oleh

Pengusaha Muda KBB Berbagi Tips Kreatif

Padalarang , BANGBARA.COM. – Maraknya kaum muda milenial memulai dan merintis usaha baru beberapa waktu ke belakang menjadi sebuah fenomena menarik tersendiri bagi dunia Industri Ekonomi Kreatif, khususnya di daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Namun tak jarang dan tak dapat di pungkiri, minimnya pengalaman dan pengalaman sering menjadi faktor utama yang membuat impian para pengusaha muda dan pengusaha pemula ini menjadi gagal dan kandas di tengah jalan.

Yuli Yanti, wanita muda kelahiran Bandung 5 juli 1995, yang juga seorang mantan karyawan honorer di Kecamatan Cililin, mencoba berbagi sedikit pengalaman tentang bagaimana ia bersama rekan-rekannya membentuk Kelompok Usaha atau Home industri yang diberi nama ‘Gandrung Alam’ yang berarti ‘Rindu Dengan Alam’ berfokus pada bidang pengembangan dan pemasaran Gula Aren.

“Saya dan teman-teman melakukan karya mandiri dengan menciptakan kreasi atau suatu inovasi baru untuk mengangkat perekonomian daerah dan membuka lapangan pekerjaan untuk para warga di sekitar, dan seluruh Bandung Barat umumnya. Kami juga ingin mengangkat potensi-potensi yang ada di selatan ini khususnya dalam bidang pengembangan dan pemasaran Gula Aren yang selama ini kurang tersentuh oleh Pemerintah.”, ungkap Yuli kepada Redaksi Bangbara.com melalui sambungan telepon, Jum’at (24/01/2020).

Menurut wanita yang akrab disapa Neng Yuli ini, Gandrung Alam mempunyai Visi menjadi Agregator bisnis komoditas perkebunan dan pertanian yang bertumpu pada inovasi dan kolaborasi dalam pengembangan SDM dan penerapan praktek pertanian dan perkebunan yang berkelanjutan.

Sedangkan untuk Misi yang ingin dicapai adalah membuat inovasi pemberdayaan ekonomi masyarakat pertanian dan perkebunan dengan pendekatan bisnis dalam meningkatkan kualitas hidup petani dan keluarganya

“Dibentuknya kelompok usaha Gandung Alam adalah guna menyadarkan dan mengajak masyarakat yang memiliki pohon aren untuk merawat dan membuat gula aren sehingga hasilnya kami tampung dan dipromosikan di pasar-pasar lokal, Nasional, bahkan Internasional, untuk dapat bersaing degan produk produk unggulan dari daerah lain”, jelas Neng Yuli kembali.

Baca Juga,  Pemekaran Lembang Sah Saja, Namun Tidaklah Mudah, Begini Kata Tjatja Kuswara
Produk Gula aren KITUBEB
Produk KITUBEB

Kini, dari hasil perjuangan bersama rekan-rekannya, Gandrung Alam telah berhasil memproduksi produk gula aren yang di beri label KITUBEB (Kita Usaha Bersama Penuh Bahagia), yang sudah dipasarkan secara umum.

Untuk para Pengusaha Muda dan Pemula, Neng Yuli membagikan beberapa tips yang disebutnya dengan Prinsip BARLI, agar tidak takut untuk memulai usaha.

Pertama adalah BERANI dengan segala resiko usaha. Tidak ada bisnis yang tidak beresiko. Termasuk pekerjaan atau karir pun juga beresiko. Berdamailah dengan resiko bisnis karena itu sebuah keniscayaan. Caranya, identifikasi resiko bisnis yang berpotensi terjadi, kelompokkan berdasarkan dampaknya dan pikirkan antisipasinya sejak dini.

Kedua adalah ASPIRATIF dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan segmen pelanggan utama. Jangan terobsesi dengan keinginan pribadi terkait produk/layanan, karena yang akan membeli ada pelanggan kita. Jadi, cari tau dan dengerkan permintaan mereka.

Ketiga adalah RESPONSIF terhadap masukan, kritik ataupun saran dari orang lain untuk kemajuan bisnis. Lakukan Continuous Improvement (upaya berkelanjutan untuk meningkatkan produk, layanan, atau proses) untuk semua pihak yang terkait dengan bisnis kita. Pelanggan akan suka jika masukan mereka didengar.

Keempat adalah LUWES dalam menjalankan rencana bisnis. Memang terkadang rencana itu tidak selalu sesuai dengan kenyataan di lapangan. Akan tetapi, penting bagi kita fleksibel untuk menyesuaikan. Lebih beresiko lagi jika tanpa rencana. Konon, gagal merencanakan itu artinya kita merencanakan gagal.

Kelima adalah INOVATIF menciptakan pengembangan produk dan bisnis. Produk tidak akan selalu sama dari waktu ke waktu. Saat ini kita bisa berjaya dengan bisnis kita. Tapi jika tidak berinovasi mengikuti tren dan preferensi pelanggan Anda, maka bersiaplah kehilangan mereka secara perlahan. Innovate or die!

Baca Juga,  Siap-siap, Konser Amal Tanda Launching Bandung Barat TV Digital, Akan Bagikan Hadiah Luar Biasa

“Yang tak kalah penting dari semua itu, selalu belajar dari pengalaman untuk perbaikan secara terus-menerus”, ujarnya di akhir percakapan.

 

Penulis : Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed