oleh

Sayang Anak, Hari Pertama PPDB Ratusan Warga Serbu SMP Favorit

Link Banner

Padalarang, BANGBARA.COM – Hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP 2019, beberapa sekolah Favorit di serbu ratusan warga yang ingin mendaftarkan anaknya di SMP Favorit.

Salah satunya di SMP 3 Padalarang, beberapa orang tua siswa yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah favorit di padalarang ini rela untuk datang pada pukul 5.00 WIB yang menunggu di depan gerbang sekolah, meskipun jam sekolah masuk pada pukul 7.00 Wib, para orang tua murid ini rela menunggunya.

“Ya pagi tadi memang sempat ricuh, karena ada beberapa orang tua siswa yang baru saja datang langsung mendapatkan tiket antri. Sedangkan yang datang dari pagi termasuk yang jam 5 pagi belum mendapatkan tiket, namun tidak berapa lama sudah kondusif kembali” jelas Iman salah satu orang tua murid yang memasukan kedua anak kembarnya itu.

Sistem yang dilakukan pihak sekolah adalah membuka pendaftaran selama 5 hari yang dimulai pada tanggal 1 hingga 5 Juli 2019. Pemberian tiket antrian dilakukan 100 tiket di hari pertama, dilanjutkan pada hari berikutnya yang nantinya akan dipanggil sesuai nomor urut dan di daftarkan berkas-berkasnya oleh panitia.

SMP 3 Padalarang ini terdapat 9 Roombel (Ruangan Belajar) yang akan diisi sebanyak 32 orang, sehingga SMP ini total membutuhkan sebanyak 288 siswa. Berlakunya zonasi sudah diberlakukan oleh pihak sekolah dengan mengatur dari data Kartu Keluarga (KK).

Panitia PPDB SMP 3 Padalarang, sedang mendata pendaftar yang sudah antri. Foto/Mohammad Addien

Berlakunya sistem zonasi ini sempat menuai protes orang tua siswa, karena bagi anak yang berprestasi sekalipun, dia tidak dapat masuk ke sekolah favorit, namun hanya warga dari zona yang di tentukan saja yang dapat di terima tanpa melihat jumlah NEM.

Baca Juga,  Wakapolda Jabar Tinjau Lalin Protokol Lembang

Toni Permana warga Kampung Sukamaju, Desa Padalarang ini, sempat kecewa saat mendaftarkan anaknya karena sistem hari pertama pendaftaran, pihaknya menduga ada praktek sistem percaloan sehingga hal ini dapat merugikan para pendaftar yang menempuh jalur normal.

“Saat antrian pengambilan nomer, saya menduga hal ini disusupi segelintir calo, sehingga ibu-ibu yg ngantri dari subuh tidak kebagian nomer antri di karenakan ada calo yg mengakonodir, dan pihak sekolah pun tidak tegas” jelasnya.

Saat akan dikonfirmasi soal kondisi kekisruhan yang terjadi itu, Kepala Sekolah SMP 3 tidak berada di tempat, sehingga beberapa wartawan yang hadir, bertemu langsung oleh Siti seorang TU di sekolah itu.

Siti, yang sudah sejak lama bertugas di SMP 3 Padalarang itu memberikan keterangan kepada Bangbara.com, bahwa pendaftaran lancar-lancar saja. Dan memastikan tidak ada calo disini. Meskipun ada sedikit troubel berebut nomor antri, menurutnya itu sudah biasa disemua sekolah.

“Untuk setiap hari pertama pendaftaran sekolah, sudah biasa hal ini terjadi saling berdesak-desakan. Padahal kita membuka pendaftaran itu selama 5 hari, dan yang daftar pertamapun belum tentu di terima, tergantung persyaratan yang diterima oleh panitia sesuai atau tidak dengan ketentuan. Jadi sebaiknya tidak perlu berdecak-desakan. Dan untuk praktek calo saya pastikan tidak ada” Jelas Siti.

(Adn)

Komentar

News Feed