oleh

Satu Lagi Wartawan Jadi Korban Pengeroyokan dan Ancaman Saat Liputan

Link Banner

Cimahi, BANGBARA.COM. – Aksi premanisme dan kekerasan terhadap Pers kembali terjadi. Kali ini menimpa Rusdi Wan Umar, Wartawan  dari Global Media News di depan Pabrik Tekstil CV. Karindo Jalan Nanjung No. 123 Cimahi Selatan, pada Selasa (08/09/2020).

Menurut Saksi mata yang melihat kejadian tersebut, awalnya ada belasan orang dengan menggunakan dua unit mobil dan tiga unit sepeda motor masuk kedalam Pabrik. Tak lama Kelompok yang diduga preman bayaran tersebut keluar dari gerbang Pabrik sambil berteriak mengeluarkan kata kata kasar sambil mengacungkan golok.

Link Banner
Link Banner

Setiba diluar Pabrik, kelompok ini membabi buta membacok warga yang sedang duduk di pinggir jalan depan Pabrik dengan menggunakan senjata tajam jenis golok, termasuk melakukan pemukulan dan pengeroyokan kepada Wartawan yang sedang meliput kejadian sambil menodongkan pisau.

Rusdi di dampingi Rahmat selaku Pemimpin Redaksi (Pemred) Global Media News, membuat laporan di SPKT Polres Cimahi atas pengeroyokan dan kekerasan yang terjadi di depan Pabrik Tekstil CV. Karindo Jalan Nanjung No. 123 Cimahi Selatan, Selasa (08/09/2020).
Rusdi (kanan) di dampingi Rahmat (kiri) selaku Pemimpin Redaksi (Pemred) Global Media News, membuat laporan di SPKT Polres Cimahi atas pengeroyokan dan kekerasan yang terjadi di depan Pabrik Tekstil CV. Karindo Jalan Nanjung No. 123 Cimahi Selatan, Selasa (08/09/2020).

“Sepertinya ini sangat terencana, karena kelompok preman ini bergerak awalnya dari dalam Pabrik untuk melakukan tindakan kekerasan. Saat mereka keluar terlihat ada petugas keamanan Pabrik, yang seharusnya bisa meredam dan mencegah aksi kekerasan, akan tetapi petugas keamanan tersebut seakan tidak ingin mau tau”, ucap Saksi yang tak ingin namanya disebutkan, seperti dikutip dari globalmedianews.co.id

Rusdi yang ketahuan merekam video situasi kejadian pengeroyokan oleh kelompok preman tersebut, langsung di hampiri dan langsung dipukul dengan benda tumpul yang mengakibatkan luka dan pendarahan di hidungnya.

Tak cukup sampai disitu, kelompok preman tersebut sambil menodongkan pisau ke arah muka Rusdi, berupaya mau merampas telepon genggam yang digunakan oleh Rusdi untuk merekan kejadian tersebut.

Baca Juga,  Bupati KBB Angkat Jempol, Ada Desa yang Menyulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Kendaraan
Rusdi di dampingi Rahmat selaku Pemimpin Redaksi (Pemred) Global Media News, membuat laporan di SPKT Polres Cimahi atas pengeroyokan dan kekerasan yang terjadi di depan Pabrik Tekstil CV. Karindo Jalan Nanjung No. 123 Cimahi Selatan, Selasa (08/09/2020).
Rusdi (tengah) di dampingi Rahmat (kanan) selaku Pemimpin Redaksi (Pemred) Global Media News, membuat laporan di SPKT Polres Cimahi atas pengeroyokan dan kekerasan yang terjadi di depan Pabrik Tekstil CV. Karindo Jalan Nanjung No. 123 Cimahi Selatan, Selasa (08/09/2020).

Beruntung Rusdi berhasil lolos dari kejaran dan langsung menuju ke Mapolres Cimahi meminta perlindungan hukum serta melaporkan kejadian yang dialaminya.

“Baru saja beberapa detik mengambil gambar (video), mereka menghampiri dan langsung memukul, padahal saya sudah bilang kalau saya ini wartawan, namun mereka menodongkan pisau dan berusaha mau mengambil Handphone saya”, ungkap Rusdi.

Dengan didampingi oleh Rahmat selaku Pemimpin Redaksi (Pemred) Global Media News, Rusdi akhirnya membuat laporkan pengeroyokan dan penganiayaan Ke SPKT Polres Cimahi dengan Nomor: LP.B/489/IX/2020/JBR/RES CMH. Ia berharap para pelaku dan aktor dibelakang layar segera ditangkap dan di proses secara hukum oleh pihak berwajib.

Surat Laporan Polisi yang dibuat Rusdi di SPKT Polres Cimahi atas pengeroyokan dan kekerasan yang terjadi di depan Pabrik Tekstil CV. Karindo Jalan Nanjung No. 123 Cimahi Selatan, Selasa (08/09/2020).
Surat Laporan Polisi yang dibuat Rusdi di SPKT Polres Cimahi atas pengeroyokan dan kekerasan yang terjadi di depan Pabrik Tekstil CV. Karindo Jalan Nanjung No. 123 Cimahi Selatan, Selasa (08/09/2020).

Sementara itu, Rahmat sangat mengecam dan mengutuk keras segala bentuk dan upaya kekerasan terhadap wartawan, karena bentuk kekerasan seperti itu sangat tidak dibenarkan dalam undang-undang, khususnya Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, Pasal 18 Ayat 1 disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda sebanyak Rp500 juta.

Ditegaskan oleh Rahmat, pihaknya mendukung sepenuhnya upaya hukum yang ditempuh dengan melaporkan kasus ini ke Polres Cimahi dan berharap kepada pihak Kepolisian secepatnya mengusut tuntas kasus tersebut.

Baca Juga,  5 Ruas Jalan di Kota Bandung Akan Ditutup Terkait Covid, Ini Lokasinya

“Karena Negara kita ini Negara Hukum bukan Negara preman. Lawan dan berantas premanisme, sesuai pesan Pak Kapolri beberapa waktu lalu bahwa Polri tidak akan memberi ruang kepada kelompok preman yang membuat resah dan takut masyarakat”, pungkasnya.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed