oleh

RSUD Cililin Umumkan, 3 Bocah Viral Tidak Terlantar dan Masih di Isolasi

Link Banner

Batujajar, BANGBARA.COM. – Beredarnya kabar mengenai terlantarnya 3 orang anak dari keluarga yang terpapar Covid-19 di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), di bantah oleh Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin, dr Ahmad Oktorudy.

“Tidak benar jika 3 anak tersebut terlantar. Saat ini ketiganya dirawat di RSUD Cililin”, tegas Okto panggilan akrabnya saat ditemui awak media, Senin (06/04/2020).

Link Banner

Awal mula keluarga ini bisa terpapar setelah satu pasien laki-laki berusia 40 tahun dinyatakan positif COVID-19 terpapar dari klaster Lembang. Dimana yang bersangkutan saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Tak lama, ibu dari pasien tersebut yang sudah berusia lanjut pun dinyatakan positif dari hasil rapid tes. Begitu pula istri dan satu anaknya yang masih berusia 4 tahun juga dinyatakan positif dari hasil rapid tes. Dua anaknya lagi berusia 7 dan 12 tahun ternyata negatif.

Lebih lanjut Okto menerangkan, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, dan sesuai instruksi Bupati, serta mempertimbangkan sisi medis tentang 2 anak yang negatif apakah diisolasi di rumah atau di RS.

“Karena yang negatif melakukan kontak erat dengan yang positif, maka diputuskan di isolasi secara bersamaan”, terang Okto kembali.

Keterangan ini tak berbeda dengan yang sebelumnya diberikan oleh Hernawan selaku Kepala Dinkes KBB.

“Satu keluarga di ruang isolasi RSUD Cililin ada lima orang. Yang positif dari hasil rapid test ada tiga yaitu neneknya, istrinya, dan anaknya yang masih 4 tahun. Dua anaknya lagi berusia 7 dan 12 tahun berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), tapi ikut tinggal di RSUD karena di rumah enggak ada siapa-siapa,” terangnya seperti yang diberitakan Bangbara.com, Minggu (05/04/2020).

Baca Juga,  Setelah 3 Bulan Mati Suri, Peternak Bebek Petelur di Tegal Kini Bangkit Lagi

Hernawan menyebutkan, dua anak yang negatif itu memang tidak ada yang mau merawat. Dari hasil penelusuran, warga sekitar atau saudaranya mengaku khawatir ikut terpapar COVID-19.

“Wajar masyarakat takut merawat keluarga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) apalagi yang positif, tapi tidak sampai menelantarkan juga seharusnya. Mungkin akibat tidak masifnya edukasi dan sosialisasi yang sampai ke masyarakat,” pungkasnya.

Hingga saat ini, Dinkes KBB masih menunggu hasil tes swab dari keluarga tersebut. Tes swab atau tes menggunakan metode molekuler alias Polymerase Chain Reaction (PCR) ini dilakukan untuk memastikan ulang pasien benar masih terpapar COVID-19 atau tidak.

Link Banner
Link Banner

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed