oleh

Merasa Sudah Mampu, 2 Keluarga di Cianjur Mengundurkan Diri Dari PKH

Link Banner

Cianjur, BANGBARA.COM – Dua orang Ibu rumah tangga warga Desa Sukamulya, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengundurkan diri dari daftar penerima Program Keluarga Harapan (PKH), atau biasa disebut Graduasi Mandiri.

PKH sendiri merupakan Program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Program tersebut sebagai upaya pemerintah untuk percepatan penanggulangan kemiskinan sejak tahun 2007.

Kedua warga tersebut, yakni Onah (45) dan Yanti (39) mengundurkan diri bukan tanpa alasan. Keduanya merasa masih banyak keluarga lebih membutuhkan bantuan tersebut.

“Saya sendiri baru setahun ini menerima PKH. Tapi saya malu pada diri saya sendiri. Masih banyak orang yang lebih membutuhkan dari pada saya”, ungkap Onah saat ditemui tim Bangbara.com, Selasa (10/03/2020).

Walaupun masih mempunyai dua orang anak yang masih bersekolah di SMK dan SMP, yang sedianya masih mendapatkan PKH, namun tekad Onah tampaknya sudah bulat untuk mengundurkan diri. Keinginan Onah ini didukung penuh oleh suaminya, Supriatna yang merupakan pekerja serabutan dengan beternak kambing.

Hal senada juga disampaikan oleh Sopiandi (40), yang merupakan suami dari Yanti, warga yang ikut mengundurkan diri seperti Onah.

“Ya sebetulnya ada juga yang lebih mampu dari kami, namun masih menerima PKH. Tapi saya sepakat bersama istri untuk tidak lagi menerima bantuan PKH, karena kasihan masih banyak warga lainnya yang lebih membutuhkannya”, ucap Sopiandi ketika ditanya tim Bangbara.com terkait alasannya mengundurkan diri.

Yadi Supriadi, selaku Camat Kecamatan Cikadu yang juga ditemui Redaksi Bangbara.com, menyampaikan aspresiasinya atas keputusan dua warganya tersebut.

“Syukur Alhamdulillah dan ucapan terima kasih yang sebesar – besarnya, khususnya kepada dua warga Sukamulya yang sudah secara ridho dan ikhlas mengundurkan diri dari Program PKH dengan alasan sudah merasa mampu dan lebih memperhatikan warga sekitar yang lebih membutuhkan,” tutur Yadi.

Baca Juga,  Guru Fungsional di KBB Menjadi Struktural Ternyata Tidak Mudah, Bagaimana Nasib Murid Jika Ditinggal Guru?

Proses pengunduran diri dari penerima PKH kedua warga ini sudah disampaikan baik secara lisan maupun tertulis kepada Asep Hikmat, selaku Petugas Pendamping PKH untuk Desa Sukamulya, yang di saksikan oleh di saksikan oleh Usep selaku Pjs Desa Sukamulya yang didampingi Koordinator PKH Kecamatan Cikadu, Heri Kusyanto.

“Ya itu yang memang kita harapkan. Mereka mampu memberdayakan diri atau naik level, dan dengan kesadaran penuh mengundurkan diri sebagai penerima PKH,” jelas Usep.

Sementara itu, Asep Hikmat berharap masih ada lagi kesadaran dari penerima PKH lainnya, khususnya di Desa yang menjadi tanggung jawabnya, sehingga hak yang sedianya diterima dapat dialihkan ke warga lainnya yang lebih berhak.

“Ya, jangan sampai nanti malah ada yang terkena pemalsuan dokumen menjadi warga miskin padahal mampu hingga nantinya dapat dikenai pelanggaran terhadap UU no 13 tahun 2011”, pungkas Asep.

Penulis : Asep Nugraha Erwin
Editor : Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed