oleh

Mensos Kunjungi Cimahi Bagi Bansos, Disambut Suara Kecewa Warga KPM Dalam Penyaluran BST Dinilai Lambat

Link Banner

Cimahi, BANGBARA.COM. – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dilakukan Menteri Sosial Juliari P. Batubara beserta rombongannya, kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kantor Pos Baros Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi pada minggu (10/05/20), dinilai terlambat.

Kehadiran Mensos ini untuk memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp600.000, dan tambahan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi untuk sekitar 20.000 penerima. Pemkot Cimahi sendiri sudah menyiapkan 34 ribu data penerima.

Link Banner

Menurut Edi salah seorang warga yang menjadi pedagang, penyaluran bantuan sosial ini seharusnya dilakukan sebelum pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pasalnya, sejak pemerintah dan aparat menerapkan PSBB (menutup akses keluar/masuk wilayah) atau anjuran dirumah saja, dampak besar sudah dirasakan warga.

“Ya senang dan merasa terbantu sudah dikasih bantuan, cuman sayangnya terlambat. Karena bantuan ini dilakukan saat PSBB kedua berlangsung”, ucapnya.

Akibat adanya penerapan sejumlah kebijakan tersebut, menyebabkan beberapa rencana kegiatan yang sudah terjadwalkan sebelumnya itu, terpaksa dibatalkan pelanggannya.

Sejumlah uang panjer (DP) yang sudah dilakukan pun terpaksa dikembalikan dan hingga kini tidak memiliki penghasilan lagi.

“Imbasnya ya semua job yang sudah di booking kepaksa dibatalkan, uang panjer juga dikembalikan lagi. Ya sekarang mah bingung mau gimana gak ada penghasilan lain”, ungkap Edi kepada Bangbara.

Kekecewaan pun diungkapkan warga yang lainnya, Ida yang berprofesi sebagai pedagang keliling menilai, bantuan yang dilakukan pemerintah sangat lamban, karena semenjak adanya anjuran lockdown dirinya tidak bisa beraktifitas dan tidak memiliki penghasilan.

Pihaknya mengaku terpaksa menjual beberapa barang berharga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, proses PSBB sudah berlalu lama tapi bantuan baru datang.

“Iya uangnya mau dipakai untuk kebutuhan terutama makan sehari-hari, karena barang-barang sudah tidak ada lagi yang bisa dijual. Ini mah lamban, harusnya pemerintah gerak cepat menangani warga terdampak corona, terlebih jangan sampai bantuan yang diberikan tidak merata”, tuturnya.

Baca Juga,  Warga KBB Yang Beli Hewan Kurban, Cukup Cek Lebel Sehat Dulu Dijamin Aman, Begini Keterangannya

Sementara itu, Menteri Sosial Juliari P. Batubara yang ditemui di sela-sela pemantauan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tersebut mengaku memang masih adanya penyaluran BST yang tidak tepat.

“Kita kan juga nerima data dari daerah. Dan Pemerintah Daerah paling paham situasi dan profil warga terdampak seperti apa,” ucapnya.

Selain itu, Presiden RI Joko Widodo meminta agar BST segera disalurkan guna membantu masyarakat terdampak.

“Karena presiden minta cepat, ada saja yang miss. Saya kira tidak perlu terlalu dibesar-besarkan. Dari 1.000 penerima ada 1-2 yang miss kan wajar”, ungkapnya.

Juliari meminta agar pemerintah daerah dapat memperhatikan akurasi data untuk terus diperbaharui. Jangan sampai menunda lagi.

“Agar kedepannya data ini bisa diupdate untuk masuk ke DTKS kalau tidak masuk nanti akan sulit untuk mendapat bantuan. Dengan adanya update data oleh Pemda, diharapkan target 9 juta KPM penerima BST dapat membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan sehingga lebih tepat sasaran”, imbuhnya.

Ditempat yang sama, Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna mengaku pendataan penerima bantuan masih ada yang salah sasaran, sehingga perlu adanya perbaikan untuk penyaluran bulan berikutnya.

“Betul, masih. Pastilah dari sekian ribu ada 1-2 yang tidak tepat. Tadi kami bicara dengan Pak Menteri data bisa diperbaiki untuk penyaluran bulan selanjutnya,” katanya.

Ajay menyatakan data yang diajukan berasal dari unsur kewilayahan. Sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kewilayahan.

“Data dari bawah, RT-RW-Kelurahan mana saja yang berhak tapi faktanya memang masih ada yg tidak tepat tapi menerima bantuan”, ungkapnya.

Pihaknya mengklaim telah meminta unsur terkait untuk melakukan verifikasi dan validasi data sebelum diajukan.

“Salah satu yang saya perintahkan itu, bahwa lurah harus melihat ke bawah. Tapi perlu percepatan karena kalau lambat bisa tidak terbagikan. Kecepatan ini yang memang faktanya menyisakan cerita.” Jelasnya.

Baca Juga,  Dankodiklatad Motivasi Prajurit YTP R-301/PKS Sekaligus Bagikan Paket Sembako

Ajay memastikan setelah data diperbaiki bagi mereka yang tidak layak menerima tidak akan dapat bantuan lagi. Sedangkan untuk bantuan dari Pemkot Cimahi, pihaknya memprediksi mulai disalurkan Minggu depan.

Reporter: Deden Setiawan
Editor: Mohammad Addien

Link Banner
Link Banner

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Komentar

News Feed