oleh

Pemdes Baranangsiang KBB Akui Pusing Tujuh Keliling Atur Bansos

Cipongkor, BANGBARA.COM. – Semenjak Dunia diterjang Pandemi Covid-19, hingga berbagai daerah di Indonesia ikut terimbas menjadikan permasalahan Sosial dalam segala sektor.

Kedatangan bencana Covid-19 ini, membuat beberapa aspek kerja Pemerintah menjadi berubah sistem secara mendadak, sehingga terjadi persoalan yang tidak diduga diberbagai Daerah.

Salah satunya terjadi pada akses sosial saat pembagian Bantuan Sosial (Bansos) dari Pemerintah untuk menanggulangi kebutuhan utama warga yang terimbas efek Covid-19 di berbagai daerah.

9 (sembilan) macam jenis pembagian Bansos yang diarahkan Pemerintah, ternyata menyimpan cerita yang berbeda-beda karena beberapa ketentuan yang disinyalir dibuat secara mendadak semua.

Salah satunya pembagian Bansos yang terjadi di Desa Baranangsiang, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang membuat Pemerintah Desa (Pemdes) ekstra pusing tujuh keliling dengan sistem pembagiannya.

Iwan Saputra, Sekretaris Desa (Sekdes) Baranangsiang.
Iwan Saputra, Sekretaris Desa (Sekdes) Baranangsiang.

Sekretaris Desa (Sekdes) Baranangsiang Iwan Saputra yang ditemui Bangbara di Kantornya menceritakan kondisi bantuan yang menjadi simpang siur menyebabkan dobel data penerima, sehingga pihaknya mengambil langkah inisiatif untuk membuat pembagian menjadi rata.

Sempat menjadi konflik karena beberapa warga yang di data oleh Pemerintah Pusat melalui Kemensos terdapat dobel data, ada keluarga yang sudah menerima bantuan A, lalu dapat juga bantuan dari jalur B, dan seterusnya.

“Awalnya, sepengatuhan saya Desa Baranangsiang menerima kabar data susulan untuk penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kemensos tahap 3. Ketika saya konfirmasi ternyata memang benar ada data susulan tersebut, sehingga mengalami perubahan”, jelas Iwan yang ditemui, Rabu, (22/07/2020).

Dilanjutkannya, ada sebanyak 62 Kepala Keluarga (KK) yang masuk dalam data tambahan susulan tersebut dan akan menerima bantuan untuk sekaligus 3 bulan. Namun setelah di cek kembali terdapat 20 KK yang namanya tumpah tindih sebagai penerima bantuan lainnya.

Baca Juga,  Usai Merampok Bank, Para Bandit ini Sebarkan Uang Dijalan

Pihak Desa juga telah mengumpulkan ke 62 perwakilan masing-masing KK tersebut untuk diberikan penjelasan terkait hal ini, dan mereka menyetujui dan memberikan pernyataan tertulisnya, dengan tujuan agar tidak terjadi permasalahan kedepanya.

“Sepengetahuan saya, pihak Desa berinisiatif mengusulkan kepada yang menerima Bansos Kemensos itu saat double dengan bantuan lainnya, dan telah ditanyakan berikut surat pernyataan, apakah ikhlas menginfakkan 2 bulan Bansos yang diterimanya untuk diberikan kepada warga lain yang belum mendapatkan”, lanjut Iwan.

Menurut Iwan, berdasarkan informasi yang diterimanya kesepakatan bersama antara pihak Desa dan para penerima Bansos, akhirnya disepakati warga yang menerima Bansos double ini mau menyisihkan bantuannya dengan variasi 1-2 bulan hingga terkumpul sebesar Rp27 juta.

Ditambahkan Iwan, uang yang terkumpul ini rencananya akan dibagikan untuk 34 KK dengan masing-masing menerima Rp400 ribu, dan sisanya akan disimpan dulu untuk berjaga-jaga.

“Namun yang saya juga kaget, setelah pencairan Bansos dari Kemensos ini cair ternyata timbul masalah seperti sekarang ini karena ada warga yang mungkin tidak terima ketika uang yang diterimanya harus dipotong dan langsung mengungkapkannya di Media Sosial tanpa terlebih dahulu konfirmasi kepada pihak Desa”, terang Iwan.

Untuk menghindari hal seperti ini, menurutnya kedepan akan lebih baik jika memang ada data tambahan susulan, jangan langsung dicairkan sebelum diverifikasi terlebih dahulu, dan sebaiknya semua pihak di Desa seperti BPD, Operator SIKS-NG yang bertanggung jawab terhadap data warga juga diberitahu.

“Seharusnya jangan dicairkan dulu sebelum diverifikasi data penerimanya. Jadi bisa untuk menghindari masalah juga kan. Kalau boleh saya juga mengusulkan agar di buat atau ditambah personel khusus yang mendata di lapangan sekitar 3-4 orang yang nantinya bertanggung jawab kepada Operator SIKS-NG untuk mengupdate data biar kami tidak pusing tujuh keliling”, paparnya.

Baca Juga,  Setelah Dinyatakan Positif Covid-19, Anies Pastikan Pemerintahan Tetap Normal
Yayat Ruhyat, Camat Cipongkor, KBB.
Yayat Ruhyat, Camat Cipongkor, KBB.

Ditempat yang berbeda, Camat Cipongkor Yayat Ruhyat saat dimintai keterangan mengakui, bahwa apa yang dilakukan pihak Desa Baranangsiang dengan memotong Uang Bansos milik warga tetap merupakan sebuah kesalahan.

“Sudah jelas salah, karena namanya Bansos tidak boleh ada pemotongan. Walaupun mungkin niatnya baik, tapi tetap caranya salah”, ungkap Yayat saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/07/2020).

Menurutnya, masalah utama terkait bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19 selalu mengenai data yang belum ada sinkronisasi dengan data terbaru.

“Untuk kasus di Desa Baranangsiang dari informasi yang saya terima katanya ada tambahan data baru lalu uang bantuan yang biasa diterima tiap bulan, ini langsung diterima untuk waktu 3 bulan digabung jadi satu”, terangnya.

Dilanjutkannya, dari hasil verifikasi di lapangan, dari 62 Kepala Keluarga (KK) yang datanya baru ditambahkan, ternyata 23 KK diantaranya double data karena terdaftar untuk mendapatkan dari yang lain.

“Pihak Desa tanpa konfirmasi dan konsultasi terlebih dahulu dengan kami (Kecamatan) ternyata mengambil inisiatif sendiri yang bertujuan untuk membantu warga lain yang namanya tidak tercantum dalam data penerima”, lanjutnya.

Ditambahkan Yayat, hal ini bisa terjadi karena adanya Cleansing atau pembersihan data, dimana data warga yang sebelumnya sudah tercantum dihapus karena berbagai alasan, hingga akhirnya membuat Desa mengambil inisiatif sendiri.

“Seharusnya jika memang warga double data, tidak usah dibagikan langsung saja kembalikan ke Kas Negara dengan membuat surat pernyataan atau berita acara. Jadi walau niatnya baik, tapi caranya tetap salah dengan melakukan pemotongan”, tutur Yayat lebih lanjut.

Yayat menyebut dirinya sudah memerintahkan Kepala Seksi (Kasi) terkait serta petugas lainya untuk langsung ke lapangan melakukan verivikasi terkait kejadian ini.

Baca Juga,  Viral! Pedagang Bakso Keliling Dianiaya Pengemudi Sedan

“Saat ini sedang diproses, mugkin 1-2 hari ini saya akan buat laporan ke Bupati atau Dinas terkait mengenai hal ini”, pungkasnya.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed