oleh

Merantau ke Tangerang, Kedua Cucunya Terpanggang Api

 

CILILIN- Warga Kabupaten Bandung Barat turut menjadi korban dalam ledakan gedung petasan yang terjadi di Kosambi, Kabupaten Tangerang korban diantara  13 orang warga Cililin, Kamis (26/10) kemarin. Hal itu menjadi pilu mendalam bagi keluarga Edah, 75, pasalnya dua cucunya ikut terbakar api.

Ade Rosita, 20, dan  Sunarya, 28, adalah adik kaka cucu dari Edah,  seraya mengucurkan air mata dengan kesedihan mendalam Edah menuturkan tidak menyangka kedua cucunya mengalami kecelakaan pada tragedi ledakan gedung petasan tersebut.

Edah, mengalami shock sejak mendengar kabar pertama kali, bahkan sampai saat ini kedua cucunya merupakan korban yang belum teridentifikasi.

“Merka adalah cucu saya, pas berangkat kerja terakhir kali bertemu dan ingin di ‘jajapkeun'”tutur Edah.

Padahal,  kata Edah, cucunya kerja sebagai upaya untuk merubah nasib keluarganya, karena selama ini hidup sangat memprihatinkan.

Yang sangat menyedihkan,Kata Edah,  adalah Ade Rosita, baru tiga minggu berangkat merantau dan dua hari kerja akan tetapi musibah menimpa Cucunya tersebut.

“Nembe dua dinten damelna ge”tambah Edah.

Sementara itu, Asep Rustandi, 32, Kaka sepupu dari korban mengatakan, pertama kali mendengar sepupunya mengalami musibah adalah dari Zaenudin, 23, korban selamat, yang juga merupakan Suami dari Ade Rosita yang bekerja ditempat yang sama.

Asep mengatakan, Zaenudin menelpon mertuanya (ibunya Ade Rosita) Uan, (Zaenudin) mengatakan bahwa gudang tempat kerja nya (gudang petasan) mengalami ledakan sehingga banyak korban termasuk didalamnya adalah istrinya.

Kemudian, kata dia, setelah mendengar berita tersebut keluarganya bergegas ke TKP beserta keluarga yang lainnya.

“Iya, pas denger kabar langsung kaget, kami bersama keluarga korban lain berkumpul  dan kemudian ke TKP.”kata Asep.

Menurut Asep, tidak ada tanda -tanda khusus sebagai tanda kepergian sepupunya, “tidak ada tanda khusus, akan tetapi, sehari sebelum ledakan Ade Rosita menelpon ibunya melalui ‘Video Whatsapp’, karena sinyalnya jelek jadi hanya melihat sebentar”ujarnya.

Asep, yang juga pernah bekerja ditempat yang sama mengatakatan, bahwa dari kampung Cisitu sebelumnya juga banyak warga yang berkerja ditempat yang sama,  hanya saja perginya silih berganti,

“Jika di totalkan sejak.tahun 2008 dari kampung ini, Ada puluhan orang yang kerja ditempat yang sama, karena kurangnya peluang dan kesempatan kerja disini warga disni pada merantau ke ibu kota,”ujarnya. (Adin)

127total visits,3visits today

Komentar

News Feed