oleh

Router Yang Terbakar Inilah, Yang Membuat Pelayanan Disdukcapil KBB Terhambat

 

Rooter yang terbakar inilah yang mengakibatkan Server pada Pelayanan Disdukcapil Bandung Barat tidak berjalan

NGAMPRAH, BBPOS – Pelayanan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang terhambat ini, akibat dari musibah terbakarnya Router jenis Cisco 2900 series Jarkomdat KTP-EL Alat yang berada sejak pengadaanya pada Tahun 2011, dan Kabupaten Bandung Barat termasuk Kabupaten yang paling Awet alias paling lama mempertahankan kekuatan Alat Router itu di banding dengan Kabupaten atau Kota yang lain.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Wahyu Diguna disela makan siang di ruang kerjanya menuturkan kepada BBPOS,  “kami dari Disdukcapil menghaturkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Bandung Barat karena adanya musibah ini, dan masyarakat agar bersabar karena Alat yang bermasalah ini sedang di tukar dengan yang baru oleh petugas yang sedang dalam perjalanan, Segera pelayanan akan berjalan lagi, agar semua kebutuhan masyarakat tidak terhambat.” katanya. Kamis (16/11/2017)

Tatang, yang dipanggil akrab dengan Tatang Kumis adalah salah satu petugas Administrasi Database (ADB) menyampaikan kepada BBPOS di ruang Kepala Dinas, bahwasanya masyarakat agar bersabar “ dua orang petugas sudah mendapatkan tugas dari Kepala Dinas Disdukcapil yaitu Cucun Cahyadi (Kasi Statistik) dan Dedi Rahmadi (ADB), saat ini sudah berada di jakarta untuk menukarkan Alat tersebut dan hari ini Kamis malam (16/11/2017) akan sampai di kantor Disdukcapil lagi, setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan alat tersebut, dan Insya Allah Senin (21/11/2017) pelayanan sudah bisa dilakukan ” tuturnya

Tatang menambahkan bahwasanya pemasangan membutuhkan beberapa hari karena Router ini adalah alat baru yang harus di sesuaikan lagi penerapanya. “Pada Prinsip kerjanya Router itu berada pada perangkat server, Router yang panas tidak kuat dan gosong pada panelnya, dikarenakan server Disdukcapil 24 Jam harus terus berjalan tanpa ada henti karena Server ini sebagai penyambung database antara kabupaten Bandung Barat dengan Pusat Jakarta” jelasnya.

Sistem Alur proses dari pencetakan E-KTP itu berdasarkan Pusat maka dari khusus untuk warga yang baru saja di rekam di kecamatan, ataupun di pelayanan Disdukcapil, tidak serta merta langsung bisa di lakukan pencetakan kecuali mereka yang sudah terekam sebelumnya dan melakukan pencetakan ulang maka tidak perlu ada kolerasi dengan Pusat lagi.

menyinggung permasalahan yang sering terjadi pada proses pencetakan E-KTP, Bahwasanya masyarakat harus memahami “banyak Masyarakat yang tidak paham ada diantara masyarakat yang memiliki data NIK dua, maka ini akan mempersulit pencetakan karena pastinya jika salah satu nomor NIK yang tidak terdaftar, maka tidak akan bisa di cetak sehingga orang tersebut harus melakukan penghapusan no NIK yang tidak terdaftar itu, agar mengalami kemudahan pada proses kebutuhan data yang berikutnya.” Tambah Tatang. (Adn/Dri)

 

92total visits,1visits today

Komentar

News Feed