oleh

Pasca Libur Panjang, Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Cililin dan Cikawet Penuh

Cililin, BANGBARA.COM.- Ruang isolasi bagi pasien terinfeksi virus corona (Covid-19) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin dan RSUD Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terisi penuh.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Cililin Ahmad Oktorudy mengatakan, lonjakan tersebut diduga akibat dari libur panjang.

“Kasus COVID-19 di Bandung Barat sempat menurun. Namun mulai melonjak lagi setelah libur panjang kemarin, terus meningkat sampai bed penuh,” ungkap Okto kepada awak media.

Dia menuturkan, tempat isolasi yang disediakan RSUD Cililin sebanyak 13 bed diperuntukkan bagi pasien tanpa gejala (OTG). Kemudian dua ruang isolasi kuning untuk pasien bergejala covid-19.

“Sampai hari ini full bed. Seluruhnya ada 13 bed,” katanya.

Jika jumlahnya terus bergerak maka pihaknya akan merujuk ke rumah sakit lain.

“Jika pun ada pasien COVID-19 yang baru, pihak rumah sakit akan merujuk ke rumah sakit rujukan daerah,” kata Okto.

Hal yang sama juga dialami oleh RSUD Cikalongwetan (Cikawet). Seluruh ruang isolasi dirumah sakit tersebut juga terisi penuh.

Dirut RSUD Cikalongwetan, Ridwan Putra Abdullah mrnyampaikan, bahwa ruangan yang ada sudah tidak sanggup lagi menampung pasien covid-19.

“Dari sebanyak 20 bed yang tersedia, semuanya sudah terisi penuh. Bahkan lima orang di daftar tunggu,” katanya kepada awak media.

Dirinya menduga, peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dikarenakan aktivitas warga saat libur panjang yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Kemungkinan besar karena libur panjang jadi jumlahnya mengalami peningkatan,” katanya.

Saat ini, kata Ridwan, pasien yang dirawat di RSUD Cikawet merupakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala klinis.

“Orang yang dirawat memiliki gejala klinis mulai dari gejala ringan, sedang hingga berat sehingga diperlukan perawatan,” jelasnya.

Baca Juga,  Pasar Sudah di Relokasi Masih Bandel Jualan di Bahu Jalan Tagog, 15 Pedagang di Tertibkan Satpol PP

Ridwan berujar, bisa saja pihaknya melakukan penambahan kapasitas, namun terkendala oleh tenaga medis.

“Untuk penambahan tidak ada karena tenaga medis yang ada saat ini kurang,” pungkasnya.

 

Reporter: Mohammad Addien

Editor: En-En

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed