oleh

Prihatin, Gubuk Nenek Titi Terpaksa Dirobohkan Warga

Cikalong Wetan, BANGBARA.COM – Seorang Nenek separuh baya diusia ke 64 tahun, Nenek Titi hidup seorang diri, dengan kondisi yang memprihatinkan. Rumah bilik milik Titi nampak tidak lagi layak untuk dihuni. Titi warga Kampung Cigeblig Rt 01/09 Desa Rende Kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini, sama sekali belum mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Kondisi ini diperparah dengan musim hujan yang sudah terus menerpa, Beserta angin kencang, sehingga kondisi ini mengkhawatirkan. Inisiatif para warga tetangga untuk menyelamatkan Nenek Titi agar tidak tertimpa puing-puing jika terjadi runtuh, dan juga membahayakan warga sekitar, sehingga rumah itu harus di robohkan atas seijin Titi. Selasa (28/11/18).

Setelah dirobohkan, hingga kini Titi menempati sisah puing-puing kayu yang dapat digunakan untuk berteduh sehari-hari, dengan kondisi toilet yang sudah terpisah dengan tempat berteduhnya.

Warga Desa tersebut Andri menyampaikan kepada Bangbara.com, kondisi keadaan Nenek Titi ini sudah berlangsung sejak lama, namun hingga sekarang belum mendapatkan perhatian sama sekali dari pihak desa maupun pemda setempat.

“kondisi ini sudah berlangsung lama jika memang kalau ada bantuan, masa kondisi Nenek ini tidak dahulukan? Seharusnya pemerintah Desa peka dengan kondisi ini, namun malah rumah itu harus mengancam nyawa Nenek Titi sendiri? Lalu siapa lagi yang harus peduli dengan kondisi ini kalau bukan kita sebagai warga terdekatnya” papar Andri Agung salah satu warga yang juga ketua J-Balad Cikalong Wetan tersebut, dengan paras sedih melihat kondisi Nenek Titi.

Sejak 2009 rumah Titi sudah pernah diajukan bantuan pembenahan rumah, namun hingga sekarang Titi harus terus kedinginan ditengah hujan yang terus melanda tanpa perhatian pemerintah.

“Bangunan awal sengaja dirobohkan karena dikwatirkan ambruk menimpah rumah warga yg lainnya, kondisi ini tidak layak huni untuk keselamatan penghuni. Perencanaan pengajuan pembenahan Rumah dari Th 2009 sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya dari pemerintah” jelasnya.

Nenek Titi yang sudah menjadi janda setelah ditinggal Ilyas suaminya itu, menikmati kesendirianya dengan penghasilan yang sangat minim, sehingga kebutuhan untuk makan sehari-hari pun sangat mengkhawatirkan ditambah dengan rumah yang tidak layak huni. (Adn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed