oleh

Miris, Gubuk Mak Manah Ini Nyaris Ambruk, Puluhan Tahun Belum Tersentuh Bantuan

Link Banner

Saguling, BANGBARA.COM.– Kondisi mengharukan kembali nampak di depan mata, sebuah rumah di titik perkampungan yang berbatasan dengan Perumahan Elit Kotabaru Parahyangan, tepatnya di Kampung Salem, RT03 RW09 Desa Cikande, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Di dalam sebuah rumah sangat tak layak huni ini tinggal seorang Nenek yang akrab disapa Mak Manah (75). Sang Nenek yang tinggal dan hidup seorang diri, meskipun terkadang Mak Manah juga di temani anak lelakinya yang bekerja sebagai buruh harian.

Rumah berbahan dasar kayu dan bambu menghiasi istana Mak Manah ini. Nampak pada dinding gubuknya selalu di sanggah oleh kayu bambu, dengan tujuan agar dinding tidak roboh.

Kondisi ini diakui langsung oleh Mak Manah, yang ternyata sudah bertahun-tahun lamanya. Wajah senyum ikhlas terpancar di wajah sang Nenek, saat Tim Bangbara Peduli mengunjungi kediamannya.

“Ya, sep… rek kumaha deui, emak mah nu penting teu kahujanan, lamon hujan angin emak teu bisa sare, takut bumi ambruk. (Ya, dik… Mau bagaimana lagi, emak mah yang penting tidak kehujanan, dan kalau hujan angin datang emak ga bisa tidur, takut rumah ambruk)”, ucap Mak Manah dengan gaya Bahasa Sundanya.

Memasuki usianya yang ke 75 tahun, selama hidupnya Mak Manah ini selalu menjadi petani bersama Almarhum Kakek Kholil sang suami yang telah tutup usia sejak setahun yang lalu.

Melalui pengakuan Mak Manah yang di dampingi anak putrinya ini, dirinya pernah mendapatkan bantuan sembako dari Provinsi saat menjelang lebaran kemarin.

Namun untuk kebutuhan bantuan sosial lainya seperti BLT, PKH, KIS, hingga catatan Rutilahu pun, Mak Manah belum pernah menerimanya.

Kedatangan Tim Bangbara Peduli yang langsung mengunjungi kediaman Mak Manah ini sekaligus memberikan sedikit bantuan sembako yang di titipkan oleh Bupati Aa Umbara Sutisna.

Baca Juga,  Pengundian Nomor Urut Cabup dan Cawabup Kab.Bandung Selesai, Sempat Diwarnai Protes Jurnalis

Mendengar pemberian sembako tersebut dari sang Bupati, Mak Manah kaget dan terharu seraya mengucapkan rasa terimakasihnya kepada sang Bupati.

“Haturnuhunnya sep, semoga yang memberikan ini (Pak Bupati) diberikan panjang umur, serta kesehatan” jelas sang Nenek masih dengan gaya Bahasa Sundanya.

Kini, Mak Manah hanya bisa berharap agar dapat tidur nyenyak tanpa dihantui tamparan air hujan yang menggangu mimpi indahnya saat terlelap tidur.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed