oleh

Seniman KBB Ini Bertahan Hidup Saat Korona, Dengan Menjadi Pengrajin Ikat Kepala

Link Banner

Ngamprah, BANGBARA.COM. – Pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa waktu belakangan berdampak besar pada banyak bidang kehidupan masyarakat. Tak terkecuali bidang Seni dan Budaya.

Berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Ditjen Kebudayaan, sedikitnya ada 40.081 seniman yang terdampak Covid-19, karena pembatalan pertunjukan dan festival seni.

Link Banner
Asep Somantri, warga Kampung Cisalak, Desa Ngamprah RT01 RW05, Kecamatan Ngamprah, KBB, pembuat Iket Kepala Khas Sunda.
Asep Somantri, warga Kampung Cisalak, Desa Ngamprah RT01 RW05, Kecamatan Ngamprah, KBB, pembuat Iket Kepala Khas Sunda.

Tak sedikit para pelaku Seni Tradisional yang harus sampai harus menggadaikan bahkan menjual barang miliknya untuk bertahan hidup demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun hal ini tidak berlaku bagi para Seniman kreatif yang mampu berfikir dan menciptakan ide kreatif demi menyambung hidup disaat seni pertunjukkan ‘mati suri’ di saat pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah pasangan Asep Somantri (65), beserta Euis Sumiati (62), warga Kampung Cisalak, Desa Ngamprah RT01 RW05, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pasangan Asep Somantri dan Euis Sumiati, warga Kampung Cisalak, Desa Ngamprah RT01 RW05, Kecamatan Ngamprah, KBB, pembuat Iket Kepala Khas Sunda.
Pasangan Asep Somantri dan Euis Sumiati, warga Kampung Cisalak, Desa Ngamprah RT01 RW05, Kecamatan Ngamprah, KBB, pembuat Iket Kepala Khas Sunda.

Sebelum wabah Covid-19 melanda, Asep adalah seniman yang dikenal dengan nama panggung Aki Burangrang berprofesi sebagai pemain kendang, sedang Euis sang istri yang dikenal nama panggung Nini Comel berprofesi sebagai seorang Sinden. Keduanya tergabung dalam kelompok seni Putra Gandara Grup (PGG).

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Pandemi Covid-19 membuat pasangan yang sudah belasan tahun bergelut di dunia Seni Tradisiona Sunda seperti Jaipong, Wayang Golek, Calung, Pencak Silat, Singa Depok, dan lainnya, harus kehilangan puluhan job (pekerjaan) manggung.

Asep Somantri, warga Kampung Cisalak, Desa Ngamprah RT01 RW05, Kecamatan Ngamprah, KBB, pembuat Iket Kepala Khas Sunda, saat berbincang dengan Bangbara.com, Jum'at (24/07/2020).
Asep Somantri, warga Kampung Cisalak, Desa Ngamprah RT01 RW05, Kecamatan Ngamprah, KBB, pembuat Iket Kepala Khas Sunda, saat berbincang dengan Bangbara.com, Jum’at (24/07/2020).

“Ya mau bagaimana lagi, sama seperti seniman panggung lainnya, karena adanya Covid-19 sejak 4 bulan terakhir kita kehilangan sekitar 31 job manggung dalam dan luar kota”, terang Asep saat ditemui di kediamannya pada Jum’at (25/07/2020).

Baca Juga,  3 Bulan Pendamping PKH dan Kades Ini Rawat Warga Yang Sakit, Akhirnya Mak Epon Tutup Usia

Menurut Asep yang telah menjelajahi berbagai daerah seperti Banten, Karawang, Cikarang, Sampang, Pemalang, dan kota lainnya di pulau Jawa ini, akibat pembatalan seluruh job tersebut dirinya dan sang istri kehilangan pemasukan jutaan rupiah yang seharusnya bisa mereka dapatkan.

Namun situasi tersebut tidak membuat Asep dan Euis menjadi berputus asa dan berkecil hati. Bermodalkan ide kreatif dan imajinasi, keduanya berkreasi membuat iket kepala khas Sunda.

Pasangan Asep Somantri dan Euis Sumiati, warga Kampung Cisalak, Desa Ngamprah RT01 RW05, Kecamatan Ngamprah, KBB, yang membuat sendiri Iket Kepala Khas Sunda.
Pasangan Asep Somantri dan Euis Sumiati, saat membuat Iket Kepala Khas Sunda.

“Awalnya iseng melihat mesin jahit di rumah tidak dipakai, saya mencoba membuat masker lalu saya bagikan kepada tetangga di sekitar, lantaran harga masker sangat melonjak tinggi, sekalian beramal sedikit di masa pandemi ini. Kemudian muncul ide mencoba membuat iket kepala khas sunda”, ungkapnya.

Dilanjutkannya, setiap hari dirinya dan sang istri mulai mempelajari bagaimana cara membuat iket kepala, dari mulai membuat pola, menyatukan dan menjahit bahan, hingga akhirnya dengan keulatan dan pantang menyerah berhasil membuat beberapa buah iket kepala.

Asep Somantri saat menjahit Iket Kepala Khas Sunda.
Asep Somantri saat menjahit Iket Kepala Khas Sunda.

“Setelah jadi, saya tidak sengaja memposting hasilnya di Facebook, iket kepala berjenis Merak Ngibing ternyata laku dengan penawaran lumayan dari Rp30 ribu-50 ribu. Mulai dari situ kita mencoba membuat tipe yang lain, seperti Makuta Wangsa, Brama Kumbara, Barambang Semplak, dan alhamdulillah sambutannya cukup baik dan hasilnya lumayan untuk kebutuhan sehari hari”, tutur Asep kembali.

Dengan perlahan, Iket Kepala khas Sunda kreasi Asep dan Euis mulai diterima masyarakat dan pemesanan mulai berdatangan dari berbagai wilayah termasuk luar kota bahkan hingga ke wilayah Sorong, Papua.

Karena banyaknya pesanan dan banyak kalangan menyukai hasil karyanya, akhirnya Asep dan Euis mulai di kenal dan dipanggil dengan sebutan Aki Iket dan Nini Iket di lingkungan sekitar mereka.

Baca Juga,  900 Kios TPS Tagog Segera Dibangun, Bupati KBB Minta Warga Sabar Hadapi Kemacetan Selama Setahun
Euis Sumiati, saat menjahit Iket Kepala Khas Sunda.
Euis Sumiati, saat menjahit Iket Kepala Khas Sunda.

Tetapi cobaan kembali melanda. Disaat hasil karya mereka mulai diterima dan dikenal secara luas, faktor modal menjadi kendala yang mengakibatkan Asep dan Euis terpaksa mengistirahatkan beberapa pekerja mereka.

“Memang berat, saat pesanan mulai banyak kita kekurangan modal. Akhirnya dengan terpaksa dan berat hati kita istirahatkan dulu para pekerja yang biasa membantu kita. Jadi sekarang tinggal kami berdua yang mengerjakan langsung pembuatan dan pemesanan Iket Kepala”, lirih Asep.

Asep Somantri, saat membuat Iket Kepala Khas Sunda.
Asep Somantri, saat membuat Iket Kepala Khas Sunda.

Asep dan Euis berharap semoga bisa mendapatkan perhatian dan bantuan dari Pemerintah baik Gubernur Jawa Barat, Bupati KBB, atau Dinas terkait yang bisa lebih memperhatikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) milik mereka.

“Yang paling utama sih kita butuh mesin jahit dan mesin obras. Namun apapun bentuk bantuan kalau memang ada akan kita terima. Karena usaha kami ini juga secara tidak langsung akan bisa mengangkat produk tradisional Jawa Barat khususnya Sunda ke masyarakat secara lebih luas”, ucapnya.

Asep Somantri, warga Kampung Cisalak, Desa Ngamprah RT01 RW05, Kecamatan Ngamprah, KBB, pembuat Iket Kepala Khas Sunda, saat berbincang dengan Bangbara.com, Jum'at (24/07/2020).
Asep Somantri, warga Kampung Cisalak, Desa Ngamprah RT01 RW05, Kecamatan Ngamprah, KBB, pembuat Iket Kepala Khas Sunda, saat berbincang dengan Bangbara.com, Jum’at (24/07/2020).

Namun Asep dan Euis bertekad, ada atau tidak ada bantuan dirinya dan sang istri akan tetap terus berkarya demi mengangkat unsur Seni dan Budaya Tradisional Jawa Barat, khususnya Daerah Sunda.

Di akhir perbincangan, Asep merencanakan akan memberikan hadiah sebuah ikat kepala untuk Bupati Aa Umbara Sutisna dengan request (permintaan) pesanan sesuai keinginan sang Bupati. Hal ini diungkapkan Asep karena dirinya ingin sekali bertemu dengan orang nomor 1 di KBB ini sebagai salam perkenalannya.

Baca Juga,  Pelaku Penipuan dan Pemerkosaan Berkedok Lowongan Kerja Diringkus Polres Cimahi

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed