oleh

PT.BBP dan Disperindag KBB Sebut Pembangunan TPS Pasar Tagog Tidak Ganggu Aktivitas Masyarakat

Link Banner

Padalarang, BANGBARA.COM. – Pembangunan Tempat Pasar Sementara (TPS) Pasar Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dipastikan tidak akan menggangu kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan.

Hal ini diungkapkan Engkus Kusnadi selaku Direktur Operasional PT.Bina Bangun Persada (PT.BBP) yang didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB Ricky Riyadi, serta Kepala Desa Kertamulya Farhan Fauzi, dalam pertemuan dengan awak media dan masyarakat di RM Katineung Rasa, Padalarang, Rabu (05/08/2020).

Link Banner

“Pembangunan TPS di bahu jalan ini tentunya tidak ujug-ujug begitu saja, namun sudah seizin Bupati dan dibicarakan dengan berbagai pihak seperti Dinas Terkait, Muspika, Komunitas dan Paguyuban Pedagang, agar tidak menimbulkan permasalahan”, ujar Engkus.

Hal ini diungkapkannya terkait beredarnya kabar yang menyebutkan ada 4 RW tepatnya RW 11, 12, 13, dan 14, di sekitar lokasi Pasar Tagog yang menolak rencana pembangunan TPS karena dikhawatirkan akan semakin menimbulkan kemacetan di jalur jalan dan mempersulit mereka melintasi gang menuju kediaman warga karena adanya TPS tersebut.

“Seperti yang saya ungkapkan kemarin saat peninjauan lokasi bersama Bupati dan Kapolres, Insya Allah tidak akan mengganggu para pengguna jalan karena akan dibantu pihak Kepolisian nantinya untuk mengaturnya‚ÄĚ, tutur Engkus.

Engkus menyebut pihaknya sudah sepakat dengan Muspika untuk dibuat Tim Kelompok Kerja (Pokja) yang akan mengcover keluhan masyarakat.

“Di dalam Pokja ini nanti akan ada unsur Muspika, Kades, Camat dan kami untuk mencover keberatan masyarakat. Saya sudah berkoordinasi dengan para RW malam ini (Rabu, 05/08/2020) akan membahasnya”, tuturnya.

Ketika disinggung apakah dari para pemilik Toko/Ruko yang ada di sepanjang jalan Pasar Tagog tidak mempermasalahkan jika nantinya dibangun TPS di depan tempat usaha mereka saat ini, Engkus menyebutkan sudah membicarakan hal tersebut.

Baca Juga,  Mengapa Sekolah Perlu Menyiapkan AKM? Ini Penjelasan Kabid SMP Disdik KBB

“Berdasarkan rapat dengan Muspika, Camat, Kades, dan Polsek, para Pemilik Toko/Ruko yang berjumlah sekitar 40 orang sebagian sudah menandatangani pernyataan tidak keberatan. Insya Allah besok (Kamis, 06/08/2020) semua sudah menandatanganinya”, jelas Engkus kembali.

Terkait masalah perizinan tertulis dari Pemerintah untuk pembangunan TPS yang akan memakan badan jalan ini, Engkus menyatakan sudah berbicara dengan Dinas Perhubungan (Dishub).

“Kami (PT.BPP) sudah bicara dengan Dishub dan akan membuat surat ke Pemda KBB untuk dibantu agar bisa berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi pada Senin depan (10/08/2020) membahas perizinan termasuk juga soal Retribusi yang nantinya akan ada.

Ditambahkannya, Minggu depan pihaknya akan mulai membangun TPS karena untuk Izin Prinsip sudah turun tinggal menunggu Izin Ekonomi yang memang membutuhkan waktu proses yang tidak sebentar.

Engkus juga menyebutkan bahwa pihaknya akan membuat 720 kios dan lapak untuk IPK, IPL yang eksis saja, dari rencana awal sebanyak 900 kios. Hal ini karena 200 kaliber yang ada sekarang akan tetap digunakan.

“Kami juga menyiapkan untuk kantong parkir saat pembangunan TPS nanti, untuk parkir mobil akan menggunakan halaman Masjid Agung, dan kami sudah berkomunikasi dengan DKM. Sementara untuk parkir motor siapkan di 3 titik gang sebelah utara yang bisa menampung 200-300 motor”, pungkasnya.

Ricky Riyadi, Kepala Disperindag KBB, yang turut hadir dalam pertemuan di RM Katineung Rasa, Padalarang, Rabu (05/08/2020).
Ricky Riyadi, Kepala Disperindag KBB, yang turut hadir dalam pertemuan di RM Katineung Rasa, Padalarang, Rabu (05/08/2020).

Kepala Disperindag KBB, Ricky Riyadi yang turut hadir dalam pertemuan tersebut menyebutkan bahwa pemindahan pedagang dan pembuatan TPS yang kemungkinan besar akan memakan bahu jalan seluas 1,5 meter, tidak akan merugikan warga.

“Pihak Kepolisian¬†akan berjaga di setiap gang RW11, 12, 13 dan 14, di bantu dari Satpol PP dan Dishub, guna pengamanan pengendara yang masuk ke gang khususnya RW11 dan RW 12”, ungkapnya.

Baca Juga,  Puting Beliung Hantam Cililin KBB, 17 Rumah Porak Poranda, Ini dia Datanya

Farhan Fauzi selaku Kepala Desa Kertamulya yang menaungi wilayah Pasar Tagog Padalarang juga memastikan akan mengakomodir, memperjuangkan hak warga Kertamulya terkait renacana pembangunan TPS dan Revitalisasi Pasar Tagog Padalarang ini nantinya.

“Saya yakin warga Padalarang umumnya atau khususny warga Kertamulya, pasti menyambut baik terkait Revitalisasi Pasar Tagog ini, karena nantinya kita akan dapatkan kenyamanan dalam memenuhi kebutuhan dalam berbelanja bagi masyarakat”, ujarnya.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner

Komentar

News Feed