oleh

Mengingatkan Untuk Menjaga Ozon di Hari Ozon Internasional 2020

Link Banner

Advetorial, BANGBARA.COM,- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 16 September sebagai Hari Ozon Internasional, sesuai dengan tanggal penandatanganan Protokol Montreal, 16 September 1987, yang dilakukan oleh 188 Negara.

Tujuan peringatan itu dimaksudkan untuk selalu mengingatkan kepedulian masyarakat internasional tentang lapisan perisai bumi.

Link Banner
Link Banner

Salah satu zat utama yang bertanggung jawab terhadap kerusakan lapisan ozon adalah unsur Klorin (CL) yang dikenal sebagai zat CFC (Chlorofluorocarbon).

Rusaknya lapisan ozon menyebabkan semakin banyak sinar Ultra Violet (UV) yang mencapai bumi. Hal ini sangat berbahaya terhadap kelangsungan makhluk hidup di bumi. Sinar Ultra Violet dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kanker kulit, penyakit katarak pada mata, dan rusaknya sistem imunisasi tubuh dan perusakan sel-sel hidup pada manusia dan hewan.

Kehidupan laut, ekosistem, dan hutan pun akan terganggu bila volume sinar ultra ungu melebihi batas normal. Selain itu berkurangnya lapisan ozon dapat menyebabkan musim dingin menjadi bertambah dingin di Kutub Utara.

Untuk menjadi ramah ozon, pemilik rumah mulailah menggunakan peralatan-peralatan yang lebih ramah ozon yang tidak mengandung BPO atau Halon.

Untuk petani, diharapkan menggunakan bahan-bahan fumigasi atau pengolah tanah yang tidak lagi mengandung metil bromida atau yang mengandung unsur-unsur yang berdampak buruk bagi lapisan ozon.

Berikutnya, Bagi para teknisi, dianjurkan pada waktu memperbaiki peralatan rumah tangga berbahan aerosol yang masih mengandung CFC, usahakan jangan sampai bocor atau terlepas ke udara.

Begitupun untuk para karyawan kantor, agar berprilakulah ramah lingkungan dengan membantu kantor dengan mengidentifikasi peralatan kantor seperti AC, dispenser, kulkas, dan tabung pemadam kebakaran serta produk-produk lainnya yang menggunakan BPO dan dapat segera mengganti peralatan tersebut dengan menggunakan bahan lainnya yang lebih ramah ozon.

Baca Juga,  Lagi Tidur Petugas Damkar KBB Ini Dibangunkan Karena ada Kabar Kebakaran, Ehh Ternyata Kena PRANK

untuk para pengajar, dosen. ataupun para guru, diharapkan agar dapat memberikan pandangan kepada para murid mengenai manfaat ozon bagi bumi, dan manusia. kabarkan kepada mereka pengaruh buruk bahan-bahan tersebut terhadap atmosfer, dan untuk kesehatan. Beri tahu pula langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam membantu melindungi lapisan ozon

salah satu dari kebutuhan ozon yang sehat ini sudah dibuktikan salah satunya di Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup yang telah ikut melaksanakan Program Sekolah Adiwiyata, yakni program untuk mewujudkan sekolah berwawasan dan peduli lingkungan (Sekolah Berbudaya Lingknngan).

Sekolah Adiwiyata ini secara umum bertujuan untuk mewujudkan masyarakat sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan dengan langkah-langkah dalam menciptakan kondisi yang lebih baik bagi sekolah untuk menjadi tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, orang tua, dan masyarakat, dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Pada Program Adiwiyata 2019 lalu, 5 Sekolah di KBB telah mendapatkan penghargaan Raksa Prasada sebagai Sekolah Adiwiyata dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kelima sekolah tersebut diantaranya adalah SMAN 2 Padalarang, SMAN 1 Lembang, SMPN 2 Padalarang, SMPN 2 Ngamprah, dan SD Damian School.

DLH KBB tidak hentinya mesosialisasikan tentang Program Sekolah Adiwiyata ini, agar di kemudian hari warga sekolah dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup, khususnya di Bumi kita ini.

jika kalau bukan kita yang menjaga alam ini lalu siapa lagi? hanya kitalah yang dapat menjaga untuk kelangsungan kehidupan anak dan cucu dimasa yang akan datang. Selamat Hari Ozon Internasional. Pesan Ini disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat. (Advetorial)

 

 

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Link Banner
Link Banner
Link Banner

Komentar

News Feed