oleh

Miris, Rumah Mak Uka di Belakang Kantor Desa Padalarang Ini Nyaris Ambrol

Padalarang, BANGBARA.COM – Kondisi meprihatinkan dialami oleh Uka Karyati yang akrab dipanggil Mak Uka (80) ini, hidup bertahun-tahun tanpa sentuhan bantuan apapun dari Pemerintah Daerah, maupun Desa.

Mak Uka yang tinggal bersama Anak dan Cucunya di Kampung Rancabali, RT 02 RW 04 Desa Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini, harus tinggal dalam satu kamar yang dianggap aman, meskipun terdapat 2 kamar lagi di dalamnya.

Beberapa kamar itu terlihat membahayakan karena terlihat bagian atapnya di sangga oleh sebuah kayu papan yang di rekatkan dengan paku pada bagian tembok.

Tangis haru dan kesedihan menghiasi suasana saat redaksi Bangbara.com menyambangi kediaman Mak Uka. Bagaimana tidak, sepatah dua patah kata kisah yang di ceritakan Mak Uka ini membuat tim yang hadir merasakan kesedihanya.

Sebuah cerita disampaikan Mak Uka, Saat itu ketika Mak Uka beristirahat tidur bersama Cucu nya, sekitar pukul 2.00 pagi Mak Uka dibangunkan dengan tamparan air hujan yang deras diwajahnya, sehingga Ia harus bangun seketika dan menyelamatkan Cucu, dan kasur yang digunakanya.

Hidup tanpa ada tenaga lelaki di rumahnya, Mak Uka pergunakan seluruh perabotan rumahnya untuk menampung air hujan, dari mulai ember, baskom, panci, hingga wajan yang biasa diguanakanya memasakpun,semua dipakai untuk menambung air bocoran hujan.

Nampak dalam ruangan kamar yang berbeda atap sudah rapuh karena selalu bocor dan diguyur air hujan.

Kondisi bocor yang hampir 80 persen itu mengakibatkan kayu-kayu penyangga rumah sudah mulai rapuh. Kisah kesedihan ini disampaikan langsung oleh Mak Uka seraya berlinang air mata, ditemani oleh Suhendar ketua RW 04 Desa Padalarang itu.

“Ya… Mau bagaimana lagi cep, untuk makan saja Emak dikasih Cucu atau pemberian warga yang lain, apalagi jika Saya harus membenarkan rumah, uang dari mana Cep.” papar Mak Uka dengan ciri khas bahasa sundanya itu kepada Bangbara.com, Senin, (5/8/2019).

Baca Juga,  Dua Bulan Gaji Tak Terbayar, 196 Karyawan PTT-UPT Kebersihan KBB, Mogok Operasi

Hal ini menjadi teguran keras bagi pemerintah Desa, maupun Pemda KBB. Lebih mirisnya, kondisai rumah Mak Uka ini tepat persis dibelakang kantor Desa Padalarang, seperti tanpa pantauan sama sekali. begitupun bantuan PKH juga sama sekali Mak Uka belum pernah menerimanya.

“Emak ga tau PKH-PKH itu apa Cep, pastinya emak belum pernah terima bantuan ini itu, jadi ya rumah seperti ini terima saja lah apa yang diberikan Allah.” katanya.

Kondisi usia yang semakin senja, Mak Uka tidak lagi berfikir jauh tentang kehidupannya, mengingat kesehatanya yang selalu menurun dengan kondisi rumah yang tidak layak untuk kesehatanya.

Mak Uka yang harus tinggal dengan berbagai serangga, Tikus, serta lainya itu, hanya ingin tempat tinggalnya tidak bocor lagi, dan bisa merasakan istirahat yang nyaman bersama anak dan cucunya.

“Emak sudah sering sakit-sakitan Cep, kadang saat Emak bobo malah ada hujan, dan airnya masuk semua kedalam rumah hingga banjir. Akhirnya Emak terus berulang begitu, Emak cape Cep” ulas Mak Uka seraya berlinang air mata.

Suhendar, Ketua RW 04 Desa Padalarang yang ikut menemani Tim Bangbara di kediaman Ma Uka itu menyampaikan kepada Bangbara.com, pihaknya sudah berkali-kali mencoba untuk mengajukan bantuan ini kepada pihak terkait, dengan proposal maupun lisan, namun hingga sekarang belum ada tindak lanjutnya.

“Dari awal saya menjadi Ketua RW 04 pada tahun 2017 yang lalu, saya sudah pernah mengajukan permohonan bantuan ini, namun saat bantuan rutilahu itu datang, malah di lokasi RW yang lain, tapi bahkan RW 04 ini perbaikan jalan Gang pun baru 1x di 2017 saja dari Desa. Selanjutnya kami dari swadaya masyarakat dan dari CSR.” ungkap Suhendar seraya duduk mendampingi Mak Uka.

Baca Juga,  Tahun 2019 Delapan Jalan Akan Terbangun di Kota Bandung

Lebih detil Suhendar menceritakan semua kebutuhanya untuk masyarakat RW 04 ini hanya satu kali tahun 2017 saja mendapatkan bantuan dari ADD, selanjutnya hingga 2019 semua jalan gang dilakukan oleh warga dengan cara swadaya.
(Adn)

Komentar

News Feed