oleh

Rian Firmansyah Bakal Melenggang Jadi Ketum KONI KBB

Padalarang,  BANGBARA.COM – Tak ada tanding, Rian Firmansyah dalam pendaftaran menjadi Bakal Calon (Balon) Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi calon tunggal, satu-satunya calon yang tidak memiliki saingan yang lain.

Sejak penyerahan formulir pendaftaran kepada Panitia Penjaringan Calon Ketua KONI KBB periode 2018-2021, Sabtu (5/1/19) di Sekretariat KONI KBB Kotabaru Parahyangan-Padalarang. Hingga batas akhir pendaftaran tersebut Rian telah mengantongi surat dukungan 49 dari 52  pengurus cabang olahraga (cabor).

Minggu, tepat pada Pukul 12.00 Wib pendaftaran resmi ditutup dengan hasil akhir dipastikan Rian menduduki sebagai calon tunggal Ketum KONI KBB Masa bakti nya 2019-2023 dan pastinya dengan berbagai proses yang harus di jalanin lebih dahulu. Meskipun dukungan sudah memastikan, namun proses mekanisme organisasi harus tetap dijalankan melalui tahapan-tahapan menurut ADART yang ditentukan.

Menurut Lili Supriatna sebagai Tim Penjaringan Calon Ketum KONI KBB  mengatakan, hingga batas akhir tahap penjaringan tersebut  hanya Rian, satu-satunya yang mendaftarkan diri dan sekaligus mengembalikan formulir pendaftaran.

Direncanakan rapat organizing Comite (OC) Stering Comite (SC) dan tim penjaringan akan dilaksanakan pada Senin, (7/1/18) setelah Ba’da magrib sebagai ferifikasi dan evaluasi dokumen pendaftaran calon, dilanjutkan dengan penyampaian laporan tim penjaringan pada sidang paripurna
Musyawarah Organisasi Kabupaten Luar biasa (Musorkablub) KBB yang direncanakan akan dilaksanakan pada 26 Januari mendatang, diharapkan bisa berlangsung sesuai agenda.

“Hanya tiga pengcab saja yang belum menyerahkan surat dukungannya. Tapi sebenarnya untuk persyaratan pencalonan ini, hanya dibutuhkan minimal 5 surat dukungan saja,” terangnya.

Sementara sang calon tunggal Rian Firmansyah mengatakan bersyukur menerima dukungan sudah bulat dari pengcab. Hal itu menunjukan Kekompakan para pengcab.

“Dan kekompakan inilah saya kira yang menjadi modal KONI KBB ke depan untuk lebih maju lagi. Saya juga menangkap begitu besarnya kesiapan para pengcab untuk gerakan perubahan menuju lebih baik,” paparnya.

Disinggung tentang pencalonan dirinya dikaitkan dengan label ayahnya Aa Umbara Sutisna sebagai ayahnya, Rian justru menyatakan ingin keluar dari stigma tersebut. Ia ingin menunjukan keseriusannya dengan mengelola prestasi olahraga di KBB dalam induk organisasi olahraga tersebut tanpa lebel ayahnya.

“Saya juga pelaku olahraga dari sejak dulu. Mulai SMP saya sudah menjadi pemain bola volly. Saya juga pernah menjadi manager Cabor Panahan. Jadi saya juga mengenal dunia olahraga dari dulu,” terang putra Bupati KBB lulusan UPI Fakultas Musik ini.

Dikatakan Rian, soliditas yang dibangun para pengcab dengan KONI tersebut, memang sangat dibutuhkan agar prestasi atlet meningkat. Terlebih dipercayanya KBB  jadi tuan rumah Porda mendatang, harus sigap menghadapinya. KONI dan Pengcab memiliki tantangan harus bisa mewujudkan semuanya. “Jadi tuan rumah yang baik, dan prestasi atletnya meningkat dari sebelumnya,” tambahnya. (Adn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed