oleh

Miris, Damkar KBB Anggaran Terbatas Hingga Kurang Sapras

Padalarang, BANGBARA.COM – Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) banyak hal yang harus dilakukanya saat mulai memasuki musim kemarau ini, namun miris melihat kondisi Damkar KBB yang bertaruh nyawa dengan terbatas Sarana dan Prasarana (Sapras).

Pasalnya, segala keterbatasan Sapras yang sangat kurang di tunjang oleh anggaran, sehingga segala keterbatasan Damkar KBB  nampak dengan segala resiko para petugasnya saat menanggulangi bencana.

Link Banner

Bagaimana tidak, melihat baju seragam anti api para petugas pun sudah mulai kusam, begitupun dengan kendaraan mobil Pemadam Kebakaran, Selang Air yang bocor dan penuh dengan tambalan, begitupun kondisi titik pengadaan air saat menghadapi musim kemarau ini.

Damkar KBB Sudah banyak sekali mendapatkan prestasi kejuaraan berbagai perlombaan yang diadakan oleh tingkat Provinsi maupun Nasional, namun kali ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Ditambah dengan masuknya musim kemarau ini, disamping titik air yang sulit dijangkau serta jauh, dipastikan air juga akan sangat berkurang. Sehingga saat terjadi musibah kebakaran akan memakan waktu lama untuk menuju lokasi kejadian nantinya.

Idealnya, dari masing-masing 16 kecamatan di KBB ini, dan harus memiliki Pos Damkar berikut dengan sumber air (Kantong Air) yang sangat penting. Dengan masing-masing kecamatan memiliki 1 mobil Damkar, sehingga jika terjadi hal darurat, maka cukup 5 hingga 10 menit bisa sampai lokasi.

Satu fakta nampak di depan mata, saat redaksi Bangbara.com meliput kebakaran toko sembako yang terjadi di Pasar Tagog Padalarang beberapa saat yang lalu, terlihat jelas bahwa selang air milik salah satu  Damkar KBB bocor dan airnya pun tidak dapat menyemprot jauh.

“Ya beginilah pak, lihat saja selang kami bocor, otomatis saat menyemprotkan air kurang maksimal karena keterbatasan semua ini, padahal dulu sejak jadi UPT Damkar KBB ini sangat banyak prestasinya dan peralatan pun sangat diperhatikan, tapi sekarang boro-boro” papar salah satu petugas yang tidak menyebutkan namanya itu, saat di lokasi kebakaran.

Baca Juga,  DPRD Bandung Barat, Sepakati Tuntutan GMBI Untuk Menolak Pembangunan KCIC

Kondisi ini nampak jelas saat Damkar KBB dan Damkar Kota lain bersamaan saat melakukan pemadaman api bersamaan dan terlihat perbedaan keterbatasan armada Damkar KBB yang kurang sehat, dari seragam petugas, maupun peralatan yang digunakan sudah banyak yang usang, dan kebanyakan di ikat, diakali, di solasi, serta lainya.

Hal ini diceritakan secara gamblang oleh Kabid Damkar Nanan Sunandar saat Redaksi menyambangi kantornya di Kotabaru Padalarang, penuh dengan haru dengan segala keterbatasan Sapras, dan saat melihat para pejuang petugas Damkar ini melawan maut saat bertugas di lapangan.

“Ya mau bagaimana lagi, kondisi keadaan kami ini semua serba terbatas. Selayaknya Damkar sudah harus jadi Dinas sendiri dan tidak bergabung dengan Satpol PP sehingga kebutuhan darurat semua tidak bisa dikendalikan. Jadi kami atas nama Damkar mohon maaf sebesar-besarnya terhadap masyarakat jika pelayanan kami kurang cepat” tandas Nanan, Rabu, (17/7/19).

Berharap jargon ‘Lumpaat’ ini bisa dapat merubah keadaan Damkar KBB semakin menjadi lebih baik dalam bidang anggaran untuk kebutuhan Sapras Damkar di tahun yang akan datang.

Wakil Bupati KBB Hengki Kurniawan saat mendapatkan laporan tersebut langsung mengunjungi Damkar KBB, dan melakukan pengecekan. 

(Adn)

Link Banner

Komentar

News Feed