oleh

Sekolah Siaga Kependudukan Dari DP2KBP3A KBB, Resmi Diluncurkan

Ngamprah, BANGBARA.COM – Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dibawah naungan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi diluncurkan di 16 Kecamatan di KBB. Bersamaan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di lapangan Plasa komplek pemda KBB Ngamprah. Rabu, (24/10/18)

Program ini dilaksanakan sebagai dukungan dalam mengendalikan jumlah penduduk di KBB sejak dini melalui jalur edukasi di sekolah, yang di canangkan oleh program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Kepala DP2KBP3A KBB, Asep Wahyu di sela kegiatan Harganas XXV Tingkat KBB di Kompleks Pemda KBB menyampaikan, kasus pernikahan usia dini dan angka kemiskinan yang cukup tinggi masih menjadi perhatian pihaknya. Kemudian usia nikah pertama yang masih rendah, yaitu 18,75.

“Pengendalian penduduk menjadi perhatian kami dalam mendukung program BKKBN. Upaya kami dari tiga tahun lalu sudah membentuk Kampung KB sebanyak 118 kelompok dan berikutnya akan membentuk 16 Sekolah Siaga Kependudukan,” paparnya.

Asep memaparkan programnya secara singkat, dari Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), pihaknya ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak diusia 15-19 yang akan memasuki fase berkeluarga, bagi masyarakat yang masuk pada tahapan pernikahan, diharuskan memahami lebih dahulu apa saja siaga kependudukan itu, yang diantaranya, apa inti dari nikah? harus umur berapa saat menikah? Harus dengan siapa? Jika sudah menikah ingin punya anak berapa? Anaknya kelak akan jadi apa? Lalu pembiayaan anak harus dari mana?

“beberapa pengertian tentang menikah harus kita berikan pembinaanya, sehingga mereka bisa belajar mengolah masa depan diwaktu usia muda, Begitupun saat memutuskan menikahnya ditahun berapa? dari mulai usia 21 – 22 – 23 bisa melakukan Penangguhan Usia Perkawinan (PUP), itu bermanfaat, ketika pasangan usia ini pendek masa reproduksinya, kalau nikah diusia 15 hingga di push ke usia 50, berarti ada 35 tahun masa kesuburannya. Untuk itu perlu adanya PUP” jelasnya.

Kehadiran Kampung KB dan SSK diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan soal wawasan kependudukan. Total Fertility Rate (TFR) yang masih tinggi 2,3, dan jumlah prasejahtera juga di atas rata-rata 7,1%. Kondisi ini menjadi kendala dalam pembangunan keluarga berkulitas di KBB.

“Tujuan program ini adalah untuk menciptakan keluarga yang harmonis, tegar, lestari, dan tangguh demi menuju Bandung Barat yang Aspiratif, Kreatif, Unggul, dan Religius,” pungkasnya.

Ditempat yang sama Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna juga menilai keluarga merupakan faktor sosial pertama yang sangat penting, dan memiliki fungsi strategis dalam membekali individu dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya Aa, bahwa keluarga adalah pilar utama dalam pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang makmur dan sejahtera.

“Pembangunan daerah bertumpu pada pembangunan manusia yang berawal dari keluarga. Karena itu melalui visi AKUR saya ingin memujudkan kualitas keluarga yang tangguh di KBB,” jelas Bupati.

Masih menurut Bupati, pentingnya penerapan 8 fungsi keluarga. Yakni fungsi agama, budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosial dan pendidikan, ekonomi, serta lingkungan, melalui empat konsep pendekatan keluarga. Peringatan Hari Keluarga, bertujuan untuk mengingatkan kembali pemerintah daerah, mitra kerja, dan swasta tentang

“Kualitas keluarga sangat mempengaruhi kualitas seseorang. Dengan demikian, kondisi suatu keluarga sangat berpengaruh terhadap kualitas bangsa dan negara,” ucap Umbara.

Peluncuran SSK ini dilaksanakan bertepatan dalam pelaksanaan peringatan Harganas sekaligus pemutaran film KB Pria yang di beri judul ‘Suami Pemberani’ itu, menceritakan beberapa hal pentingnya ber KB dalam keluarga untuk perimbangan kesejahteraan keluarga.

Film pendek yang menceritakan sebuah keluarga yang banyak memiliki anak dan menjadikan kebutuhan keluarga dan keharmonisan menjadi kurang, sehingga salah seorang petugas Motivator KB Pria memberikan solusi untuk sang pria untuk ber KB hingga sukses kebahagiaan keluarga yang Diharapkanya.

Dalam penayangan film ‘Suami Pemberani’ tersebut, ditonton oleh Wakil Bupati KBB Hengki Kurniawan beserta ratusan peserta undangan yang ikut tertawa riang dengan cerita kocak yang di modifikasi oleh pembuatnya. (Advetorial)

234total visits,5visits today

Komentar

News Feed