Data Corona Indonesia

Terkonfirmasi
3,127,826
+45,416
Meninggal
82,013
+1,415
Sembuh
2,471,678
Active
574,135
Last updated: 25 Juli 2021 - 12:38 am (+07:00)

Data Corona Selengkapnya Klik di Sini

Indonesia
Terkonfirmasi 3,127,826 +45,416 new today Meninggal 82,013 +1,415 new today Sembuh 2,471,678 Active: 574,135 Last updated: 25 Juli 2021 - 12:38 am (+07:00)
Link 

Banner
53

Satpol PP KBB Turunkan Personil Pastikan Tak Ada PKL di Tagog Padalarang

  • Bagikan
Satpol PP KBB lakukan monitoring PKL di kawasan sekitar Masjid Agung Padalarang, Kamis (10/06/2021). (foto: Dok Satpol PP KBB).
Satpol PP KBB lakukan monitoring PKL di kawasan sekitar Masjid Agung Padalarang, Kamis (10/06/2021). (foto: Dok Satpol PP KBB).

Padalarang, BANGBARA.COM. – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan monitoring (pengawasan) terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di pinggir jalan.

Monitoring ini dilakukan di Jalan Raya Purwakarta, tepatnya di sekitar Masjid Agung Padalarang, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, pada Kamis, (10/06/2021).

Poniman, Kabid Trantib dan Tranmas Satpol PP KBB. (foto: Addien).
Poniman, Kabid Trantib dan Tranmas Satpol PP KBB. (foto: Addien).

“Kami melakukan monitoring mulai pukul 00.00 WIB hingga selesai pukul 08.00 WIB dengan menurunkan 12 personel di lapangan”, ujar Poniman, Kabid Trantib dan Tranmas (Ketentraman Ketertiban dan Ketertiban Masyarakat), saat ditemui di ruang kerjanya.

Poniman menyebut, Sasaran dari kegiatan tersebut adalah memberikan teguran kepada setiap pedangan kaki lima yang akan berjualan, serta memberi arahan ke setiap pedagang supaya pindah lagi ke Pasar Relokasi atau Pasar Sementara (TPS).

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif. Selama monitoring di lokasi, tidak tampak ada lagi pedagang yang berjualan si sepanjang jalan, hingga tidak ada yang mendapatkan teguran atau himbauan, mungkin ini disebabkan para pedagang sudah sadar dengan sendirinya untuk tidak berjualan ditempat yang dilarang dan mau berjualan di tempat yang sudah disediakan Pemerintah “, terang Poniman.

Satpol PP KBB lakukan monitoring PKL di kawasan sekitar Masjid Agung Padalarang, Kamis (10/06/2021). (foto: Dok Satpol PP KBB).
Satpol PP KBB lakukan monitoring PKL. (foto: Dok Satpol PP KBB).

Dilanjutkan Poniman, pihaknya sebelumnya sudah mengundang Paguyuban Pedagang, Pihak PT Bina Bangun Persada (PT. BBP) selaku pengembang pembangunan Pasar Tagog, dan juga beberapa Dinas terkait untuk membahas penataan di wilayah Padalarang.

“Tujuannya untuk menunjukkan bahwa menertibkan ada cara humanis dan kekeluargaan agar bisa menjadi pelajaran ke depan. Saat menertibkan sesuatu kita menyebutnya penataan. Di wilayah Padalarang ini kita sebut penataan Kota Padalarang. Kenapa kita sebut Kota Padalarang? Karena ke depan Padalarang akan menjadi Kota”, tuturnya.

Diskusi dengan perwakilan Paguyuban Pedagang. (foto: Dok Satpol PP KBB).
Diskusi dengan perwakilan Paguyuban Pedagang. (foto: Dok Satpol PP KBB).

Poniman mengatakan PKL hanya merupakan persoalan kecil di Padalarang, karena banyak hal lain yang harus ditata. Untuk itulah pihaknya mengundang semua pihak untuk duduk bersama berdiskusi tujuannya agar seluruh pihak bisa mengerti.

Terkait pelaksanaan monitoring terhadap PKL, Poniman mengatakan selama 5 hari kedepan hingga Selasa (15/06/2021), pihaknya akan menugaskan 12 personel untuk bergiliran setiap 12 jam, 6 personel untuk berjaga di lokasi sekitar Masjid Agung Padalarang.

“Selanjutnya kita akan liat situasi apakah akan dilakukan setiap hari atau selang seling. Minimal ini akan dilakukan 1-2 bulan ke depan. Setiap malam mobil petugas akan standby di lokasi”, jelasnya.

Suasana sekitar Masjid Agung Padalarang. (foto: Dok Satpol PP KBB).
Suasana sekitar Masjid Agung Padalarang. (foto: Dok Satpol PP KBB).

Poniman berharap baik pedagang ataupun pihak manapun untuk mau sama-sama berfikir dewasa dan dengan kepala dingin untuk membangun KBB agar jadi lebih baik.

“Para PKL silahkan berdagang, namun berdaganglah di tempat yang disediakan, bukan di trotoar karena itu melanggar peraturan. Maju mundur KBB bukan hanya di tangan Satpol Pp atau Pemerintah, namun juga masyarakat ikut berperan”, pungkasnya. (Addien/Abdul)

banner 728x90
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *