Data Corona Indonesia

Terkonfirmasi
4,181,309
+3,145
Meninggal
139,919
+237
Sembuh
3,968,152
Active
73,238
Last updated: 17 September 2021 - 4:53 am (+07:00)

Data Corona Selengkapnya Klik di Sini

Indonesia
Terkonfirmasi 4,181,309 +3,145 new today Meninggal 139,919 +237 new today Sembuh 3,968,152 Active: 73,238 Last updated: 17 September 2021 - 4:53 am (+07:00)
Link 

Banner
131

Penertiban PKL di Badan Jalan Rancapanggung Kondusif, Pedagang Bersedia Dipindahkan

  • Bagikan
Kemacetan akibat badan jalan digunakan oleh PKL di Desa Rancapanggung. (foto: Abdul).
Kemacetan akibat badan jalan digunakan oleh PKL di Desa Rancapanggung. (foto: Abdul).
WhatsApp Image 2021-07-17 at 17.16.54
PKL yang berjualan di badan jalan. (foto: Abdul).
Asep Sukmajaya, Kepala Desa Rancapanggung. (foto: Abdul).
Opa Mustopa, Camat Cililin (kiri), bersama Poniman, Kabid Trantibmas Satpol PP KBB (kanan). (foto: Abdul).
Petugas Satpol PP KBB saat menetibkan PKL. (foto: Satpol PP KBB)

Cililin, BANGBARA.COM. – Penertiban para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dianggap telah memakan badan jalan yang berada di sekitar Pasar Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berjalan dengan tertib dan lancar, pada Sabtu, (17/07/2021).

Satpol PP KBB telah melaksanakan sosialisasi dan pemberitahuan kepada seluruh para PKL terkait penertiban badan jalan agar tidak digunakan berjualan pada Rabu, (14/07/2021) lalu.

Petugas Satpol PP KBB saat menetibkan PKL. (foto: Satpol PP KBB)
Petugas Satpol PP KBB saat menetibkan PKL. (foto: Satpol PP KBB)

“Tadi kita sudah tertibkan, kita akan liat minggu depan hasil evaluasi kembali. Hari Senin (19/07/2021) malam kita akan pasang garis polisi di lokasi”, ujar Poniman, Kabid Trantibum Satpol PP KBB yang ditemui di lokasi.

Poniman menyebut para pedagang boleh berjualan namun hanya dari jam 05-10.00 WIB itupun di lokasi Pasar yang memang sudah disediakan oleh Pemerintah Desa Rancapanggung.

“Mobilitas warga juga harus dikurangi. Semoga ini juga bisa menekan angka Covid-19 di KBB, khususnya Kecamatan Cililin”, tegasnya.

Opa Mustopa, Camat Cililin (kiri), bersama Poniman, Kabid Trantibmas Satpol PP KBB (kanan). (foto: Abdul).
Opa Mustopa, Camat Cililin (kiri), bersama Poniman, Kabid Trantibum Satpol PP KBB (kanan). (foto: Abdul).

Hal tak jauh berbeda diungkapkan Camat Cililin Opa Mustopa yang menyebut pihaknya berterima kasih kepada para pedagang yang sudah mau mematuhi aturan yang sudah diberikan.

“Pedagang yang biasa berjualan di badan jalan ini kini sudah mau mentaati dan mematuhi aturan yang berlaku selama PPKM yang diberikan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cililin. Kini masalah sudah teratasi dan tidak ada lagi kemacetan”, ucapnya.

Asep Sukmajaya, Kepala Desa Rancapanggung. (foto: Abdul).
Asep Sukmajaya, Kepala Desa Rancapanggung. (foto: Abdul).

Sementara itu, Asep Sukmajaya selaku Kepala Desa Rancapanggung menjelaskan pihaknya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi, pendataan, dan memberikan himbauan kepada para Pedagang yang berjualan di badan jalan.

“Hari ini kita lakukan evaluasi setelah pemberitahuan sebelumnya. Alhamdulillah sudah ada peningkatan kesadaran dari para pedagang. Kami memfasilitasi kesediaan mereka untuk pindah ke pasar yang memang sudah disediakan”, jelasnya.

Asep mengatakan berdasarkan data ada sekitar 170-180 pedagang yang berjualan di badan jalan, dan semuanya akan bisa dipindahkan ke dalam Pasar Rancapanggung karena memang masih tersedia ratusan lapak kosong.

PKL yang berjualan di badan jalan. (foto: Abdul).
PKL yang berjualan di badan jalan. (foto: Abdul).

Asep memastikan pemindahan para pedagang tersebut bukan disebabkan oleh penolakan dari pemilik ruko atau toko yang ditempati, karena mereka hanya mempertanyakan batasan tempat untuk berjualan dan minta prokes dijalankan.

“Rencana pemindahan itu sudah ada dari beberapa tahun yang lalu dari Pemerintahan Desa yang lama, namun memang cukup sulit selama ini terealisasi. Alhamdulillah saat ini mereka sudah menyadari terutama dimasa PPKM Darurat ini”, lanjutnya.

Dipastikan oleh Asep, pihaknya tidak melarang pedagang berjualan selama mematuhi aturan yang berlaku dan tidak berjualan di badan jalan yang akan mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan kemacetan.

PKL yang berjualan di badan jalan. (foto: Abdul).
PKL yang berjualan di badan jalan. (foto: Abdul).

“Semoga ini bisa dipatuhi agar kita bisa mencegah penyebaran Covid-19 dengan mengurangi mobilitas dan kerumunan. Sudah ada juga kesepakatan dari Muspika Cililin, Cihampelas, Cipongkor dan Sindangkerta yang disetujui Satpol PP KBB saat PPKM Darurat ini hari pasar seminggu 3 kali, Senin, Rabu, dan Sabtu, untuk mengurai kerumunan”, terangnya lebih lanjut.

Saat dikonfirmasi terkait rencana akan diperpanjangnya masa PPKM Darurat oleh Pemerintah Pusat, Asep menyebut sebagai warga yang baik mau tidak mau harus ikuti aturan yang diberikan Pemerintah karena tujuannya untuk kebaikan bersama.

“Tujuannya sudah pasti mengurangi penyebaran Covid-19. Di Rancapanggung sendiri saat ini masih ada 7-10 orang warga yang menjalani Isolasi Mandiri (Isoman). Kami memberikan bantuan sembako kepada mereka dan mereka juga mengikuti aturan dengan baik. Kita tetap pantau bekerjasama dengan petugas Puskesmas”, pungkasnya. (Abdul).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *