oleh

Menjaga Alam Bandung Barat, Alam Indonesia, dalam Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2020

Link Banner

BANGBARA.COM. – Hari Konservasi Alam Nasional merupakan salah satu Hari Peringatan Lingkungan Hidup di Indonesia yang ditetapkan pada tanggal 10 Agustus 2009 oleh Presiden Republik Indonesia yang keenam, Susilo Bambang Yudhoyono, melalui Keppres No. 22 tahun 2009.

Hari Konservasi Alam Nasional, atau yang biasa disingkat HKAN merupakan hari peringatan yang memiliki tujuan untuk mengkampanyekan pentingnya menjaga kesinambungan kegiatan konservasi alam, sebagai bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa.

Link Banner
Link Banner

Dengan diperingatinya setiap tahun,  diharapkan semua lini masyarakat semakin peduli terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan alam yang kita wujudkan bentuk aksi nyata dalam kegiatan sehari-hari.

HKAN juga memiliki tujuan untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam.

Peran aktif tersebut dilakukan dengan cara tidak melakukan kerusakan terhadap alam. Dengan tidak membuang sampah sembarangan, menanam jenis-jenis tanaman endemik dan jenis langka, serta melepas satwa liar yang dilindungi ke habitat alamnya.

Dengan mengurangi penggunaan barang-barang yang tidak terurai seperti plastik, tidak melakukan pembakaran lahan tanpa terkendali, turut berpartisipasi mencegah perambahan hutan, hingga perdagangan satwa dan flora yang dilindungi.

Ini Dia, Kabupaten Bandung Barat yang memiliki potensi alam yang sangat luar biasa hingga menjadi jargon surga wisata bagi para turis penikmat wisatawan lokal, nasional, maupul internasional. Ratusan titik potensi wisata, sebagai sumber kekayaan alam yang dapat dikembangkan untuk perekonomian masyarakat.

Bandung Barat memiliki banyak sekali potensi ekonomi yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap perkembangan perekonomian daerah maupun nasional.

Beberapa potensi yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat diantaranya pertambangan, sehingga terdapat andesit, pasir, marmer, kapur yang tersebar di beberapa Kecamatan.

Berikut dengan potensi kehutanan dengan adanya hutan lindung, hutan wisata, hutan baru, dan juga potensi perkebunan, Seperti teh, cengkeh, kopi, dan karet.

Baca Juga,  Warga Padalarang Terpapar Covid-19, Pemdes Ajak Para RW Untuk Batasi Kegiatan Keramaian Warga

Terdapat juga potensi tanaman pangan dan holtikulura dengan adanya sentra produksi kamoditas tanaman pangan dan holtikultura unggulan yang terdiri dari beberapa jenis komoditas seperti  jagung, padi, kacang tanah, ubijalar, kentang, kubis, tomat, cabe merah, salak, rambutan, pisang, tanaman hias, serta lainya.

Pengelolaan terhadap alam dan lingkungan hidup secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya.

Hal tersebut tidak bisa kita dapatkan jika kita hanya diam dan menunggu. Lakukan satu hal kecil akan lebih berarti.

Manusia tidak hanya sebagai penikmat apa yang telah disediakan alam, tapi juga sebagai penjaga. Manusia harus bisa mensejahterakan makhluk hidup lainnya, harus bisa menjaga dan melindungi alam ini

Hingga, kesadaran hanya dapat dibangun mulai dari diri sendiri. Jika kita ingin merasakan mafaatnya, maka kita juga harus berkorban untuk menjaga dan melestarikan alam.

Dengan adanya HKAN, diharapkan masyarakat tergerak untuk ikut serta menjaga alam dimulai dari hal kecil. kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaga alam dan bumi Bandung Barat, alam jawa barat, alam indonesia. (Advetorial)

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed