oleh

Pasar Citalem Cipongkor KBB Terbakar, Warga Sibuk Selamatkan Barang Dagangan

Cipongkor, BANGBARA.COM – Kondisi musim kemarau memacu musibah kebakaran bisa saja terjadi pada setiap waktu, salah satunya musibah kebakaran yang terjadi saat ini, yaitu di Pasar Citalem, Cipongkor Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu, (17/7/19).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.55 Wib itu tepatnya di Pasar Kampung Citalem, RT 05 RW 03 Desa Citalem Kecamatan Cipongkor, KBB, yang membakar 5 rumah / warung yang juga sebagian diperuntukan untuk tempat tinggal.

Link Banner

Api diketahui warga berasal dari belakang bangunan pasar. Informasi langsung dari Bima yang melaporkan kepada pihak Damkar pada pukul 17.25 Wib. “Alhamdulillah api sudah dapat dipadamkan, dan sekarang sedang proses pendinginan,” kata Ayi Nurjaman Danton Damkar KBB.

Kebakaran ini membuat warga pemilik toko/warung sekitar berhamburan, dan masing-masing pemilik warung menyelamatkan barang dagangan ya.

Kondisi lokasi saat kejadian nampak terlihat pada Video yang di Viralkan oleh salah satu warga dari aku Glujelly Channel.

Dalam Video nampak sebagian warga yang hanya melintas pun ikut rela membantu evakuasi barang dagangan milik toko pada Pasar yang berdekatan dengan lokasi kebakaran tersebut, yang dikhawatirkan akan menjalar kebangunan lainya.

“Tindakan Damkar KBB langsung meluncurkan 2 unit mobil pemadam dan 9 anggota pemadam kebakaran, dan melakukan pemblokan/ perambatan api, serta melakukan pendinginan. Pemadaman selesai pada pukul 19.20 Wib” Ucap Nanan Sunandar Kabid Damkar KBB.

Nampak saat kejadian terlihat saat terbakar api cepat membesar diikut sertakan dengan angin yang sangat kencang sehingga Kabid Damkar ini menghimbau kewaspadaan seluruh masyarakat KBB untuk tetap waspada, karena kondisi musim kemarau sudah mulai datang.

“Ya untuk warga sebaiknya untuk meningkatkan kewaspadaan karena sekarang sudah mulai musim kemarau, sehingga ada beberapa bahan yang kering sangat mudah untuk terbakar” jelasnya.

Baca Juga,  Innalillahi, Staf DPRD KBB Meninggal Dunia

Kondisi ini sempat terhambat karena kemacetan terjadi pada Unit Mobil Damkar dari Padalarang karena kemacetan yang terjadi di sore hari di Cimareme.

“Ya inilah keterbatan anggaran kami di Damkar KBB, dari mulai sumber air dan titik posko kami yang sangat jauh dari setiap titik kembakaran, jadi idealnya 16 Kecamatan harus punya posko Damkar masing-masing sehingga proses penyelamatan bisa lebih cepat” katanya.

Total bangunan yang terbakar berjumlah 5 Kios/Toko, diantaranya Toko kelontong milik Hj ETI, Warung Masi milik Uun, Toko perabotan milik Agus, Toko emas milik Haji Ade dan Toko emas milik Haji Anang.

Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini dan untuk kerugian masih dalam penyelidikan pihak yang berwenang.

(Adn)

Link Banner

Komentar

News Feed