oleh

Pengganti Kuota Internet Untuk Belajar Siswa, Ada Terobosan Baru dari Disdik KBB

Link Banner

Ngamprah, BANGBARA.COM. – Jika memang sistem pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) menimbulkan permasalahan terkait kuota internet, maka tidak ada salahnya melaksanakan sistem Luar Jaringan (Luring) dengan menggunakan Radio Pemancar.

Hal ini diungkapkan oleh Dadang A. Sapardan, selaku Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat dimintai keterangan mengenai permasalahan dalam penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Link Banner
Link Banner

“Kuota internet memang menjadi masalah utama dalam sistem Daring, karena tidak semua siswa mempunyai kemampuan membeli kuota terus menerus. Untuk itulah kenapa Sekolah tidak mencoba sistem Luring menggunakan Radio Pemancar?”, ungkap Dadang saat ditemui, Kamis (06/08/2020).

Menurutnya, Sekolah tinggal membeli Radio Pemancar lalu menggunakan frekuensi rendah dengan radius 5 km, selanjutnya siswa menyiapkan Radio Penerima yang secara biaya akan lebih murah dibandingkan membeli kuota internet terus menerus.

“Tidak ada salahnya kan memanfaatkan fasilitas teknologi yang lebih murah? Sekolah tinggal mengurus perizinan untuk soal frekuensi ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)“, ujar Dadang.

Dadang juga menyebutkan, bahwa beberapa SMP di wilayah Kecamatan Ngamprah sudah melakukan hal ini, dan pihaknya juga sudah menginformasikan dan menghimbau 188 Kepala Sekolah SMP di KBB untuk mencoba menerapkannya di masing-masing Sekolah.

Ketika disinggung mengenai kabar adanya Sekolah yang melaksanakan sistem pembelajaran normal dengan tatap muka, Dadang mengatakan hal tersebut belum diperkenankan.

“Kan sudah jelas sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) belum diperkenankan dengan tatap muka normal”, terang Dadang.

Dilanjutkannya, tahapan pembelajaran tatap muka harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing Daerah dimana baru Zona Hijau yang diperbolehkan, itupun secara bertahap sesuai aturan.

Baca Juga,  Disnakertrans KBB Himbau Seluruh Perusahaan Untuk Beli Sayuran Petani

“Tahapannya pertama yang boleh itu SMA, SMK, selanjutnya SMP, lalu SD, terakhir PAUD, dengan interval waktu 2 bulanan. Namun yang pasti hingga saat ini masih diberlakukan sistem PJJ”, jelas Dadang.

Ditambahkannya, jika ada Sekolah yang membandel sudah memberlakukan sistem tatap muka maka dirinya meminta masyarakat untuk melaporkannya karena aturan tersebut berlaku untuk Sekolah Negeri maupun Swasta.

Sementara itu, Kepala Disdik KBB, Asep Dendi yang dihubungi secara terpisah membenarkan adanya terobosan tentang usulan sistem pembelajaran Luring dengan menggunakan Radio Pemancar karena akan menjadi solusi bagi siswa yang mengalami kendala kuota internet.

“Disaat situasi darurat seperti masa Pandemi Covid-19 saat ini, memang dibutuhkan terobosan agar kegiatan Pendidikan dapat tetap berjalan tanpa memberatkan siswa dan sekolah, seperti Radio Pemancar atau pembagian modul untuk sekolah yang tidak memberatkan”, ucap Asep.

Asep menyebut untuk di KBB memang yang paling memungkinkan saat ini khusus SMP, karena untuk SMA kewenangannya ada di tingkat Provinsi, sedangkan untuk SD masih belum terlalu membutuhkan sistem menggunakan Radio Pemancar.

“Untuk siswa SD, apalagi yang masih kelas 1-3 bisa dilakukan dengan cara Guru mengunjungi siswa atau sebaliknya, tinggal dikondisikan saja”, ungkapnya.

Terkait jika memang sistem Luring dengan menggunakan Radio Pemancar baik, untuk masalah perizinan penggunaan Frekuensi Asep mengatakan akan berkoordinasi dengan Kepsek di Sekolah.

“Saya akan memberikan arahan kepada Kepsek di Sekolah-sekolah supaya ada komunikasi dengan Diskominfo soal jaringan atau frekuensi untuk Radio Pemancar, karena memang butuh izin untuk itu”, pungkasnya.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed