oleh

PDIP KBB Minta Soal Pindah Perahu Hengki Tidak Perlu Dibesar-besarkan

Link Banner

Ngamprah, BANGBARA.COM. – Hengkangnya Wakil Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB), Hengki Kurniawan, dari Partai Demokrat menuju Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), masih menjadi topik hangat pembicaraan dan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat KBB, termasuk internal PDIP sendiri.

Seperti yang sudah diketahui publik, Hengki secara resmi telah mengundurkan diri dari jabatan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Partai Demokrat KBB melalui surat pengunduran yang dilayangkan kepada Sekjen DPP Partai Demokrat pada Jum’at, 16 Desember 2019 yang lalu dan ditandatangani langsung oleh Hengki.

Link Banner

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP KBB, Ida Widaningsih menyatakan bahwa perpindahan seorang kader dari satu Parpol ke Parpol lainnya adalah Hal yang wajar dan biasa, dan mengajak masyarakat untuk sama-sama berfikir positif.

“Dengan masuknya Hengki, sebagai kader Partai suka atau tidak suka harus menerima, karena itu sudah menjadi keputusan Partai, bukan keputusan kami.” ucapnya saat ditemui Redaksi Bangbara.com di Sekretariat DPC PDIP KBB, Sabtu (21/12/2019).

Menurutnya, PDIP juga pernah kehilangan orang yang sudah didukungnya yaitu Ernawan yang pernah mencalonkan sebagai Wakil Bupati terdahulu. Namun Ernawan akhirnya meninggalkan PDIP dan berpindah ke perahu Golkar dan langsung diangkat menjadi ketua DPD Golkar KBB.

Menurut Ida, Sebagai kader baru, Kartu Tanda Anggota PDIP milik Hengki akan diserahkan langsung oleh Partai “Ya kartu tanda anggota pak Hengki sudah jadi. Nanti akan diberikan oleh Partai secara langsung,” Kata Ida.

Sempat beredar issue bahwa kehadiran Hengki Kurniawan di PDIP, direncanakan akan menggantikan posisi Ida Widaningsih sebagai Ketua DPC PDIP KBB.

Namun hal ini di sangkal oleh Ida yang di dampingi oleh Rahmat Mulyana Bendahara DPC PDIP KBB, menurutnya tidak semudah itu memimpin di PDIP jika belum teruji dedikasi dan pengabdian nya terlebih dahulu.

Baca Juga,  Pengurus Demisioner dan Kader DPD Golkar KBB Berkumpul Rayakan HUT Partai ke 56 Live Zoom Nasional

“Kalau soal itu bukan keputusan kami, karena itu keputusan Partai. Kami tidak mempunyai wewenang mengenai hal itu. Namun yang saya ketahui untuk menjadi pemimpin di PDIP harus memiliki cacatan dedikasi atau pengabdian lebih dahulu, berikut loyalitas”, jelasnya dengan gamblang.

Saat ditanya mengenai hubungan antara Partai Demokrat dan PDIP pasca kepindahan Hengki, Ida menjawab selama ini masih baik-baik saja namun hingga keputusan kemarin pihaknya belum ada pertemuan lagi.

“Sebelum ada keputusan kemarin, hubungan dengan Demokrat baik-baik saja. Tapi untuk saat ini setelah ada keputusan saya belum tahu. Mudah-mudahan ini tidak menjadi konflik, karena seperti saya bilang tadi, kepindahan kader Parpol itu adalah hal wajar dan biasa”, ungkapnya di akhir percakapan.

(Gtr)

Editor: Mohammad Addien

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner

Komentar

News Feed