oleh

Sejak Covid-19, SPBU Terimbas Pemasukan Menurun Hingga 50 Persen

Link Banner

Padalarang, BANGBARA.COM.– Sejak wabah Covid-19 melanda di Indonesia, kondisi menjadikan permasalahan bagi sektor usaha dalam segala bidang.

Salah satunya imbas ini dialami oleh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan menurunnya pembelian bahan bakar dari masyarakat sejak dimulainya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Link Banner
Link Banner

“Masyarakat banyak di rumah saat PSBB dan beraktivitas juga di rumah, sehingga tidak ada kegiatan yang besar di jalan raya. Ya sudah pasti pembelian bahan bakar menurun” papar Iwan pengelola SPBU 3440509 Cikamuning, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis, (16/7/2020)

Menurut Iwan kondisi ini terjadi sejak 4 bulan yang lalu atau sejak adanya informasi virus corona masuk ke Indonesia. Meskipun 1 bulan terakhir ini sejak New Normal pembelian sudah mulai naik kembali.

“Alhamdulillah sekarang pembelian bahan bakar sudah mulai membaik sejak New Normal, meskipun belum 100 persen, tapi kita sudah mulai sedikit membaik” katanya.

Iwan terus menceritakan kondisi usaha SPBU nya saat ini, beruntungnya pihak Pertamina memberikan kemudahan dengan pembayaran mudur sehingga usahanya ini masih tetap berjalan.

“Untungnya pihak Pertamina memberikan bantuan kredit sistem pembayaran yang tadi langsung, dan kini bisa mundur 2 Minggu. Sehingga kami bisa lebih ringan” ungkapnya.

Meski dengan kondisi terimbas adanya Covid-19, pihaknya tetap mempekerjakan 22 karyawanya yang bekerja di SPBU Cikamuning itu.

“Semua pegawai ada 22 orang tetap terus bekerja sejak PSBB meski pendapatan menurun” jelasnya.

Pihaknya sangat berharap kondisi akan normal kembali dan tidak menjadikan permasalahan besar bagi usaha yang lain juga.

“Semoga semua ini kembali normal kembali ya, pasti bukan hanya kami saja yang terimbas. Kemungkinan yang lainya juga banyak” tambahnya mengakhiri perbincangan.

Baca Juga,  Bupati KBB Angkat Jempol, Ada Desa yang Menyulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Kendaraan

Reporter: Abdul Kholillulloh
Editor: Mohammad Addien

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed