oleh

Pemerintah Desain Ulang Program Bansos 2021 Agar Lebih Tepat Sasaran

Link Banner

Jakarta, BANGBARA.COM. – Pemerintah akan mendesain ulang atau menggabung berbagai Program Bantuan Sosial (Bansos) agar lebih akuntabel. Beberapa diantaranya seperti Program Keluarga Harapan (PKH) hingga subsidi listrik dan LPG.

“Ada belanja untuk keluarga miskin seperti PKH, ada bantuan untuk putra-putra dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Indonesia Pintar (PIP), lalu kartu sembako, bantuan akses kesehatan yakni Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan juga berikan subsidi listrik dan LPG”, ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati seperti dikutip dari Liputan6.com, Rabu (24/06/2020).

Link Banner

Menurutnya, integrasi program ini akan membuat berbagai program bansos yang disalurkan Pemerintah akan lebih cepat dan tepat sasaran, sehingga bantuan ke masyarakat miskin itu menjadi terfragmentasi, akuntabilitas juga tidak bisa disinkronkan.

“Ini perlu, sehingga masyarakat miskin dapat dengan terintegrasi. Belum lagi Bansos dari Pemda, itu semua perlu kita tingkatkan dari sisi koordinasinya. Sehingga untuk ini kami dan Bappenas redesigning”, lanjutnya.

Sri Mulyani menyebutkan, desain ulang Program Bansos dilakukan sebagai salah satu desain ulang terhadap alokasi anggaran pada tahun 2021 yang akan datang, di mana kualitas anggaran perlu diperbaiki. Salah satunya adalah dengan integrasi program.

“Dari berbagai tantangan semenjak adanya reformasi dan kebutuhan untuk memperbaiki kualitas anggaran, memunculkan inisiatif untuk melakukan redesigning sistem penganggaran. Hasil redesain penganggaran Kemenkeu adalah pengurangan dari 12 program menjadi 5 program”, terangnya kembali.

Sri Mulyani berharap desain ulang RAPBN 2021 ini akan membuat program Pemerintah lebih terukur dan sinergis. Meredesain sistem penganggaran, adalah bagaimana bisa mengakselerasi apa yang sudah diinisiasi selama ini, yaitu membangun Money Really Follows Program.

Ditambahkannya, inisiatif untuk melakukan desain ulang sistem penganggaran sudah dilakukan sejak 2020 ini karena adanya pandemi Covid-19. Di mana pemerintah melakukan refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19.

Baca Juga,  Tanpa Bantuan Pemda, Wisata Stone Garden Segera Manjakan Pengunjung Dengan Kampung Hijau

“Redesign sistem penganggaran sebetulnya sudah dimulai 2020 ini, tapi karena adanya Covid-19 kita betul Disrupsi (inovasi yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara baru) luar biasa. Tapi kita ingin siapkan terus untuk bisa dilaksanakan di 2021″, pungkasnya.

 

Reporter: Guntur Priyo

Link Banner
Link Banner

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed