oleh

Mengapa Sekolah Perlu Menyiapkan AKM? Ini Penjelasan Kabid SMP Disdik KBB

Ngamprah, BANGBARA.COM. – Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Dadang A. Sapardan mendorong sekolah untuk melaksanakan persiapan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).

Hal ini disebutkan Dadang sebagai hal baru dan Program baru yang diterapkan dan dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) yang berakhir tahun 2020 ini.

“Dulu kan menggunakan UN, namun kini sebagai dasar untuk mengecek dan penetapan mutu pelayanan pendidikan sekolah digunakan AKM, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Sekolah”, terang Dadang saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (23/10/2020).

Pelaksanaan AKM ini akan diterapkan di tengah setiap jenjang pendidikan seperti kelas IV, VIII dan kelas XI. Hal ini bertujuan agar sekolah mempunyai waktu untuk memperbaiki kualitas pendidikan jika ada kekurangan atau kelemahan.

“AKM ini akan berlaku mulai April 2021. Nantinya 45 siswa akan dipilih ditiap sekolah untuk mengikuti AKM ini. Kompetensi siswa yang diuji pada AKM yaitu kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), menggunakan bahasa (literasi) dan penguatan pendidikan karakter”, jelas Dadang.

Dadang menambahkan Program AKM, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Sekolah ini nantinya terkait dengan Programme for International Student Assessment (PISA) atau Program Penilaian Pelajar Internasional.

“Pendidikan memang menjadi salah satu permasalahan yang belum terselesaikan di Indonesia. PISA mencatat posisi Indonesia yang berada di posisi rendah untuk urusan pendidikan dan cenderung stagnan dalam 10-15 tahun terakhir. Sehingga diharapkan Program AKM, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Sekolah dapat mendorong pendidikan di Indonesia”, pungkasnya.

Reporter: Mohammad Addien
Editor: Guntur Priyo

Data Corona Indonesia Selengkapnya Klik di Sini

Baca Juga,  Harga Sayuran Tidak Stabil, Petani Lembang Banting Stir Kembangkan Jeruk

Komentar

News Feed