oleh

Pimpinan dan Staf Pabrik Dihukum, Karena Buang Limbah Racun Ke Sungai

Bandung, BANGBARA.COM – Kol. Inf. Asep Rahman Taufik Dansektor 22 Citarum Harum, terlihat pimpin langsung apel pagi giat karya bakti sebagai sangsi sosial untuk para Pimpinan, dan Staf Pabrik Tekstil PT. Perintex yang berlokasi di Jl. A.H. Nasution 56 Kota Bandung, yang kedapatan membuang limbah ke sungai tanpa kelolaan IPAL yang benar. Minggu (23/9/18).

Pada Apel pagi yang diikuti dengan kerja bakti tersebut diikuti 159 personil, tampak hadir dalam giat karya bakti pembersihan sungai ini diantaranya Pimpinan dan Staf PT. Perintex, aparat Pemerintahan Kota Bandung, Camat Kecamatan Arcamanik beserta Staf, DLHK Kota Bandung beserta Staf, Polresta Arcamanik, Lurah Arcamanik, Danramil Setempat, dan unsur lainya.

Dansektor 22 Kol.Inf. Asep Rahman Taufik dalam kegiatan ini menyampaikan, dengan kejadian ini Ia bertindak tegas sebagai pembelajaran buat para pengusaha industri yang membuang limbah ke sungai tanpa kelolaan IPAL yang benar.

“Akibat dari hasil ini, maka yang kena dampak adalah semua, dari para pihak pengusaha beserta seluruh Karyawanya, maupun masyarakat, yang notabene terganggu akan bahaya kesehatan karena dampak limbah tersebut, hingga kenyamanan pada lingkunganpun jadi terganggu oleh bau dan racun yang terkandung di sungai” Paparnya.

Ia menghimbau kepada para pelaku industri harus patuh terhadap aturan jika kedapatan melanggar, akan banyak yang menjadi korban, karena selain masyarakat sekitar, hingga keindahan lingkunganpun akan rusak. Dan terjadi musnahnya ekosistem yang dibutuhkan, ekologi tanahpun jadi rusak, sedangkan semua itu sangat dibutuhkan oleh manusia.

Camat Kecamatan Arcamanik Firman Nugraha menambahkan dirinya berharap, dengan kejadian ini para pengusaha khususnya akan merasa jera. “Diharapkan dengan kejadian ini, akan ada rasa malu berkat ulahnya yang tidak terpuji ini bahkan disaksikan oleh para aparat pemerintahan seperti kami bahkan hadir pula dari pihak Kepolisian dan Danramil” Ucapnya.

Ditempat yang sama dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung yang diwakili oleh Kepala Bidang Kebersihan Sopyan Hernadi mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi tindakan Dansektor 22 terutama sebagai edukasi buat para pelaku industri yang tidak patuh akan aturan pemerintah sehingga kedepannya tidak melakukan hal yang sama seperti saat ini.

“Terkait pelanggaran yang kerap dilakukan oleh para pengusaha industri boleh dikatakan ‘Penjahat Lingkungan’, soalnya mereka itu kucing kucingan dengan kami, karena merasa takut, yang jelas kamipun akan bertindak secara hukum kalau kedapatan hal yang seperti ini, kalo masalah limbah yang masih berwarna kami tidak bisa langsung memvonis negatif karena perlu penelitian dulu, dan untuk limbah yang bening pun belum tentu sudah bersih dari bahaya racun” Tegasnya. (zv/Adn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Connect with:



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed