oleh

MUI Kota Bandung, Akan Terapkan Mengelola Lingkungan Berbasis Masjid

Ngamprah, BANGBARA.COM – Ketua umum majelis ulama indonesia (M-U-I) Kota Bandung, Profesor Doktor Kiai Haji Miftah Faridl, beserta jajarannya, melakukan kunjungan ke saung dan taman edukasi 3r, yang dibina Mohamad Satori, di RW 22 Komplek Puri Cipageran Indah 2, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, pada selasa siang (8/1/19).

Dalam kunjungan yang dilakukan, selain ajang silaturahim antara MUI dengan pengelola sampah berbasis masyarakat, juga dilakukan beberapa pembahasan, seperti mengelola sampah dengan merubah mainset, atau kebiasaan dan pemahaman masyarakat, juga bagaimana meng-kolaborasikan antara pengetahuan agama dengan praktek. Sehingga sangat efektif untuk merubah kebiasaan masyarakat.

Tak hanya itu, usai melakukan beberapa pembahasan, tim dari M-U-I Kota Bandung beserta jajarannya ini, langsung melakukan peninjauan ke beberapa titik lokasi lain, seperti lokasi bank sampah sahdu, pengolahan sampah organic, tanaman obat dan tanaman sayur yang memanfaatkan kompos, dan pembuatan produk kerajinan dari sampah anorganik.

Menurut ketua umum Majelis Ulama Indonesia Kota Bandung, Kiai Haji Miftah Faridl, pihaknya sangat mengapresiasi adanya pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dirintis oleh Mohamad Satori ini. Sehingga pihaknya akan menerapkan kebiasaan baik ini kepada masyarakat di wilayahnya. Untuk membiasakan memilah sampah, dan memanfaatkannya agar menjadi berkah.

“Kesan kami tentu sangat mengapresiasi, kalau langkah seperti ini diberlakukan dibeberapa daerah, terutama sekali bagi kami ingin dikota bandung ini di tiap-tiap, paling tidak ditiap kelurahan itu ada proyek-proyek seperti ini, dan sekaligus pembelajaran bagi masyarakat untuk membiasakan memilah sampah supaya manfaat, jadi istilahnya sampah itu harus menjadikan berkah, jangan sampah itu melahirkan penderitaan sehingga jadi penyakit dan lain-lain” tuturnya.

Sementara itu, perintis saung dan taman edukasi 3R, Mohamad Satori, mengatakan, bahwa saat ini pihaknya ingin mencoba menjalankan konsep islam yang rahmatan lil’alamin, dalam wujud mengelola lingkungan berbasis masjid, nantinya akan melibatkan kelompok masyarakat, terutama di Kota Bandung, dengan melakukan beberapa gerakan, seperti gerakan masjid bersih, dan gerakan mengelola sampah berbasis masjid.

“Sesungguhnya ini dalam rangka ingin mencoba menjalankan konsep islam yang rahmatan lil’alamin itu dalam wujud mengelola lingkungan berbasis masjid, jadi ini yang kira-kira akan dilakukan di semua kelompok masyarakat terutama di kota bandung, kita akan mulai, misalnya mulai dari gerakan masjid-masjid bersih, kemudian gerakan mengelola sampah berbasis masjid yang mudah-mudahan nanti dari program itu masyarakat akan melihat sebagai contoh bukti nyata, dan kenapa ini perlu kita lakukan ? karena sampah sekarang ini sudah menjadi tanggung jawab semua pihak, dan apalagi dengan keluarnya jakstranas 97 2017, bahwa pengurangan sampah itu 30 persen dan itu berbasis masyarakat” jelasnya.

Melalui kunjungan ini, M-U-I Kota Bandung berencana membuat program pelatihan, untuk jaringan-jaringan masjid yang ada di Kota Bandung, seperti gerakan masjid bersih, dan gerakan mengelola sampah berbasis masjid. Dengan adanya program tersebut, masyarakat akan melihat sebagai contoh bukti nyata, karena sampah merupakan tanggung jawab semua pihak. (DS)

Dari Tanimulya, Bandung Barat, Tim Liputan Mengabarkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed