oleh

Peringati HUT Ke 46, DPK PPNI RSUD Cililin Gelar Baksos dan Donor Darah

Link Banner

Cililin, BANGBARA.COM. – Dalam rangka memperingati hari jadi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang ke 46 yang jatuh pada tanggal 17 Maret ini, Dewan Pengurus Komisariat (DPK) PPNI Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) KBB dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), menyelenggarakan kegiatan Donor Darah, Santunan Yatim Piatu dan Dhuafa.

Untuk Donor darah, diikuti sekitar 150 orang dari kalangan karyawan RS dan juga masyarakat umum. Dari target peserta Donor 150 orang, namun yang diterima donor mencapai 121 peserta, dan sisanya tidak diterima donornya karena terdapat tensi yang rendah (hemoglobin nya rendah). Sedangkan untuk santunan, diberikan kepada sekitar 40 anak yatim piatu dan dhuafa. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan sejak pagi hari di RSUD Cililin, pada Kamis (12/03/2020).

Link Banner
Asep Rahman Munawar, S.Kep.,Ners. Ketua DPK PPNI RSUD Cililin, KBB.
Asep Rahman Munawar, S.Kep.,Ners. Ketua DPK PPNI RSUD Cililin, KBB.

Asep Rahman Munawar, S.Kep.,Ners. selaku Ketua DPK PPNI RSUD Cililin berbagi cerita mengenai kegiatan yang diberi nama ‘Giving for Living’ ini, saat ditemui Redaksi Bangbara.com di lokasi kegiatan.

“Ini pertama kalinya DPK PPNI RSUD Cililin mengadakan kegiatan seperti ini, mudah-mudahan bisa rutin terus diadakan sebagai wujud rasa sosial kami terhadap masyarakat. Semoga sedekah darahnya bisa bermanfaat dan semua diberikan kesehatan”, ucap Asep sambil tersenyum.

Asep juga berharap semoga dengan tema HUT tahun ini yakni ‘Perawat Hebat, Rakyat Sehat’ Perawat RSUD Cililin khususnya dan KBB umumnya bisa maju terus dan membantu masyarakat.

Aditya Duta Tirani, M.Kep. Ketua DPD PPNI KBB
Aditya Duta Tirani, M.Kep. Ketua DPD PPNI KBB

Di lokasi yang sama, hadir pula pada kesempatan tersebut Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PPNI KBB Aditya Duta Tirani, M.Kep. yang sempat berbincang dengan Redaksi Bangbara.com disela acara tersebut.

Baca Juga,  Sambut Kadis Baru di Pertanian KBB, Tokoh Petani Ulus Pirmawan Minta Sesuatu, Begini Katanya

Menurut Aditya, kegiatan donor darah sendiri rutin dilakukan sejak tahun 2019 lalu, karena kebutuhan akan darah di RS memang sangatlah banyak. Untuk itulah PPNI KBB bekerjasama dengan PMI KBB berencana akan rutin mengadakan kegiatan ini secara rutin untuk tahun 2020 ini.

“Untuk tahun ini kegiatan donor darah dimulai di DPK PPNI RSUD Cililin dan semoga bisa diikuti oleh komisariat yang lainnya. Selanjutnya yang sudah pasti adalah Universitas Advent. Mudah-mudahan bisa berlanjut di 13 Komisariat PPNI lainya di KBB, kemungkinan bisa tiap 3 bulan sekali atau disesuaikan dengan waktu”, jelas Aditya membuka perbincangan.

Aditya juga mejelaskan bahwa untuk tahun ini PPNI KBB juga berencana untuk membuat Satgas Bencana atau Tim Unit Reaksi Cepat (URC). Latar belakang rencana dibuatnya tim tersebut adalah untuk untuk memberikan dukungan kepada pemerintah dan membantu masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam yg bisa terjadi setiap saat.

“Dengan jumlah Anggota sekitar 1400 orang yang tersebar di RS serta Puskesmas di KBB, PPNI memang mempunyai Program untuk penguatan potensi perawat dengan memberikan pelatihan dan seminar untuk kedalam, sedangkan untuk keluarnya adalah aktif di kegiatan kebencanaan, seperti tahun lalu kami bekerjasama dengan BPBD ikut menyumbang 150 ribu liter air bersih saat KBB kekeringan, dan saat bencana banjir Padalarang dan Ngamprah kemarin, kami juga ikut turun ke lapangan”, terang Aditya kembali.

Menurut Aditya, tahun ini PPNI KBB akan mendukung pemerintah dalam program DESTANA (Desa Tangguh Bencana) dengan mempersiapkan pelatihan kegawatdaruratan dan kesiapsiagaan bencana bagi rekan-rekan perawat.

Selain itu, dalam tahun ini pula PPNI telah mengajukan izin untuk Praktek Mandiri Keperawatan, dengan tujuan agar perawat bisa praktek membantu masyarakat dalam urusan perlindungan pelayan kesehatan seperti contohnya Home Care.

Baca Juga,  Pertama Kali Bupati KBB Melantik 127 Pejabat Secara Virtual Online, Ini Dia Daftar Nama Yang Dilantik

Terkait tentang Virus Corona yang saat ini sedang meresahkan masyarakat, Aditya memberikan sedikit sarannya yang perlu diinformasikan kepada seluruh masyarakat sebagai Pencegahannya.

“Corona itu merupakan Virus. Untuk menghadapi Virus, cara paling mudah adalah menjaga dan memperkuat kebugaran dan kondisi tubuh kita. Maka dari itu, jagalah kebersihan tubuh, lingkungan, pola makan, pola hidup kita sehari-hari untuk membentengi diri dari Virus apapun, bukan hanya Corona” terang Aditya.

Aditya juga menyatakan bahwa sebenarnya ada yang lebih berbahaya dari Virus Corona, yakni TBC. Karena berdasarkan data dan fakta, di Indonesia dalam setahun TBC telah merenggut 98.000 nyawa, jauh diatas Corona.

Di akhir perbincangan, Aditya menitipkan pesan kepada seluruh perawat agar bisa bekerja secara profesional, melayani masyarakat sepenuh hati, mematuhi standar dan kode etik keperawatan, lebih komunikatif, agar perawat dapat lebih dikenal dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (ADV)

Penulis : Guntur Priyo
Editor : Mohammad Addien

Gallery :

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Link Banner
Link Banner

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed