oleh

Pelapor Video Bupati KBB, Diberondong 15 Pertanyaan Oleh Bawaslu

Ngamprah, BANGBARA.COM – Video berdurasi 1 Menit 22 Detik yang sempat viral dikalangan masyarakat Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu, kini mulai ditindaklanjuti oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) KBB, yang telah memanggil beberapa orang saksi yang menjadi pelapor pada Rabu, (2/1/18).

Salah satunya Mohammad Raup warga Babakanpari RT 04/04, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, KBB itu, yang mengaku diberondong sebanyak 15 pertanyaan oleh Bawaslu. Berikut juga dua saksi lainya Deni HM (52) dan Hendi.

Mohamad Raup

“Saya dimintai keterangan dengan 15 pertanyaan. Salah satunya ditanya seputar adanya keuntungan atas pelaporan ini, saya bilang tidak ada bahwa saya akan menegakan kebenaran saja, karena jelas-jelas Bupati KBB sudah melanggar UU No 7 tahun 2017 dan tidak dibenarkan mengajak, atau mempengaruhi dalam pemilihan suara, apalagi membuat tim sukses buat anak dan adiknya dalam pencalonan legislatif itu” jelas Raup dengan nada berapi-api. Rabu, (2/1/18)

Menurutnya, Ia siap dengan segala konsekwensinya demi menegakan kebenaran, dan memberikan efek jera terhadap kasus serupa terhadap pajabat siapa saja yang ikut campur dalam kategori pemilu. Pihaknya melaporkan dua orang sekaligus, yaitu Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, serta Kepala Dinas Pendidikan Imam Santoso yang berada dalam suara video tersebut.

“Yang saya laporkan ada dua orang yaitu Bupati dan Kadisdik KBB semua ini untuk menjadi percontohan dan efek jera terhadap pejabat yang menyalahi aturan” tegasnya.

Komisioner Bawaslu KBB Bidang Divisi Penindakan Pelanggaran Ai Wildani Sri Aidah menyampaikan, Bawaslu KBB akan menindaklanjuti laporan video tersebut, terbilang 14 hari kerja untuk memastikan apakah pelaporan ini memenuhi dugaan pelanggaran yang disangkakan atau tidak. Berikutnya akan ada pembahasan kedua dengan sentra Gakumdu yang melibatkan pihak kepolisian dan kejaksaan.

“Ada lima saksi yang kami panggil. berikutnya dimintai keterangan terlapor dan beberapa yang diduga ada di dalam video itu hal ini terkait Pasal pelanggaran yang bisa dikenakan adalah UU No 7 tahun 2017, pasal 282 dan 280,” ujar Ai.

Video yang membuat heboh warga Bandung Barat ini menjadi semakin panjang saja. Hal ini menjadikan pelajaran penting bagi para ASN lainya untuk tidak ikut campur pada Pemilu, karena berakibat fatal bahkan akan merugikan ASN tersebut. (Adn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed