: pribadi).
Gunawan Rasyid (foto: pribadi).

Hal ini disampaikan langsung oleh Gunawan Rasyid salah seorang mantan Ketua Asosiasi LPMD KBB, yang memaparkan, bahwa banyak hal yang perlu dibahas dalam waktu dekat dalam prospek masa depan KBB.

Salah satu contohnya ada Pilkades di KBB yang harus tertunda akibat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Para tokoh-tokoh di KBB sepertinya lebih asik membahas issue makro terutama penyikapan terhadap program yang diluncurkan oleh pemangku kebijakan yang ada di KBB baik Eksekutif maupun Legislatif, padahal soal masa depan Desa juga sangat penting untuk dibahas”, terang Guras panggilannya, Sabtu, (10/07/2021).

Menurut Guras, kritik terhadap sebuah kebijakan Pemerintahan KBB sangatlah penting, akan tetapi melihat psiko politik di KBB saat ini sekeras apapun kritikan, sebesar apapun tekanan tidak akan bepengaruh signifikan bahkan tidak akan merubah keadaan.

Saat ini kelompok Pemerintahan hanya berpikir pada dua fokus, kelompok pertama adalah kelompok yang tidak ingin kehilangan konsentrasi membangun penguatan untuk kemenangan Pemilu 2024.

Apalagi menghadapi Pilkada, tahun 2024 KBB sesuai peraturan akan dipimpin oleh Plt/Pj Bupati sehingga perkiraan curva politik akan menjadi datar atau menjadi nol sehingga persaingan akan menjadi dinamis.

Sementara kelompok kedua merupakan kelompok yang tidak ingin kehilangan konsentrasi bagaimana melihat ujungnya menghadapi persoalan hukum yang ada di KPK karena persoalan ini tentunya sangat menguras energi.

Menyikapi Pilkades serentak tahun 2021 di KBB yang saat ini telah ditunda pelaksanaanya melalui Surat Keputusan Panitia Pilkades Serentak KBB No.4 Tahun 2021 sehubungan adanya kebijakan Pemerintah Pusat mengenai PPKM Darurat.

“Warga KBB ingin mengajak Tokoh Pergerakan, Tokoh Politik, dan Tokoh sentral lainya yang ada di KBB, untuk sedikit bergeser fokus untuk berpikir tentang Desa, potret sebuah keberhasilan Pemerintahan Kabupaten adalah terlihatnya masyarakat yang sejahtera, justru ada di Desa”, terangnya.

Proses menuju masyarakat sejahtera kontribusi terbesarnya adalah bagaimana masyarakat bisa membentuk Pemerintahan Desa yang berintegritas, transparan, dan banyak melibatkan partisipasi masyarakat.

“Masyarakat punya pekerjaan rumah harus bisa mencetak Kepala Desa yang berintegritas, amanah, visioner dan mempunyai kepemimpinan yang kuat, insyaallah dengan ditunjang APBDes rata-rata sekitar Rp3 Milyar per Tahun untuk masing-masing Desa, lalu apa yang sudah dilakukan oleh Pemdes yang ada selama ini? Sudahkan masyarakat sejahtera?”, tanya Guras.

Untuk mencapai tujuan tersebut tentunya peran aktifis, Tokoh masyarakat menjadi sangat strategis, kita bisa mewarnai dengan mengawal serta mendampingi Panitia Pilkades agar bisa bekerja sesuai aturan tanpa intervensi dari pihak manapun,

Para tokoh tadi bisa mengambil peran aktif untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa betapa pentingnya memilih pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab, tidak berdasarkan uang dan kekerabatan.

“Bila perlu aktifis atau tokoh masyarakat yang punya kompetensi diharapkan mau berkorban dengan mendaftarkan diri menjadi Calon Kepala Desa, apabila hasil kajian tokoh dan masyarakat setempat di desa tidak ada yang berpotensi, bisa mendorong calon dari luar Desa setempat demi kemajuan suatu daerah yang terkecil yaitu Desa lebih dulu” katanya.

Hal lain yang ingin disampaikan bahwa dengan mundurnya tahapan pelaksanaan Pilkades serentak ini , harus menjadi momentum bagi Panitia Pilkades Serentak tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa. Yaitu dengan melakukan evaluasi secara mendalam untuk menhindari dampak hukum antara lain harus mengurangi kecerobohan dalam komunikasi dengan masyarakat mengenai tahapan Pilkades, perbanyak sosialisasi.

Kamipun menilai berdasarkan hasil diskusi dengan Panitia Pilkades di beberapa Desa, bahwa bantuan keuangan dari Pemda KBB untuk pelaksanaan Pilkades dengan indek Rp.15.000./DPS ini sangat minim sementara Panitia bekerja 6 bulan, yang mendekati ideal hasil analisa di angka Rp.22.000./DPS.

Yang menjadi alasan karena masih mewabahnya Pandemi Covid-19, pelaksanaan protokol kesehatan dan kelengkapanya harus ketat dan lengkap, diperbanyaknya TPS dan Bilik TPS yang berdampak penambahan personil di TPS, termasuk personil pengamanan.

“Pemilihan Kepala Desa adalah bagian dari peristiwa Negara, walaupun pelaksanaanya hanya tingkat Desa, tapi Panitia bekerja atas perintah Undang Undang, jadi jangan dianggap enteng”, pungkas Kang Guras. (Addien)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *