oleh

Sambut Kadis Baru di Pertanian KBB, Tokoh Petani Ulus Pirmawan Minta Sesuatu, Begini Katanya

Link Banner

Lembang, BANGBARA.COM. – Angin segar mulai berhembus kepada para petani di Kabupaten Bandung Barat (KBB), karena setelah menunggu lama, kini sosok Kepala Dinas (Kadis) di KBB telah hadir.

Sosok Kadis di dunia pertanian ini sangat dibutuhkan oleh para petani, apalagi kondisi Covid-19 saat ini membuat sangat dibutuhkannya sosok yang akan membuat gebrakan baru.

Link Banner

Ulus Pirmawan dari Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang ini yang merupakan Petani Teladan Asia Pasifik asal KBB yang memperoleh penghargaan dari FAO (Food and Agriculture Organization atau Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) tahun 2017, menceritakan soal pertanian, saat berbincang dengan Bangbara.com, Jum’at (10/07/2020).

Menurutnya, Sektor Pertanian di KBB harus mengikuti perkembangan teknologi di Era Digitalisasi saat ini agar tidak tertinggal dengan Negara yang lain.

“Negara luar mayoritas sudah menggunakan alat berteknologi maju, baik itu dalam proses tanam, perawatan maupun panen. Kita juga harus melakukan hal yang sama jika tidak ingin ketinggalan”, ungkap pria berusia 45 tahun ini.

Selain soal teknologi, Ulus juga menyebutkan untuk memajukan sektor pertanian dibutuhkan pemerataan di semua wilayah di KBB, artinya tidak hanya di Lembang saja, lokasi lainya pun perlu dikembangkan.

“Memang Lembang sudah dikenal sebagai wilayah barometer pertanian, namun akan lebih baik jika dilakukan pemerataan di daerah lainnya seperti di wilayah selatan. Agar seluruh wilayah KBB sektor pertaniannya dapat maju dan berkembang seperti di Lembang”, lanjutnya.

Terkait terpilihnya Heru Budi Purnomo sebagai Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB yang baru, Ulus memberikan sedikit pandangan dan harapanya bagi petani di KBB.

“Kita tahu bahwa Kadis yang lama sudah banyak memberi perhatian juga kepada petani. Dengan mengadakan perayaan hari untuk petani. Hal ini perlu dipertahankan, namun tetap harus ada gebrakan baru lainnya”, ujarnya.

Baca Juga,  Pemda KBB Beri Motivasi Para Santri, Pada Milad Ponpes At-Taufiiqiyah Bustanul Ma'arif ke 17

Salah satunya menurut Ulus adalah dengan sering mengikuti Event besar pertanian seperti Expo di Kota lain, karena disanalah peluang pasar yang sangat besar berada.

“Saat Expo, berkumpul dari para pelaku sektor pertanian dari kota maupun Negara luar. Ini akan jadi peluang pasar yang sangat besar untuk membuat pertanian di KBB menjadi besar dan dikenal. Jika hanya berharap pasar dari dalam akan sulit berkembang”, terangnya kembali.

Ulus menyebut Pemerintah juga harus memfasilitasi kebutuhan para petani untuk lebih maju dan berkembang baik sarana dan prasarana, karena di KBB banyak memiliki potensi untuk itu, seperti Hidroponik contohnya baik dari sisi keahlian maupun produknya.

“Kadis baru harus punya target dalam hitungan bulan atau tahun, seperti bagaimana caranya Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) memunculkan komoditas potensi tiap wilayah yang bisa dikembangkan dalam skala Nasional maupun Internasional”, tegasnya.

Bagi Ulus, pemetaan wilayah sentral sayuran maupun buah-buahan perlu dilakukan agar bisa merata dan tiap wilayah punya keunggulan, yang secara otomatis nanti bisa dijadikan sebagai salah satu tujuan objek wisata hingga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Saat disinggung apakah Pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap para petani, Ulus menyebut tidak dapat dipungkiri memang ikut berpengaruh terhadap pelaku pasar terutama terkait harga di pasaran, namun dirinya bersyukur, petani di KBB tidak banyak yang mengeluh.

“Ini yang harus dijaga Pemerintah agar petani terus bersemangat. Semoga dengan Kadis baru ini bisa memajukan pertanian dengan dukungan semua pihak dari bawah sampai atas. Saya akan support demi kemajuan petani di KBB dengan segala kemampuan yang saya miliki.”, ucap pria yang juga berperan sebagai Duta Milenial Sektor Pertanian ini.

Baca Juga,  Akhirnya, 19 Orang Relawan Melaksanakan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Disaksikan Jokowi

Ketika ditanya mengapa dirinya begitu intens membantu perkembangan pertanian di KBB, Ulus menyebutkan walau dirinya hanya lulusan Sekolah Dasar (SD), namun dirinya merasa punya punya tanggung jawab untuk itu.

“Saya memang hanya lulusan SD, diangkat oleh Menteri sebagai Duta Milenial Sektor Pertanian juga tidak mendapatkan gaji, namun saya merasa ikut bertanggung jawab dan tugas saya harus memajukan sektor pertanian tidak hanya di KBB tapi juga di Indonesia”, ungkapnya sambil tersenyum.

Walau dirinya hanya mengelola Kelompok Tani di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, namun Ulus menyebut tiap bulannya selalu ada yang datang untuk magang atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) baik dari Universitas maupun perorangan dari luar kota.

“Alhamdulillah, semua bisa berhasil menerapkan ilmu yang saya berikan ketika mereka kembali ke daerah asalnya. Saran saya banyak untuk kaum muda tidak perlu gengsi mempelajari pertanian. Banyak yang bisa dilakukan, tidak harus jadi petani saja, bisa juga untuk pemasaran hasil tani. Asal mau fokus Insya Allah bisa berhasil”, pungkasnya.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed