oleh

Pintu Otomatis DPRD KBB Pecah, Kejadian Sudah Dua Kali Begini Keterangan Pelaksana

Padalarang, BANGBARA – Kabar soal kaca pintu kaca besar yang pecah di kantor DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat heboh di pagi hari. Senin, (7/9/2019).

Kondisi ini diketahui beberapa karyawan DPRD yang bekerja saat usai melaksanakan Apel pagi dan shalat Dhuha bersama di lapangan Mekarsari Pemda KBB.

“Saya taunya saat usai Apel pagi pas datang, kok ini kaca berantakan pecahanya” ungkap Hendra firdaus Kasubag rumah tangga DPRD KBB saat ditemui diruangnya.

Hendra memastikan bahwa kondisi ini hanya keteledoran pegawai yang berada di gedung DPRD, sehingga mengakibatkan tertabrak kaca tersebut.

“Nampak pada CCTV orang tersebut nabrak kaca sehingga terjadi bergerser pada engsel dan kaca tersebut langsung pecah. Saya lihat karena mereka tidak biasa saja, kan biasanya ini tanpa pintu langsung masuk, dan sekarang ada pintu otomatis, jadi ya begitulah” katanya.

Heri dari LSM KPK yang juga secara langsung menyaksikan tepat pecahnya kaca tersebut membenarkan, bahwa salah seorang telah menabrak kaca.

“Saya kaget karena suaranya seperti BOM jadi semua orang kumpul melihat kejadian itu, termasuk saya dan memang ini mah karena kecelakaan saja” terang Heri kepada Bangbara.com.

Indra, pihak penanggung jawab pelaksana pembangunan pintu otomatis yang baru saja selesai ini, menyampaikan bahwa kondisi ini hanya soal uman error (Ketelodoran pengguna) saja.

“Pastinya ini uman error atau teledor pengguna saja, karena dilihat CCTV dan beberapa saksi jelas mengatakan bahwa ini karena tertabrak pengguna saat pintu otomatis belum membuka pintunya. Sepertinya sambil jalan dia melamun atau lainya” jelas Indra.

Menurut Indra kejadian ini sudah terhitung kedua kalinya. Kejadian pertama yang terjadi sekitar 2 minggu lalu, terlihat juga pada CCTV, namun kaca tidak pecah. Kemudian dilanjutkan hari ini tertabrak pengguna jalan dan akhirnya pecah.

Baca Juga,  Hari Ini Baru 261 Cakades KBB Yang Sudah Medical Check-Up

“Saya tau dari CCTV ternyata kejadian ini sudah dua kali, namun yang pertama kacabtidak runtuh, hanya pecah sedikit pada bagian bawah saja, dan yang sekarang ini langsung runtuh” jelasnya.

Masa perawatan dipastikan hanya 30 hari, namun kejadian ini terjadi seminggu sebelum masa pemeliharaan selesai, sehingga semua kerugian dipastikan oleh pihak pelaksana.

“Jadi tidak benar kalau ini kesalahan dari kontruksi, bagi saya ini musibah saja untuk saya, karena waktu masa perawatan masih ada, jadi ya yang harus mengganti kaca ini ya saya” paparnya sambil tersenyum.

Indra pun menyebut, bahwa pihaknya belum bertemu orang yang menabrak kaca tersebut, namun dugaan salah seorang yang berada di bagian persidangan.

“Menurut saksi mata banyak yang bilang, bahwa salah seorang yang menabrak hingga pecah tersebut, dari bagian persidangan DPRD. Ini hanya kerugian saya saja, dan dipastikan bukan karena kotruksi, melainkan karena yang awalnya pintu ini tidak ada kaca, sekarang ada kaca jadi mungkin mereka belum terbiasa, itu saja” tambah Indra.

 

(Adn)

 

Komentar

News Feed