oleh

Raja Dangdut Tetap Naik Panggung di Acara Khitanan Pamijahan, Bupati Bogor Akan Berikan Sanksi Jika Terbukti Bersalah

Link Banner

Bogor, BANGBARA.COM. – Raja Dangdut Rhoma Irama tetap hadir dan bernyanyi dalam acara khitanan salah satu warga di Kampung Salak, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar) pada Minggu (28/06/2020).

Walaupun tanpa kehadiran Soneta Grup, penampilan Rhoma di atas panggung ternyata tidak hanya seorang diri, seperti yang tampak dalam video yang beredar luas dimana memperlihatkan tampil juga penyanyi Rita Sugiarto, sementara di bawah panggung massa ikut berjoget.

Link Banner

Dikabarkan pula, selain Rhoma Irama dan Rita Sugiarto, acara tersebut juga dihadiri pula beberapa penyanyi dangdut senior seperti Caca Handika, Yunita Ababil, dan Elvy Sukaesih.

Seperti diberitakan sebelumnya, melalui akun Facebook miliknya pada hari Kamis (25/06/2020) lalu, Rhoma menyebutkan akan membatalkan atau rescheduling penampilannya bersama Soneta Grup karena tidak dikeluarkannya izin dari Pemerintah Kabupaten Bogor karena masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional.

“Mohon dimaklumi kalau Soneta tidak bisa tampil 28 Juni nanti. Insya Allah kalau suasana sudah mereda, kembali aman dan kondusif, pasti Pak Surya (penyelenggara acara) akan melanjutkan niatnya untuk menampilkan Soneta Grup di Pamijahan,” ungkap Rhoma seperti diberitakan Bangbara sebelumnya.

Kapolsek Cibungbulang, Komisaris Polisi (Kompol) Ade Yusuf menyebutkan pihak Kepolisian tidak pernah mengeluarkan izin atas kegiatan tersebut. Namun, kejadian tersebut dikarenakan pihak tuan rumah berpatokan terhadap telah dicabutnya maklumat kerumunan.

Sementara itu, Kasi Trantib Pol PP Pamijahan, Hari Prihartono saat di konfirmasi mengapa tidak melarang kegiatan tersebut menyebutkan tindakan represif seperti membubarkan tidak memungkinkan karena dikhawatirkan akan terjadi keributan.

Di tempat terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin merasa marah dan kecewa dengan peristiwa ini, karena menganggap pihak penyelenggara acara dan Rhoma Irama sudah melanggar kesepakatan dan komitmen yang dibuat sebelumnya.

Baca Juga,  Yang Suka Nongkrong Dengan Nuansa Country, Wisata Indiana Camp Sediakan Kedai Kuliner 'Full Enjoy'

“Kita marah dan kecewa juga, ya. Kenapa mereka melanggar komitmennya sendiri”, ungkap Ade di Pendopo Bupati Bogor, Komplek Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (29/06/2020).

Ade menyebut walaupun Rhoma Irama datang sebagai tamu undangan, seharusnya tidak perlu ikut bernyanyi di atas panggung. Menurut Ade, Rhoma Irama adalah magnet. Ketika sang Raja Dangdut tampil, otomatis akan mengundang banyak orang untuk melihatnya.

“Awalnya ngomongnya kan nggak jadi, tiba-tiba datang. Katanya sih sebagai tamu. Tapi kan kalau sebagai tamu tidak harus tampil sehingga mengundang kerumunan orang. Kan kita tahulah magnet beliau (Rhoma) cukup kuat”, ujarnya.

Dilanjutkannya, kegiatan yang ada di Pamijahan itu bisa dianggap melanggar PSBB Proporsional yang sedang diberlakukan dan akan di berikan sanksi jika nanti terbukti ada pelanggaran.

“Kita lihat dulu bedah kasusnya. Dengan Pak Kapolres dan Pak Dandim nanti bisa ditanya. Kan dipanggil semua tuh, penyelenggara sama yang tamunya juga yang menimbulkan kerumunan, kita panggil. Jika terbukti, maka bisa kena sanksi”, pungkasnya.

Reporter: Guntur Priyo

Link Banner
Link Banner

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed